KESENIAN SEBAGAI MEDIA DAKWAH SUNAN KALIJAGA PADA ABAD KE I5 HINGGA 16 MASEHI

ARTS AS A MEDIUM OF PREACHING IN THE 15TH TO 16TH CENTURIES

Authors

  • Otha Vidyatresna Universitas Negeri Surabaya

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana Sunan Kalijaga memanfaatkan kesenian sebagai media dakwah dalam menyebarkan ajaran Islam kepada masyarakat Jawa pada abad ke-15 hingga ke-16 Masehi. Peneliti tertarik mengangkat tema ini karena pendekatan dakwah melalui kesenian telah memberikan pengaruh pada proses Islamisasi di Jawa. Jika biasanya pendekatan keagamaan dilakukan secara langsung seperti mengajar di masjid atau pesantren dengan memberikan ceramah agama, Sunan Kalijaga dan para wali lainnya seperti Sunan Bonang, Sunan Drajat, Sunan Kudus, Sunan Gunung Jati, dan Sunan Muria justru memilih pendekatan yang lebih halus dan menyentuh hati masyarakat melaui seni dan budaya yang telah hidup di tengah-tengah mereka. Pada masa itu, masyarakat Jawa masih sangat terpengaruh oleh ajaran dan budaya Hindu-Buddha, sehingga pendekatan dakwah yang menyesuaikan diri dengan nilai-nilai lokal menjadi pilihan yang lebih efektif. Sunan Kalijaga, sebagai salah satu tokoh Walisongo, dikenal sebagai wali yang menonjol dalam menggunakan seni dan budaya sebagai sarana menyampaikan pesan-pesan keagamaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan alasan mengapa Sunan Kalijaga lebih memilih kesenian sebagai media dakwah dibandingkan metode konvensional lainnya, mengidentifikasi jenis-jenis kesenian yang digunakan selama proses dakwah, serta menggali filosofi dan makna dakwah yang terkandung dalam setiap karya seni yang diciptakannya. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif, yang artinya tidak menggunakan angka atau statistik, melainkan menggambarkan situasi dan peristiwa berdasarkan data historis dan konteks budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sunan Kalijaga secara sadar memilih kesenian sevagai media dakwah karena beliau memahami bahwa masyarakat Jawa sangat menghargai tradisi dan seni sebagai bagian penting dari kehidupan mereka. Jenis kesenian yang digunakan meliputi wayang kulit, tembang, gamelan, seni ukir, seni pakaian, serta tradisi budaya seperti Grebeg Maulud.

 Kata Kunci: Sunan Kalijaga, Dakwah, Kesenian, Islamisasi

 

Abstract

This study examines how Sunan Kalijaga utilised art as a medium for preaching in spreading Islamic teachings to the people of Java during the 15th to 16th centuries. The researcher is interested in exploring this theme because the approach of spreading Islam thought art has had a significant impact on the process of Islamitation in Java. While religious approaches are typically carried out directly, succh as a teaching in mosques or Islamic boarding schools by delivering religious lectures, Sunan Kalijaga and other saints like Sunan Bonang, Sunan Drajat, Sunan Kudus, Sunan Gunung Jati, and Sunan Muria, optedfor a more subtle and heartfelt approach throuht art and culture that were already deeply rooted in their communities. At the time, Javanese society was still heavily influenced by Hindu-Buddhist teachings and culture, so an approach to da’wah that aligned with local values became a more effective choice. Sunan Kalijaga, as one of the Walisongo figures, is known as a prominent saint who utilised art and culture as a means to convey religious messages. The purpose of this study is to explain why Sunan Kalijaga chose art as a medium for da’wah over conventional methods, identify the types of art used during the da’wah process, and explore the philosophy and meaning of da’wah contained in each artistic work he created. This reserach is qualitative and descriptiptive in nature,meaning it does not use numbers or statistics bur rather describes situasions and events based on historical data and cultural context. The research findings indicate that Sunan Kalijaga consciously chose art as a medium for da’wah because he understood that Javanese society highly values tradition and art as an important part of thier lives. The types of  art used include wayang kulit (shadow puppetry), tembang (traditional songs), gamelan (traditional music), woodcarving, clothing art, and cultural traditions such as Grebed Maulud.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

A. Artikel dan Jurnal

Anggoro, Bayu. (2018). “Wayang dan Seni Pertunjukan: Kajian Sejarah Perkembangan Seni Wayang di Tanah Jawa sebagai Seni Pertunjukan dan Dakwah.” JUSPI : Jurnal Sejarah Peradaban Islam, 2(2).

