METODE PEMBELAJARAN DAN SISTEM REGENERASI DALAM ORKES KERONCONG KAKAS DI KABUPATEN TRENGGALEK
metode pembelajaran, sistem regenerasi, musik keroncong, pendidikan nonformal, orkes keroncong KAKAS
Kata Kunci:
metode pembelajaran, sistem regenerasi, musik keroncong, pendidikan nonformal, orkes keroncong KAKASAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan metode pembelajaran musik keroncong dan sistem regenerasi musisi di Orkes Keroncong KAKAS Kabupaten Trenggalek. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran di Orkes Keroncong KAKAS dilaksanakan dalam sistem pendidikan nonformal melalui demonstrasi, latihan berulang (repetisi), tutor sebaya, latihan ansambel, dan fun learning yang didukung pemberian penguatan (reinforcement). Sistem regenerasi dilakukan melalui rekrutmen anggota dari lingkungan sekolah, pendampingan oleh anggota senior, keterlibatan anggota dalam latihan dan pertunjukan, serta pewarisan pengetahuan, keterampilan, nilai budaya, dan identitas musikal kepada generasi muda. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode pembelajaran dan sistem regenerasi di Orkes Keroncong KAKAS saling mendukung dalam mengembangkan kemampuan musikal sekaligus menjaga keberlangsungan musik keroncong melalui proses pewarisan budaya yang berlangsung secara berkelanjutan.
Unduhan
Referensi
Amelani, L. R., & Handayani, E. W. (2020). Pembelajaran musik
keroncong pada Komunitas Keroncong Anak Jombang Jawa
Timur. Jurnal Pendidikan Sendratasik, 8(1).
Asriyani, N. (2019). Strategi enkulturasi dalam regenerasi Orkes
Keroncong Gema Kencana Banyumas (Undergraduate thesis,
Universitas Negeri Semarang).
Coombs, P. H., & Ahmed, M. (1974). Attacking rural poverty: How
nonformal education can help. Johns Hopkins University Press.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design:
Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th
ed.). SAGE Publications.
Denzin, N. K. (1978). The research act: A theoretical introduction
to sociological methods (2nd ed.). McGraw-Hill.
Haryoko, S., Bahartiar, A. P., & Arwadi, F. (2020). Analisis data
penelitian kualitatif: Konsep, teknik dan prosedur analisis.
Badan Penerbit Universitas Negeri Makassar.
Jiveko, Y. S. (2019). Proses pembelajaran musik keroncong di SMA
Negeri 2 Trenggalek tahun 2016–2018 (Undergraduate thesis,
Universitas Negeri Malang).
Lave, J., & Wenger, E. (1991). Situated learning: Legitimate
peripheral participation. Cambridge University Press.
Mahardika, K. (2021). Metode pembelajaran tutor sebaya musik
keroncong di Komunitas Keroncong Anak Jombang pada kelas
lanjutan (Undergraduate thesis, Institut Seni Indonesia
Yogyakarta).
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis:
An expanded sourcebook (2nd ed.). SAGE Publications.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative
data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE
Publications.
Nettl, B. (2005). The study of ethnomusicology: Thirty-one issues
and concepts. University of Illinois Press.
Sanjaya, W. (2016). Strategi pembelajaran berorientasi standar
proses pendidikan. Kencana.
Skinner, B. F. (1953). Science and human behavior. Macmillan.
Sugiyono. (2018). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D.
Alfabeta.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sendratasik

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Abstract views: 0
,
PDF Downloads: 0



