Tubuh sebagai Arena Negosiasi: Perempuan Bertato dan Strategi Bertahan di Dunia Kerja Surabaya
Abstract
Abstrak
Perempuan yang memiliki tato di Indonesia masih menghadapi stigma sosial yang kuat, terutama dalam konteks dunia kerja yang menerapkan standar profesionalisme konservatif. Penelitian ini menganalisis bagaimana perempuan bertato di Surabaya menegosiasikan identitas mereka dalam menghadapi tantangan akses pekerjaan dan stigma sosial. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), dengan kerangka teoritis Interaksionisme Simbolik George Herbert Mead dan Feminisme Postmodern Judith Butler. Temuan menunjukkan perempuan bertato mengembangkan tiga strategi utama negosiasi identitas, yaitu menyembunyikan tato, menjelaskan makna personal tato, dan membangun profesionalitas. Meskipun terjadi pergeseran sikap sosial, penerimaan terhadap perempuan bertato tetap bersyarat dan selektif. Perempuan bertato menghadapi triple burden, yaitu stigma gender, stigma modifikasi tubuh, dan tekanan profesionalisme yang bias gender. Interseksionalitas pendidikan, kelas sosial, dan jenis pekerjaan sangat menentukan pengalaman dan strategi negosiasi identitas yang dikembangkan. Penelitian ini menegaskan bahwa tubuh perempuan bertato menjadi medan kontestasi antara otonomi individual dengan regulasi patriarki, di mana temuan menunjukkan perlunya transformasi kebijakan anti diskriminasi, perubahan budaya organisasi, dan penguatan solidaritas komunitas untuk menciptakan ruang kerja yang lebih inklusif.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Abstract views: 16
,
PDF Downloads: 2