Etnomatematika : Konsep Matematika pada Budaya Tulungagung

  • Genata Vidya Wardani Universitas Negeri Surabaya
  • Mega Teguh Budiarto

Abstract

Kaitan erat yang jarang disadari antara matematika dan budaya, sering diabaikan dan dianggap tidak terkoneksi satu sama lain. Padahal dalam pembelajaran matematika, alangkah lebih baik dimulai dari tempat terdekat siswa yaitu lingkungan dan budaya mereka sendiri. Kajian tentang matematika dalam budaya bertujuan agar meningkatkan ketertarikan antara matematika dan budaya. Begitu juga pembelajaran matematika dengan budaya atau etnomatematika dapat merangsang daya nalar dalam diri siswa, dengan mengingat hal esensial dari objek yang akan dipelajari. Objek penelitian ini difokuskan pada budaya masyarakat Tulungagung meliputi Klethek, anyaman Crafirafi dan Reyog Tulungagung. Tujuan penelitian ini yakni mendeskripsikan etnomatematika pada budaya Tulungagung khususnya pada Klethek, anyaman Crafirafi dan Reyog Tulungagung. Jenis penelitian ini ialah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan etnografi. Pengumpulan data  yang dilakukan terdiri atas observasi partisipan dan wawancara dengan menggunakan human instrument sebagai instrumen utama serta memanfaatkan lembar observasi dan pedoman wawancara sebagai instrument pendukung yang didasarkan pada kebutuhan penelitian. Data dianalisis menggunakan analisis domain, analisis taksonomi dan analisis tema kultural.  Hasil penelitian yang diperoleh memperlihatkan bahwa berdasarkan kajian etnomatematika terhadap budaya Tulungagung ditemukan beberapa konsep matematika yakni penggunaan satuan baku dan tidak baku, aritmatika sosial, teselasi, geometri, transformasi geometri serta konsep pengulangan. Oleh karena itu, budaya Tulungagung dapat dimanfaatkan sebagai perangkat pembelajaran matematika kontekstual.

Published
2022-01-26
Abstract View: 72
PDF_210-218 Download: 101