PROFIL PENALARAN ANALOGI SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI GAYA BELAJAR

  • Dinda Fasya Purnomo Putri Universitas Negeri Surabaya
  • Masriyah Masriyah

Abstract

Dalam pembelajaran matematika mencakup dua aspek penalaran yakni penalaran deduktif dan penalaran induktif. Kemampuan penalaran induktif merupakan bagian dari aspek kognitif, dan merupakan salah satu dari tiga jenis penalaran induktif yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu penalaran analogi. Salah satu faktor yang mempengaruhi kemampuan penalaran dalam memecahkan masalah adalah gaya belajar. Gaya belajar setiap siswa mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan penalaran matematika. Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan kemampuan penalaran analogi siswa dalam pemecahan masalah ditinjau dari gaya belajar visual, gaya belajar auditorial, dan gaya belajar kinestetik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan menggunakan instrumen tes dan wawancara. Subjek pada penelitian ini adalah tiga siswa kelas XI IPA SMA Hang Tuah 2 Sidoarjo tahun ajaran 2021/2022 yang terdiri dari satu siswa bergaya belajar visual, satu siswa bergaya belajar auditorial, dan satu siswa bergaya belajar kinestetik dengan kemampuan matematika setara serta berjenis kelamin perempuan. Profil penalaran analogi dianalisis sesuai dengan indikator yang peneliti gunakan yaitu: (1) Encoding (Pengkodean), (2) Inferring (Penyimpulan), (3) Mapping (Pemetaan), (4) Applying (Penerapan).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga subjek tersebut dapat memenuhi indikator dari tahap Encoding (Pengkodean) dan Inferring (Penyimpulan). Ketiga subjek mampu mengidentifikasi informasi masalah sumber dan masalah target, serta mampu menyelesaikan masalah sumber berdasarkan konsep yang ditemukan. Subjek dengan gaya belajar visual dan auditorial mampu memenuhi indikator pada tahap Mapping (Pemetaan)  dan Applying (Penerapan). Sehingga subjek yang memiliki gaya belajar visual dan subjek yang memiliki gaya belajar auditorial masing-masing memiliki kemampuan penalaran analogi tinggi. Sedangakan subjek yang memiliki gaya belajar kinestetik tidak memenuhi indikator pada tahap Mapping (Pemetaan) dan Applying (Penerapan) sehingga subjek yang memiliki gaya belajar kinestetik memiliki kemampuan penalaran analogi sedang.

Published
2022-01-25
Abstract View: 163
PDF_134-144 Download: 119