Kuliner Tradisional dan Identitas Budaya: Dodol dalam Perspektif Religius dan Sosial Budaya Bali
Abstrak
Kuliner tradisional memiliki peranan yang lebih luas daripada sekadar memenuhi kebutuhan nutrisi; ia juga berfungsi sebagai representasi dari identitas budaya dan nilai spiritual dalam suatu komunitas. Kajian ini fokus pada dodol Bali sebagai salah satu elemen warisan budaya yang mengandung nilai- nilai religius serta sosial budaya khas masyarakat Bali. Melalui pendekatan narrative literature review, penelitian ini menggabungkan berbagai referensi dari sumber akademik maupun non-akademik guna menelusuri fungsi dodol dalam praktik keagamaan Hindu Bali dan interaksi sosial sehari-hari. Temuan studi mengindikasikan bahwa dodol tidak semata-mata dijadikan sajian dalam ritual keagamaan seperti Nyepi, melainkan juga sebagai simbol yang menyampaikan nilai-nilai tradisi leluhur sekaligus mempererat solidaritas sosial. Keberlanjutan proses pembuatan dodol dengan mempertahankan metode tradisional menggambarkan adanya kesinambungan budaya yang kuat di tengah dinamika modernisasi dan globalisasi. Studi ini menggarisbawahi urgensi pelestarian kuliner tradisional sebagai salah satu strategi dalam mempertahankan identitas budaya lokal sekaligus mendukung pengembangan pariwisata budaya yang berkelanjutan.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Abstract views: 2
,
PDF Downloads: 1