Ariani, Moh. Anif. (2010). “Model Pengembangan Dakwah Berbasis Budaya Lokal.” Jurnal Ilmu Dakwah, 4(15).

Budiman, Teguh Fajar. (2020). “Konsep Ajaran Sunan Kalijaga (Raden Said) Walisanga Dalam Menyebarkan Agama Islam Melalui Kesenian”, Tsaqofah Jurnal Sejarah dan Kebudayaan, 5(2)

Darmawan, Dicky dan M. Makbul. (2022). “Peran Walisongo Dalam Mengislamkan Tanah Jawa: Perkembangan Islam Di Tanah Jawa.” Jurnal Wahana Karya Ilmiah Pendidikan, 6(2)

Dwi Putra, Fajar. (2016). “Persepsi Masyarakat Jawa Terhadap Tembang Lingsir Wengi Sebagai Sebuah Komunikasi Lintas Budaya Syiar Agama Islam.” Channel, 4(2)

Hafidz, Miftakhurrahman. & Sutjiro. & Kayan Swastika. (2015). “Peranan Sunan Kalijaga Dalam Islamisasi di Jawa Timur tahun 1470-1580.” Artikel Ilmiah Mahasiswa, 1(1)

Hermawan, Agus. (2016). “Meneladani Nilai Ajaran Dakwah Sunan Kalijaga Dalam Mendidik Karakter Bangsa Di Era Globalisasi.” Attarbiyah, 26

Laki, Aron B. (2021). “Peran Sunan Kalijaga Terhadap Bentuk Wayang Kulit Jawa.” Jurnal Kajian Seni, 07(02)

M. Sakdullah. (2014). “Kidung Rumeksa Ing Wengi Karya Sunan Kalijaga Dalam Kajian Teologis.”Jurnal Theologia, 25(2)

Muqotimah, Nurul. & Soelistijanto,R. & Slamet. (2020). “Pengaruh Ajaran Sunan Kalijaga Kepada Masyarakat Demak-Jawa : Sebuah Studi Etnografi.”Historica Education Journal, 1(1)

Santosa & Yudi Armansyah. (2013). “Prinsip Toleransi Sunan Kalijaga dan Kontribusinya Dalam Islamisasi Masyarakat Jawa.” Kontekstualita, 28(1)

Zalikha & Dadan Rusmana. (2023). “Spiritualitas Islam Dalam Suluk Wujil Karya Sunan Bonang Berdasarkan Kajian Semiotik.” Haluan Sastra Budaya, 7(2)

B. Buku

Abdul Halim Mahmud, Ali. 2000. Pendidikan Rohani. Jakarta: Gema Insani Press.

Abdullah, Taufik. 1991. Sejarah Umat Islam Indonesia. Jakarta: Majelis Ulama Indonesia.

Al-Qurtuby, Sumanto. 2003. Arus Cina-Islam-Jawa. Yogyakarta: Inspeal Ahimsakarya Press.

Anwar, Rusydie. 2018. Kesaktian dan Tarekat Sunan Kalijaga. Yogyakarta: Araska.

Aziz, Abdul. 2015. Islam dan Kebudayaan Jawa : Telaah Dakwah Sunan Kalijaga. Bandung: Angkasa.

Azyumardi, Azra. 2002. Islam Nusantara : Jaringan Global dan Lokal. Bandung: Mizan.

Azyumardi, Azra. 2012. Indonesia Dalam Arus Sejarah Jilid . Jakarta: PT. Ichtiar Baru Van Hoeve.

