FILOSOFI OREM-OREM SEBAGAI REPRESENTASI SIMBOLIK KELAHIRAN DALAM TRADISI MASYARAKAT JEMBER, JAWA TIMUR

FILOSOFI OREM-OREM SEBAGAI REPRESENTASI SIMBOLIK KELAHIRAN

Penulis

  • nanda1 zendio1 Universitas Negeri Surabaya

Abstrak

Penelitian ini membahas makna simbolik orem-orem sebagai bagian dari tradisi kelahiran dalam masyarakat Jember, Jawa Timur. Masalah utama yang dikaji adalah bagaimana orem-orem, sebagai kuliner tradisional, merepresentasikan nilai-nilai budaya yang berkaitan dengan proses kelahiran dan kehidupan baru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap filosofi yang terkandung dalam penyajian dan penggunaan orem-orem dalam konteks kelahiran, serta bagaimana masyarakat Jember memaknai tadisi tersebut sebagai bagian dari identitas budaya lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi, melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam terhadap sesepuh, ibu hajat, serta juru masak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orem-orem tidak sekadar makanan, melainkan simbol harapan, kesuburan, dan keberlanjutan hidup. Penggunaan bahan dasar seperti tempe, tahu, kluwih dan santan mengandung makna filosofis tentang kehangatan keluarga, keikhlasan, dan kesederhanaan dalam menyambut kehidupan baru. Tradisi ini juga memperkuat nilai kebersamaan dan solidaritas sosial dalam masyarakat Jember.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-30

Cara Mengutip

zendio1, nanda1. (2026). FILOSOFI OREM-OREM SEBAGAI REPRESENTASI SIMBOLIK KELAHIRAN DALAM TRADISI MASYARAKAT JEMBER, JAWA TIMUR: FILOSOFI OREM-OREM SEBAGAI REPRESENTASI SIMBOLIK KELAHIRAN. Jurnal Tata Boga, 15(1). Diambil dari https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-tata-boga/article/view/68027
Abstract views: 0 , PDF Downloads: 0