Peran Guru dalam Menerapkan Metode Role Playing untuk Menanamkan Nilai Toleransi dan Empati Guna Mencegah Bullying di Kelas IV Sekolah Dasar
Abstract
Bullying di sekolah dasar dapat menghambat perkembangan sosial-emosional peserta didik sehingga guru memerlukan strategi pembelajaran yang memberi pengalaman langsung untuk memahami perasaan, perbedaan, dan konsekuensi tindakan; penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan, dampak, serta upaya dan kendala guru dalam menerapkan metode role playing untuk menanamkan toleransi dan empati guna mencegah bullying di kelas IV. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di SDN Petemon XII Surabaya, melibatkan seorang guru kelas dan tiga peserta didik sebagai informan utama, sedangkan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan analisis modul ajar serta diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil menunjukkan bahwa guru melaksanakan role playing secara sistematis melalui penentuan tema, pembentukan kelompok heterogen, pembagian skenario dan peran, latihan, penampilan, diskusi, refleksi, serta evaluasi dengan menjalankan fungsi sebagai fasilitator, motivator, pembimbing, dan evaluator; pengalaman memerankan korban, pelaku, pengamat, dan pembela mendorong peserta didik lebih menghargai perbedaan, memahami perasaan teman, memberi bantuan, mengenali bentuk bullying, dan berani melakukan pembelaan yang aman. Kendala berupa rendahnya kepercayaan diri dan keterbatasan waktu dapat diatasi melalui motivasi, pendampingan, pemodelan peran, serta pengelolaan waktu terstruktur, sehingga role playing berpotensi menjadi strategi kontekstual untuk memperkuat karakter dan budaya kelas anti-bullying.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Vivi Inggar Khofifah, Vicky Dwi Wicaksono, Maretha Dellarosa, Hendrik Pandu Paksi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Abstract views: 0
,
PDF Downloads: 0

