FILOSOFI OREM-OREM SEBAGAI REPRESENTASI SIMBOLIK KELAHIRAN DALAM TRADISI MASYARAKAT JEMBER, JAWA TIMUR
FILOSOFI OREM-OREM SEBAGAI REPRESENTASI SIMBOLIK KELAHIRAN
Abstrak
Penelitian ini membahas makna simbolik orem-orem sebagai bagian dari tradisi kelahiran dalam masyarakat Jember, Jawa Timur. Masalah utama yang dikaji adalah bagaimana orem-orem, sebagai kuliner tradisional, merepresentasikan nilai-nilai budaya yang berkaitan dengan proses kelahiran dan kehidupan baru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap filosofi yang terkandung dalam penyajian dan penggunaan orem-orem dalam konteks kelahiran, serta bagaimana masyarakat Jember memaknai tadisi tersebut sebagai bagian dari identitas budaya lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi, melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam terhadap sesepuh, ibu hajat, serta juru masak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orem-orem tidak sekadar makanan, melainkan simbol harapan, kesuburan, dan keberlanjutan hidup. Penggunaan bahan dasar seperti tempe, tahu, kluwih dan santan mengandung makna filosofis tentang kehangatan keluarga, keikhlasan, dan kesederhanaan dalam menyambut kehidupan baru. Tradisi ini juga memperkuat nilai kebersamaan dan solidaritas sosial dalam masyarakat Jember.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Abstract views: 0
,
PDF Downloads: 0