Kuliner Tradisional dan Identitas Budaya: Dodol dalam Perspektif Religius dan Sosial Budaya Bali

Penulis

  • Irena Clara Mahasiswa

Abstrak

 

Kuliner tradisional memiliki peranan yang lebih luas daripada sekadar memenuhi kebutuhan nutrisi; ia juga berfungsi sebagai representasi dari identitas budaya dan nilai spiritual dalam suatu komunitas. Kajian ini fokus pada dodol Bali sebagai salah satu elemen warisan budaya yang mengandung nilai- nilai religius serta sosial budaya khas masyarakat Bali. Melalui pendekatan narrative literature review, penelitian ini menggabungkan berbagai referensi dari sumber akademik maupun non-akademik guna menelusuri fungsi dodol dalam praktik keagamaan Hindu Bali dan interaksi sosial sehari-hari. Temuan studi mengindikasikan bahwa dodol tidak semata-mata dijadikan sajian dalam ritual keagamaan seperti Nyepi, melainkan juga sebagai simbol yang menyampaikan nilai-nilai tradisi leluhur sekaligus mempererat solidaritas sosial. Keberlanjutan proses pembuatan dodol dengan mempertahankan metode tradisional menggambarkan adanya kesinambungan budaya yang kuat di tengah dinamika modernisasi dan globalisasi. Studi ini menggarisbawahi urgensi pelestarian kuliner tradisional sebagai salah satu strategi dalam mempertahankan identitas budaya lokal sekaligus mendukung pengembangan pariwisata budaya yang berkelanjutan.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-30

Cara Mengutip

Irena Clara. (2026). Kuliner Tradisional dan Identitas Budaya: Dodol dalam Perspektif Religius dan Sosial Budaya Bali. Jurnal Tata Boga, 15(1). Diambil dari https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-tata-boga/article/view/67767
Abstract views: 2 , PDF Downloads: 1