PERLINDUNGAN SAKSI PELAKU YANG BEKERJASAMA (JUSTICE COLLABOLATOR) DI TINGKAT PENYIDIKAN DI POLRESTABES SURABAYA

  • TALITHA RIZKA YUNIAZEN

Abstract

Abstrak 

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya ketentuan perlindungan saksi pelaku yang bekerjasama (justice collabolator) Pasal 10 Undang-Undang Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) yang menekankan pada aspek perlindungan khusus yakni pemisahan penahanan justice collabolator terhadap tersangka pada tingkat penyidikan. Praktek perlindungan tersebut umumnya dilakukan pada tingkat pemeriksaan di Pengadilan Negeri sehingga perlindungan terhadap Saksi Pelaku tersebut tidak bisa berjalan menyeluruh pada tingkat proses peradilan pidana pada tahap penyidikan. Tujuan penulisan artikel ini untuk mengetahui  perlindungan Saksi pelaku di tingkat penyidikan di Kepolisian Resort Kota Besar Surabaya dan hambatannya. Metode yang digunakan adalah yuridis sosiologis sedangkan teknik analisis data berupa deskriptif kualitatif. Hasil penelitian terkait perlindungan Saksi Pelaku yang bekerjasama di tingkat penyidikan di Polrestabes Surabaya, yakni acuan Satreskrim Polrestabes Surabaya dalam memberikan perlindungan terhadap saksi pelaku dilandasi pada faktor ancaman, artinya ancaman terhadap saksi pelaku tidak begitu besar sehingga perlindungan saksi pelaku utamanya ketentuan pemisahan penahanan dengan tahanan yang sama cukup dilakukan di Polrestabes, hal ini demi proses penyidikan pemeriksaan saksi dan tersangka penyidik merasa bahwa memang saksi pelaku itu ada dan tersedia dalam kasus tindak pidana tersebut. Kendala yang dihadapi kurangnya pemahaman dan koordinasi penyidik yang seharusnya secara prosedural perlindungan Saksi Pelaku dilakukan melalui permintaan diajukan oleh penyidik secara tertulis kepada LPSK.

Kata Kunci : saksi pelaku, perlindungan saksi pelaku, penyidikan 

 

Abstract

This research is motivated by the existence of the law of witness of the actors. (Suspect at investigation level). the justice collabolator against the suspect at the investigation level. Such practices are carried out at the examination level in the District Court so that the Completing Witnesses of the Actors can not run at the level of the criminal justice process at the investigation stage. The purpose of writing this article to find out how the witnesses of the perpetrators at the level of investigation at the Police Resort Surabaya Big City and its obstacles. The method used is descriptive qualitative data analysis. The results of the investigation were related to the witnesses who were in the investigation stage of Polrestabes Surabaya, namely Satreskrim Polrestabes Surabaya Reference in providing the provisions on the influence of the ban on the mitigation factor, because the actions taken can not be done quickly. The same prisoners are sufficiently carried out in Polrestabes, this is for the efficient process of investigation investigation and the suspect investigator feels that the perpetrator of the disaster exists and is available in the case of the crime the solution being worked on and the proper handling of the investigator. The perpetrator is done through a request filed by the investigator in writing to LPSK.

Keyword : witness, justice collabolator, investigated

 

 

 

Published
2017-04-15
Section
ART 1
Abstract View: 15
DOCX Download: 4 PERLINDUNGAN SAKSI PELAKU YANG BEKERJASAMA (JUSTICE COLLABOLATOR) DI TINGKAT PENYIDIKAN DI POLRESTABES SURABAYA Download: 0