Hubungan Pola Makan dan Aktivitas Sedentari dengan Obesitas pada Remaja di SMP Labschool UNESA 2
Kata Kunci:
pola makan, aktivitas sedentari, obesitas, remajaAbstrak
Obesitas pada remaja merupakan salah satu permasalahan gizi yang terus meningkat dan berisiko menimbulkan berbagai masalah kesehatan di masa dewasa. Pola makan yang tidak seimbang serta tingginya aktivitas sedentari diduga berkaitan dengan terjadinya obesitas pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola makan dan aktivitas sedentari dengan obesitas pada remaja di SMP Labschool UNESA 2. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 60 responden. Pengambilan sampel diawali dengan skrining status gizi pada seluruh populasi, kemudian teknik pengambilan sampel dilakukan bertahap dengan teknik total sampling pada responden obesitas dan teknik simple random sampling pada responden tidak obesitas. Data dikumpulkan menggunakan formulir SQ-FFQ, formulir ASAQ, dan pengukuran berat badan serta tinggi badan. Analisis data menggunakan uji Rank Spearman. Hasil analisis menunjukkan bahwa frekuensi makan (p=0,010; r=0,329) dan jumlah asupan energi (p=0,029; r=0,282) memiliki hubungan yang signifikan dengan obesitas pada remaja di SMP Labschool UNESA 2. Sementara itu, jumlah asupan protein, lemak, karbohidrat, serta aktivitas sedentari tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan obesitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa obesitas pada remaja di SMP Labschool UNESA 2 lebih berkaitan dengan frekuensi makan dan jumlah asupan energi dibandingkan dengan zat gizi makro secara terpisah maupun aktivitas sedentari.
Unduhan
Referensi
Agita, V. V., Widyastuti, N., & Nissa, C. (2018). Asupan Energi Cemilan, Durasi dan Kualitas Tidur Pada Remaja Obesitas Dan Non Obesitas. Journal of Nutrition College, 7(3). https://doi.org/10.14710/jnc.v7i3.22280
Alasqah, I., Mahmud, I., East, L., & Usher, K. (2021). Patterns of Physical Activity and Dietary Habits among Adolescents in Saudi Arabia: A Systematic Review. International Journal of Health Sciences, 15(2), 39–48.
Almatsier, S. (2009). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. PT Gramedia Pustaka Utama.
Amini, A. Z. (2016). Sedentary Lifestyle Sebagai Faktor Risiko Obesitas Pada Remaja Smp Stunting Usia 12-15 Tahun Di Kota Semarang. In Program Studi Ilmu Gizi.
Arundell, L., Fletcher, E., Salmon, J., Veitch, J., & Hinkley, T. (2016). A systematic review of the prevalence of sedentary behavior during the after-school period among children aged 5-18 years. International Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity, 13(1), 93. https://doi.org/10.1186/s12966-016-0419-1
Asyera br Sinulingga, P., Sri Andayani, L., & Lubis, Z. (2021). Hubungan Pengetahuan dengan Perilaku Sedentari yang Berisiko Obesitas pada Remaja di Kota Medan. Jurnal Health Sains, 2(5). https://doi.org/10.46799/jhs.v2i5.156
Atmaka, D. R. (2021, July 23). Makanan Tinggi Kandungan Sukrosa dan Fruktosa menjadi Pemicu Obesitas. https://unair.ac.id/makanan-tinggi-kandungan-sukrosa-dan-fruktosa-menjadi-pemicu-obesitas
Aziziyah, N. M., & Anggraeni, E. (2024). Hubungan Pola Makan dengan Kejadian Obesitas Remaja SMAN 1 Kutorejo Kabupaten Mojokerto. Seminar Publikasi Ilmiah Kesehatan Nasional, 03(01), 981–992. https://spikesnas.khkediri.ac.id/SPIKesNas/index.php/MOO
Dewita, E. (2021). Hubungan Pola Makan dengan Kejadian Obesitas pada Remaja di SMA Negeri 2 Tambang. Jurnal Kesehatan Tambusai, 2(1), 7–14. https://doi.org/10.31004/jkt.v2i1.1554
Fauziah, L. R., & Indrawati, V. (2023). Hubungan Konsumsi Sayuran dan Buah, Asupan Zat Gizi Makro dan Aktivitas Fisik dengan Status Gizi Remaja. Journal Health and Nutritions, 9(2), 2549–7618.
Februhartanty, J., Ermayani, E., Rachman, P. H., Dianawati, H., & Harsian, H. (2019). Gizi dan Kesehatan Remaja (J. Setiyono, Ed.; 2nd ed.). SEAMEO REFCON Kemendikbud RI. http://repositori.kemdikbud.go.id/id/eprint/20939%0A
Gropper, S. S. , Smith, J. L., & Carr, T. P. (2018). Advanced nutrition and human metabolism (7th ed.). Cengage Learning.