Baqir Zein, Abdul. 1991. Masji-Masjid Bersejarah di Indonesia. Jakarta: PT. Ichtiar Baru Van Hoeve

Chodjim, Ahmad. 2003. Sunan Kalijaga: Mistik dan Makrifat. Jakarta: Serambi Ilmu Semesta.

Departemen Agama RI. 2003. AL-‘ALLIY: Al-Qur’an dan Terjemahannya. Bandung: Diponegoro.

Gottschalk, Louis. 1985. Mengerti Sejarah. Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Graghan, Gilbert J. 1984. A Guide to Historical Method. New York: Fordam University Press.

Hadinata. 2015. Sunan Kalijaga. Yogyakarta: Dipta.

Haidar, Zahra. 2018. Macapat Tembang Jawa, Indah, Dan Kaya Makna. Jakarta: Badan Pengembangan Dan Pembinaan Bahasa

Hakim, Husnul. 2022.Sejarah Lengkap Islam Jawa : Menelusuri Genealogi Corak Islam Tradisi. Yogyakarta : Laksana.

Hasbullah, Moeflich. 2012. Sejarah Sosial Intelektual Islam di Indonesia. Bandung: CV Pustaka Setia.

Hasyim, Umar. 1974. Sunan Kalijaga. Kudus: Menara.

Karim, Abdul. 2007. Sejarah Pemikiran dan Peradaban Islam. Yogyakarta: Pustaka Book Pubhlisher.

Khaelany, Munawar J. 2018. Sunan Kalijaga Guru Suci Orang Jawa. Yogyakarta: Araska.

Kosim. 1983. Metode Sejarah Asas dan Proses. Bandung: Fakultas Sastra Universitas Padjajaran.

Khalid, Abu. Kisah Perjalanan Hidup Walisongo dalam Menyebarkan Agama Islam di Tanah Jawa. Surabaya: Penerbit Karya Ilmu

Marhiyanto, Bambang. 2000. Sunan Kalijaga; Sosok Wali, Filsuf dan Budayawan. Surabaya: Jawara.

Masykur Musa, Ali. 2014. Membumikan Islam Nusantara; Respons Islam Terhadap Isu-Isu Aktual. Jakarta : Serambi Ilmu Semesta.

M. Sholikhin. 2009. Misteri Menara Kudus: Akulturasi Islam dan Hindu dalam Arsitektur Dakwah Sunan Kudus. Jakarta: Serambi.

Mujiburrahman. 2013. Seni dan Dakwah Sunan Kalijaga. Surabaya: LkiS.

Nasution, Harun. 1992. Ensiklopedi Islam Indonesia. Jakarta: Percetakan Sapdodadi.

Ricklefs, M.C. 2013. Mengislamkan Jawa : Sejarah Islamisasi Di Jawa Dan Penentangnya Dari 1930 Sampai Sekarang. Jakarta: Serambi.

R. Poedjosoebroto. 1978. Wayang Lambang Ajaran Islam. Jakarta: Pradnya Paramita.

Saputra, Jhony H. 2018. Mengungkap Perjalanan Sunan Kalijaga. Jakarta: Pustaka Media.

Sofwan, Ridin. 2000. Islamisasi di Jawa: Walisongo, Penyebar Islam di Jawa, Menurut Penuturan Babad. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Soedjono. 2005. Sunan Kalijaga: Hipotesa Kronologis. Kadilangu: Yayasan Sunan Kalijaga Kadilangu.

Sunyoto, Agus. 2016. Atlas Wali Songo. Tangerang Selatan: Pustaka IIMaN dan LESBUMI PBNU.

Thohir, Ajid. 2009. Perkembangan Peradaban di Kawasan Dunia Islam. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Tugiyono. 2004. Sejarah SMA Kelas 2. Jakarta: Grasindo.

Wishnu W, Conie. 2022. Kanjeng Sunan Kalijaga Jejak-Jejak Sang Legenda. Bogor: Guepedia.

Zainal Arifin, Achmad dkk. 2018. Memaknai Kembali Sunan Kalijaga. Yogyakarta: FA PRESS.

Downloads

Published

2026-03-04

Issue

Section

Articles
Abstract views: 53 , PDF Downloads: 32