Karakterisasi Kitosan dari Limbah Kulit Kerang Simping (Placuna placenta)

  • NUR LAILI EKA FITRI

Abstract

Abstrak. Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk memanfaatkan limbah kulit kerang simping menjadi khitosan. Penelitian ini dimulai dengan menghancurkan kulit kerang simping hingga berukuran 100 mesh. Proses isolasi kitosan meliputi deproteinasi, demineralisasi dan deasetilasi. Hasil kitosan diuji kadar air dan dikarakterisasi menggunakan FTIR untuk mengetahui gugus fungsi yang terkandung dan derajat deasetilasi kitosan. Khitosan kerang simping memiliki kadar air sebesar 0,299%, memiliki serapan pada 3000-3500 cm-1 untuk gugus O-H dan N-H,  1637,32 cm-1 untuk gugus C=O amida, 1420,07 cm-1 untuk gugus C-H dan 1069,51 cm-1  untuk gugus C-O-C dan derajat deasetilasi sebesar 92,8%. 

Kata Kunci: Khitosan, kerang simping, limbah

 

Abstract. A research aiming to utilize simping shells waste into chitosan has been conducted. This research begins with mashing simping shell into the size of 100 mesh. The process of chitosan isolation includes the process of deproteinization, demineralization, and deacetylation. The result of chitosan is tested for its moisture content and then characterized using FTIR to check its functional group containe and degree of deacetylation Chitosan contains 0.299% of moisture content, it also has 3000 intake of O-H and N-H group, 1637,32 cm-1 for C=O amide group, 1420,07 cm-1 for C-H group dan 1069,51 cm-1  for C-O-C group and 92.8% degree of deacetylation.

Keywords: Chitosan, Simping shells, waste

Published
2016-11-29
Abstract View: 4
PDF Download: 4