PENGALAMAN MENJADI PRIA TRANSGENDER (WARIA): SEBUAH STUDI FENOMENOLOGI (The experience of Becoming Transvestites: A Phenomenological Study)

  • EKAWATI SRI WAHYU NINGSIH
  • Muhammad Syafiq

Abstract

This study aims to explore the experience of transgender men experiences in their daily lives. This study used a qualitative approach with a phenomenological method. Participants in this study were transgender men consist of five people who were recruited by purposive and snowball sampling. Data were collected using semi-structured interviews and analyzed using Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). This study reveals four main themes, namely the perceived factors that cause individuals to become transgender man, coming out process, the impacts of becoming transgender men, and coping strategies. Most participants perceive their transgender identity as innate. The other result showed  that the participants decide to come out their transgender identity when they have found their fellow transgender men community. However they disclose their identity only to a limited group. The coming out process of the participants have caused the negative impacts from their society, which one being stigmatized and rejected that eventually cause internal conflicts. The negative impacts make the participants use coping strategies, which are assistance seeking and denial. Most participants use assistence seeking strategy by joining transgender men community. The other participants use denial strategy by ignoring all negative response from their society.

Keywords: Transverstites, coming out, coping strategies

 

Abstrak:

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman seorang pria transgender (waria) dalam menjalani hari-harinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Partisipan dalam penelitian ini adalah pria transgender (waria) yang berjumlah lima orang yang direkrut dengan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Data dalam penelitian dikumpulkan dengan wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan teknik Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Penelitian ini berhasil mengidentifikasi empat tema utama yaitu faktor penyebab menjadi waria, coming out, dampak menjadi waria, dan strategi menghadapi dampak menjadi waria (coping) dan harapan. Sebagian besar partisipan mempersepsikan bahwa identitas gendernya sebagai waria merupakan pembawaan sejak lahir. Hasil lain menunjukkan bahwa partisipan berani melakukan coming out ketika bergabung dengan komunitas waria. Namun, mereka menunjukkan identitasnya hanya pada sekelompok orang. Proses coming out yang dilakukan partisipan menimbulkan berbagai dampak negatif dari masyarakat berupa pemberian stigma dan penolakan yang akhirnya menyebabkan konflik internal dalam diri partisipan. Dampak-dampak yang timbul membuat mereka menggunakan strategi coping, yaitu pencarian bantuan dan pengabaian. Sebagian besar partisipan mencari dukungan dengan bergabung bersama komunitas waria. Partisipan  yang lain mengabaikan permasalahan yang dihadapi berupa hinaan dari masyarakat.

Kata Kunci: Waria, coming out, strategi coping

 

 

 

 

 

Published
2015-02-05
Abstract View: 129
PDF Download: 311