Hafid, W., Hanapi, S., & Dai, S. S. (2020). Frekuensi Makan, Parental Fatness Dengan Kejadian Obesitas Pada Siswa Sekolah Menengah Atas. Jurnal Promotif Preventif, 3(1), 30–35. https://doi.org/10.47650/jpp.v3i1.152
Hall, K. D., Heymsfield, S. B., Kemnitz, J. W., Klein, S., Schoeller, D. A., & Speakman, J. R. (2012). Energy balance and its components: implications for body weight regulation. The American Journal of Clinical Nutrition, 95(4), 989–994. https://doi.org/10.3945/ajcn.112.036350
Kemenkes RI. (2018a). Laporan Nasional Riskesdas 2018. In Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Kemenkes RI. (2018b). Laporan Provinsi Jawa Timur RISKESDAS 2018. In Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Kurdanti, W., Suryani, I., Syamsiatun, N. H., Siwi, L. P., Adityanti, M. M., Mustikaningsih, D., & Sholihah, K. I. (2015). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Obesitas pada Remaja. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 11(4), 179–190. https://doi.org/10.22146/ijcn.22900
Leech, R. M., McNaughton, S. A., & Timperio, A. (2014). The clustering of diet, physical activity and sedentary behavior in children and adolescents: a review. International Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity, 11(1), 4. https://doi.org/10.1186/1479-5868-11-4
Mardiana, Yusuf, M., & Sriwiyanti. (2022). Hubungan Beberapa Faktor dengan Kejadian Obesitas Remaja di Palembang. Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang, 17(1), 2654–3427. https://doi.org/10.36086/jpp.v17i1
Mutia, A. (2021). Hubungan Pola Makan dan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Obesitas Remaja pada Masa Pandemi Covid-19 di SMP N 20 Kota Bengkulu [Skripsi, Poltekkes Kemenkes Bengkulu]. https://doi.org/10.14710/jnc.v11i1.32070
NIH. (2022). What Are Overweight and Obesity? NIH: National Heart, Lung, and Blood Institute. https://www.nhlbi.nih.gov/health/overweight-and-obesity
Nugraha, F., Relaksana, R., & Siregar, A. Y. M. (2021). Determinan Sosial Ekonomi terhadap Berat Badan Lebih dan Obesitas di Indonesia: Analisis Data IFLS 2014. Jurnal Ekonomi Kesehatan Indonesia, 5(2). https://doi.org/10.7454/eki.v5i2.4124
Nugroho, P. S., & Hikmah, A. U. R. (2020). Kebiasaan Konsumsi Junk Food dan Frekuensi Makan Terhadap Obesitas. JURNAL DUNIA KESMAS, 9(2). https://doi.org/10.33024/jdk.v9i2.3004
Octari, C., Liputo, N. I., & Edison, E. (2014). Hubungan Status Sosial Ekonomi dan Gaya Hidup dengan Kejadian Obesitas pada Siswa SD Negeri 08 Alang Lawas Padang. Jurnal Kesehatan Andalas, 3(2). https://doi.org/10.25077/jka.v3i2.50
Pasiakos, S. M., Lieberman, H. R., & Fulgoni, V. L. (2015). Higher-Protein Diets Are Associated with Higher HDL Cholesterol and Lower BMI and Waist Circumference in US Adults. The Journal of Nutrition, 145(3), 605–614. https://doi.org/10.3945/jn.114.205203
Pearson, N., & Biddle, S. J. H. (2011). Sedentary Behavior and Dietary Intake in Children, Adolescents, and Adults. American Journal of Preventive Medicine, 41(2), 178–188. https://doi.org/10.1016/j.amepre.2011.05.002
Pramita, R. D., & Griadhi, I. P. A. (2016). Hubungan Antara Perilaku Sedentari Dengan Indeks Massa Tubuh Pada Siswa Kelas V Di SD Cipta Dharma Denpasar. E-Jurnal Medika Udayana.
Rachma, R. A., & Mahmudiono, T. (2023). Hubungan Faktor Genetik dan Asupan Energi dengan Kejadian Obesitas. Media Gizi Kesmas, 12(2), 1002–1006. https://doi.org/10.20473/mgk.v12i2.2023.1002-1006
Rahayu, D., Nasution, N. U. S., Sri Mulyani, Dewi Erowati, & Yolahumaroh. (2025). Hubungan Asupan Energi dan Asupan Zat Gizi Makro Terhadap Kejadian Obesitas pada Remaja. Jurnal Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health), 11(2), 290–299. https://doi.org/10.25311/keskom.vol11.iss2.2036
Rosida, H., & Adi, A. C. (2017). Hubungan Kebiasaan Sarapan, Tingkat Kecukupan Energi, Karbohidrat, Protein dan Lemak dengan Status Gizi pada Siswa Pondok Pesantren Al-Fattah Buduran, Sidoarjo. Media Gizi Indonesia, 12(2), 116–122.
