Analisis Koleksi Nilai Sejarah Hindhu Budha Museum Mpu Tantular Sidoarjo Sebagai Sumber Belajar IPS
DOI:
https://doi.org/10.26740/penips.v6i4.82186Keywords:
Museum, Ilmu Pengetahuan Sosial, Sumber BelajarAbstract
Penelitian ini mengkaji analisis koleksi nilai sejarah Hindhu Budha yang ada di museum Mpu Tantular sebagai sumber belajar IPS. Untuk menghadirkan pembelajaran abad 21 yang kontekstual dan bermakna, museum sebagai sarana edukatif dimanfaatkan sebagai sumber belajar untuk memberikan pengalaman nyata dan berbasis kearifan lokal kepada peserta didik. Berdasarkan urgensi tersebut, tujuan dari penelitian ini ialah untuk menganalisis potensi nilai sejarah peninggalan kehidupan masa Hindhu Budha yang relevan dengan pembelajaran IPS. Penelitian ini menggunakan jenis kualitatif dengan wawancara, observasi, serta dokumentasi untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Museum Mpu Tantular memiliki berbagai koleksi peninggalan Hindu-Buddha seperti arca, prasasti, perhiasan, dan relief yang mencerminkan kehidupan sosial, budaya, dan religi masyarakat pada masa lampau. Selain itu, museum juga dimanfaatkan sebagai sumber belajar melalui berbagai program edukasi dan fasilitas penunjang pembelajaran. Dengan demikian, Museum Mpu Tantular memiliki potensi sebagai sumber belajar IPS yang kontekstual dan mampu membantu peserta didik dalam memahami pembelajaran IPS secara lebih nyata, bermakna, dan berbasis kearifan lokal.
Downloads
References
Aliyah, N. (2024). Pemanfaatan sumber belajar dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan motivasi belajar siswa. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 11(1), 45-56.
Anderson, K., & Garcia, M. (2024). Informal learning spaces and historical empathy in social studies education. Journal of Social Studies Research, 48(2), 115-129.
Brown, T., & Miller, R. (2018). Enhancing student engagement through contextual learning environments. International Journal of Educational Research, 89, 45-56.
Davies, L. (2022). Object-based pedagogy in heritage sites: Bridging history and learner consciousness. Pedagogy, Culture & Society, 30(4), 511-528.
Fajriati, R. (2021). Efektivitas pendekatan pembelajaran kontekstual berbasis lingkungan dan budaya lokal terhadap motivasi belajar IPS. Jurnal Inovasi Kurikulum, 18(2), 210-222.
Hasan, S. H. (2019). Pendidikan IPS: Konsep, materi, dan konteks pembelajaran bermakna. Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial, 29(1), 12-25.
Hasanah, U. (2020). Museum sebagai ruang belajar informal dalam meningkatkan literasi sejarah dan kesadaran budaya peserta didik. Jurnal Sejarah dan Edukasi, 8(2), 134-145.
Hasudungan, A. N. (2022). Penerapan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam pembelajaran sejarah dan ilmu pengetahuan sosial. Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS, 7(1), 33-42.
Johnson, E. B. (2014). Contextual Teaching and Learning: Menjadikan Kegiatan Belajar-Mengajar Mengasyikkan dan Bermakna. Bandung: MLC.
Marcus, A. (2019). Teaching history with museums: Strategies for secondary educators. Theory & Research in Social Education, 47(3), 380-402.
Rahmawati, I., & Zidni, M. (2019). Analisis permasalahan pembelajaran IPS di sekolah dasar: Minat dan variasi strategi pembelajaran. Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia, 4(2), 78-85.
Smith, J., & Watson, P. (2021). Meaningful learning in social sciences: A contemporary approach. Teaching and Teacher Education, 98, 103241.
Susanti, E. (2025). Pembentukan kesadaran sosial dan karakter siswa melalui pendidikan IPS kontekstual. Jurnal Ilmu Pendidikan dan Kebudayaan, 13(1), 15-28.
Taylor, S., & Lee, C. (2023). Cultural artifacts as primary sources in social studies curricula. Journal of Curriculum Studies, 55(1), 88-104.
Williams, D. (2020). Overcoming abstraction in social studies through local resources. Educational Studies, 46(5), 589-605.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Sinta Eti Rifqiyah, Niswatin, Nuansa Bayu Segara, Sugiantoro

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Abstract views: 0
,
PDF Downloads: 0
