RELIGIUSITAS KOMUNITAS PUNK MUSLIM NIKITASIN
(STUDI KASUS DI DESA GARUM KAB. BLITAR)
Abstract
Asbtrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis religiusitas Komunitas Punk Muslim Nikitasin di Desa Garum, Kabupaten Blitar, serta memahami proses internalisasi nilai-nilai keagamaan dalam konteks subkultur punk. Secara historis, punk berkembang sebagai subkultur perlawanan terhadap struktur sosial, politik, dan ekonomi yang dianggap menindas, serta dalam konteks Barat cenderung beroposisi terhadap institusi agama. Namun, Komunitas Punk Muslim Nikitasin menunjukkan fenomena yang berbeda, yakni upaya mengintegrasikan identitas punk dengan nilai-nilai Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Analisis religiusitas mengacu pada teori lima dimensi Glock dan Stark, yang meliputi dimensi keyakinan, ritual, penghayatan, pengetahuan, dan konsekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa religiusitas Komunitas Punk Muslim Nikitasin bersifat komunal, praktis, dan transisional. Dimensi keyakinan dan konsekuensi sosial tampak paling menonjol, tercermin dalam penerimaan nilai tauhid, keterlibatan aktif dalam kegiatan keagamaan komunal, serta aksi-aksi sosial. Sementara itu, dimensi ritual individual dan pengetahuan keagamaan masih berada dalam proses pendalaman. Temuan ini menunjukkan bahwa religiusitas dalam subkultur punk tidak hanya diwujudkan melalui kepatuhan ritual formal, tetapi juga melalui etika sosial, solidaritas, dan praktik keberagamaan yang kontekstual dalam realitas kehidupan sehari-hari.
Keywords: Religiosity; Muslim Punk Community; Punk Subculture; Internalization of Religious Values; Glock and Stark Theory; Social Practice
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Abstract views: 19
,
PDF Downloads: 37