Desain Senyawa Turunan Coumarin-Pyrazolines sebagai Antimalaria
Isi Artikel Utama
Abstrak
Coumarin–pyrazoline merupakan senyawa hibrida yang berpotensi dikembangkan sebagai kandidat obat karena aktivitas biologinya yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kuantitatif antara struktur kimia dan aktivitas biologis (HKSA) senyawa turunan coumarin–pyrazoline menggunakan pendekatan Quantitative Structure–Activity Relationship (QSAR). Sebanyak sepuluh senyawa turunan dianalisis secara in silico. Struktur molekul divisualisasikan dalam bentuk dua dimensi (2D) menggunakan ChemDraw Ultra 12.0 dan dioptimasi secara geometri. Parameter deskriptor lipofilik (LogP dan LogS), elektronik (energi total/Etot dan EHOMO), serta sterik (berat molekul/MW dan volume van der Waals/Vw) dihitung menggunakan ChemDraw 3D dan ADMET Lab. Analisis statistik dilakukan menggunakan regresi linier berganda (multiple linear regression, MLR) dengan metode backward melalui perangkat lunak IBM SPSS Statistics v22 untuk memperoleh model HKSA terbaik. Analisis statistik dilakukan menggunakan regresi linier berganda (multiple linear regression, MLR) dengan metode backward elimination melalui perangkat lunak IBM SPSS Statistics v22 untuk memperoleh model HKSA terbaik. Hasil analisis menunjukkan bahwa model terbaik diperoleh dengan nilai adjusted R² sebesar 0,719. Parameter Etot merupakan deskriptor paling signifikan (p < 0,05), sedangkan LogS berperan sebagai parameter pendukung dalam model. Berdasarkan hasil prediksi aktivitas, satu senyawa menunjukkan potensi tertinggi sebagai kandidat senyawa aktif. Model HKSA yang diperoleh diharapkan dapat digunakan sebagai dasar perancangan senyawa coumarin–pyrazoline dengan aktivitas biologis yang lebih optimal.
Unduhan
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Copyright @ Unesa Journal of Chemistry
Referensi
[1] J. La Kilo, A. La Kilo, and S. Hamdiani, “QSAR and Ab Initio studies of quinolon-4 (1H)-imine derivatives as antimalarial agents,” Acta Chimica Asiana, vol. 4, no. 1, pp. 192–196, 2021.
[2] B. Blasco, D. Leroy, and D. A. Fidock, “Antimalarial drug resistance: linking Plasmodium falciparum parasite biology to the clinic,” Nature Medicine, vol. 23, no. 8, pp. 917–928, 2017.
[3] C. Viegas-Junior, A. Danuello, V. da Silva Bolzani, E. J. Barreiro, and C. A. M. Fraga, “Molecular hybridization: a useful tool in the design of new drug prototypes,” Current Medicinal Chemistry, vol. 14, no. 17, pp. 1829–1852, 2007.
[4] A. Kumar, B. Singh, and P. Sharma, “Computational QSAR study of quinoline and quinine derivatives against malaria parasite,” Journal of Molecular Structure, vol. 1250, p. 131894, 2022.
[5] H. Kubinyi, “QSAR and 3D-QSAR in drug design. Part 1: Methodology,” Drug Discovery Today, vol. 1, no. 1, pp. 457–464, 1993.
[6] W. Akhter, A. Marella, M. Shaquiquzzaman, M. Akhter, and M. M. Alam, “Microwave assisted synthesis of pyrazoline-coumarin hybrids and their in-vitro antimalarial evaluation,” Journal of Pharmaceutical Research, vol. 9, pp. 318–322, 2015.
[7] R. E. Martin and K. Kirk, “The malaria parasite’s chloroquine resistance transporter is a member of the drug/metabolite transporter superfamily,” Molecular Biology and Evolution, vol. 21, no. 10, pp. 1938–1949, 2004.
[8] C. Hansch and A. Leo, Exploring QSAR: Hydrophobic, Electronic, and Steric Constants. Washington, DC, USA: ACS, 1995.
[9] Siswandono and T. Widiandani, Kimia Medisinal. Surabaya, Indonesia: Airlangga University Press, 2016.
[10] C. Hansch, A. Leo, and D. Hoekman, Exploring QSAR. Washington, DC, USA: ACS Publications, 2002.