Safutri, A. J. (2022). Hubungan Asupan Energi dan Zat Gizi Makro serta Aktivitas Fisik dengan Kejadian Gizi Lebih pada Remaja Di SMPN 21 Padang Tahun 2022. Poltekkes Kemenkes Padang.
Sartika, R. A. D. (2011). Faktor Risiko Obesitas pada Anak 5-15 Tahun di Indonesia. Maraka Kesehatan, 15(1), 37–43.
Septiana, P., Nugroho, F. A., & Wilujeng, C. S. (2018). Konsumsi Junk food dan Serat pada Remaja Putri Overweight dan Obesitas yang Indekos. Jurnal Kedokteran Brawijaya, 61–67. https://doi.org/10.21776/ub.jkb.2018.030.01.11
Sidarthayani, N. P. V., Andayani, N. L. N., Indrayani, A. W., & Tianing, N. W. (2023). Sedentary LifstyleI Memengaruhi Tingkat Kejadian Obesitas Siswa Sekolah Menengah Pertama. Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia, 11(3), 245. https://doi.org/10.24843/MIFI.2023.v11.i03.p04
Simamora, H. G., Silalahi, S., Simamora, F. A., Tinggi, S., Kesehatan, I., & Elisabeth, S. (2025). Hubungan Pola Makan dan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Obesitas pada Remaja di SMP Swasta Katolik Assisi Medan Tahun 2025. Informasi Pembangunan: Jurnal Kelitbangan, 13. https://doi.org/10.35450/jip.v13i02.1214
Sulistyoningsih, H. (2011). Gizi Untuk Kesehatan Ibu dan Anak. In Graha Ilmu (Edisi Pert).
Suryaputra, K., & Nadhiroh, S. R. (2012). Perbedaan Pola Makan dan Aktivitas Fisik antara Remaja Obesitas dengan Non Obesitas. Makara Journal of Health Reseacrh, 16(1), 45–50.
Swinburn, B. A., Sacks, G., Hall, K. D., McPherson, K., Finegood, D. T., Moodie, M. L., & Gortmaker, S. L. (2011). The global obesity pandemic: shaped by global drivers and local environments. The Lancet, 378(9793), 804–814. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(11)60813-1
Telisa, I., Hartati, Y., & Haripamilu, A. D. (2020). Faktor Risiko Terjadinya Obesitas Pada Remaja SMA. Faletehan Health Journal, 7(03). https://doi.org/10.33746/fhj.v7i03.160
Tremblay, M. S., Aubert, S., Barnes, J. D., Saunders, T. J., Carson, V., Latimer-Cheung, A. E., Chastin, S. F. M., Altenburg, T. M., Chinapaw, M. J. M., Aminian, S., Arundell, L., Hinkley, T., Hnatiuk, J., Atkin, A. J., Belanger, K., Chaput, J. P., Gunnell, K., Larouche, R., Manyanga, T., … Wondergem, R. (2017). Sedentary Behavior Research Network (SBRN) - Terminology Consensus Project process and outcome. International Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity , 14(1). https://doi.org/10.1186/s12966-017-0525-8
Tsabita, S. A., & Dini, C. Y. (2024). Hubungan Asupan Makronutrien, Konsumsi Sayur Buah, dan Aktivitas Fisik dengan Status Gizi Siswa SMPN 2 Candi. Darussalam Nutrition Journal, 8(2), 83–95. https://doi.org/10.21111/dnj.v8i2.11617
Ubro, I. (2014). Hubungan antara Asupan Energi dengan Status Gizi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Angkatan 2013 Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Jurnal E-Biomedik, 2(1). https://doi.org/10.35790/ebm.2.1.2014.3753
WHO. (2021). Obesity and Overweight. World Health Organization. https://www.who.int/en/news-room/fact-sheets/detail/obesity-and-overweight
Yuliana, Y., & Winarno, M. (2022). Hubungan Aktivitas Fisik dan Pola Makan Terhadap Status Obesitas Pada Siswa Sekolah Menengah Pertama. Sport Science and Health, 2(6). https://doi.org/10.17977/um062v2i62020p301-311
Yulianti, I., Meilinawati, E., & Ibnu, F. (2018). Hubungan Perilaku Sedentari dengan Kejadian Obesitas pada Remaja Dd SMP Negeri 1 Mojoanyar Mojokerto. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9).
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Gizi dan Kesehatan Nusantara

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Abstract views: 0
,
PDF Downloads: 0