Analisis Gizi Makro, Kadar Air Dan Kadar Abu Pada Fettuccine Bebas Gluten Berbasis Tepung Sorgum Dengan Substitusi Tepung Kacang Hijau

Penulis

  • R. Rr. Athiyah Pavita Nunciata Universitas Negeri Surabaya

Kata Kunci:

pasta fettuccine bebas gluten, tepung sorgum, tepung kacang hijau

Abstrak

Peningkatan kesadaran masyarakat tentang kesehatan serta sensitivitas terhadap gluten telah mendorong pengembangan dan konsumsi produk makanan bebas gluten. Sorgum merupakan salah satu sumber pangan bebas gluten dengan kandungan serat dan antioksidan yang tinggi. Kacang hijau mengandung tinggi protein dan mikronutrien lain yang bermanfaat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kandungan gizi makro, kadar air dan kadar abu dari produk fettuccine bebas gluten berbasis tepung sorgum dengan substitusi tepung kacang hijau. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental terhadap pengembangan produk fettuccine bebas gluten. Formula tepung sorgum dan tepung kacang hijau yang digunakan dalam penelitian ini adalah 60:40, dengan tambahan bahan lainnya yaitu telur, xanthan gum, minyak, dan garam. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan laboratorium pada produk fettuccine bebas gluten dalam keadaan mentah menggunakan metode analisis proksimat. Hasil analisis menunjukkan pada 100 gram fettuccine bebas gluten mengandung 61,60% karbohidrat, 11,81% protein, 5,64% lemak, 19,62% kadar air, dan 1,02% kadar abu. Tingginya kadar air dikarenakan dalam penelitian ini tidak dilakukan sampai tahap pengeringan produk. Selain itu, terdapat kelebihan dan kekurangan dari produk fettuccine bebas gluten apabila dibandingkan dengan syarat mutu SNI dan produk komersil lain. Keunggulan dari produk penelitian ini adalah menggunakan bahan utama bebas gluten. Kekurangan dari produk fettuccine bebas gluten dalam penelitian ini adalah kadar abu yang terhitung tinggi, karena tidak sesuai dengan syarat mutu SNI.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Alamri, E. S. (2020). Efficacy of gluten- and casein-free diets on autism spectrum disorders in children. Saudi Medical Journal, 41(10), 1041–1046. https://doi.org/10.15537/smj.2020.10.25308

Azis, R., & Akolo, I. R. (2019). Karakteristik Mutu Kadar air , kadar abu dan Organoleptik pada Penyedap Rasa instan. Journal Of Agritech Science (JASc), 3(2), 60–77. https://doi.org/10.30869/jasc.v3i2.396

Badan Standardisasi Nasional. (1992). SNI 01-4454-1998 Spaghetti. Badan Standardisasi Nasional.

Balakireva, A., & Zamyatnin, A. (2016). Properties of Gluten Intolerance: Gluten Structure, Evolution, Pathogenicity and Detoxification Capabilities. Nutrients, 8(10), 644. https://doi.org/10.3390/nu8100644

Cabanillas, B. (2020). Gluten-related disorders: Celiac disease, wheat allergy, and nonceliac gluten sensitivity. Critical Reviews in Food Science and Nutrition, 60(15), 2606–2621. https://doi.org/10.1080/10408398.2019.1651689

Dahiya, P. K., Linnemann, A. R., Van Boekel, M. A. J. S., Khetarpaul, N., Grewal, R. B., & Nout, M. J. R. (2015). Mung Bean: Technological and Nutritional Potential. Critical Reviews in Food Science and Nutrition, 55(5), 670–688. https://doi.org/10.1080/10408398.2012.671202

Daud, A., Suriati, S., & Nuzulyanti, N. (2020). Kajian Penerapan Faktor yang Mempengaruhi Akurasi Penentuan Kadar Air Metode Thermogravimetri. Lutjanus, 24(2), 11–16. https://doi.org/10.51978/jlpp.v24i2.79

Direktorat Gizi Masyarakat. (2018). Tabel Komposisi Pangan Indonesia 2017. Kementerian Kesehatan RI.

Khairunnisa, Harun, N., & Rahmayuni. (2018). PEMANFAATAN TEPUNG TALAS DAN TEPUNG KACANG HIJAU DALAM PEMBUATAN FLAKES. SAGU, 17(1), 19–28.

Kuswardani, I., Trisnawati, Ch. Y., & Faustine. (2008). Kajian Penggunaan Xanthan Gum pada Roti Tawar Non Gluten yang Terbuat dari Maizena, Tepung Beras dan Tapioka. Jurnal Teknologi Pangan Dan Gizi, 7(1), 55–65.

Larrosa, V., Lorenzo, G., Zaritzky, N., & Califano, A. (2016). Improvement of the texture and quality of cooked gluten-free pasta. LWT, 70, 96–103. https://doi.org/10.1016/j.lwt.2016.02.039

Milde, L. B., Chigal, P. S., Olivera, J. E., & González, K. G. (2020). Incorporation of xanthan gum to gluten-free pasta with cassava starch. Physical, textural and sensory attributes. LWT, 131, 109674. https://doi.org/10.1016/j.lwt.2020.109674

Nurcahyani, R. (2016). Eksperimen Pembuatan Cookies Tepung Kacang Hijau Substitusi Tepung Bonggol Pisang. Universitas Negeri Semarang.

Phongthai, S., D’Amico, S., Schoenlechner, R., Homthawornchoo, W., & Rawdkuen, S. (2017). Effects of protein enrichment on the properties of rice flour based gluten-free pasta. LWT, 80, 378–385. https://doi.org/10.1016/j.lwt.2017.02.044

Pratiwi, S. E., & Sukmawati, F. (2019). PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA DAN DIET BEBAS GLUTEN/KASEIN TERHADAP PERBAIKAN GEJALA AUTISM SPECTRUM DISORDER (ASD). Al-Hikmah, 13(1), 169. https://doi.org/10.24260/al-hikmah.v13i1.1348

Putri, D. N., Pakpahan, O. P., Damat, Ningrum, A. R. Y., & Sanstoso, E. N. (2021). Pengaruh Konstentrasi Maltodekstrin Pada Adonan Beku Tinggi Protein Terhadap Karakteristik Roti. Jurnal Teknologi Dan Industri Pangan, 32(2), 126–135.

Rahmadi, I., Nasution, S., Mareta, D. T., Permana, L., Tallitha, Z. A., Saputri, A., & Nurdin, S. U. (2021). NILAI MUTU KERIPIK BUAH HASIL PENGGORENGAN VAKUM. Jurnal Standardisasi, 23(3), 303–312.

Rahmoune, H., & Boutrid, N. (2018). Autism & Gluten: The Proof By Regression! Pediatric Neurology Briefs, 32(0), 9. https://doi.org/10.15844/pedneurbriefs-32-9

Rifa’i, H., Ashari, S., & Damanhuri. (2015). Keragaan 36 Aksesi Sorgum. Jurnal Produksi Tanaman.

Safira, S. A., Gumilar, M., Dewi, M., & Mulyo, G. P. E. (2022). SIFAT ORGANOLEPTIK DAN NILAI GIZI COOKIES SOYGREEN FORMULA TEPUNG KACANG HIJAU DAN TEPUNG KACANG KEDELAI. Jurnal Kesehatan Siliwangi, 2(3), 1028–1040. https://doi.org/10.34011/jks.v2i3.868

Widowati, S. (2010). Karakteristik Mutu Gizi dan Diversifikasi Pangan Berbasis Sorgum (Sorghum vulgare). PANGAN, 19(4), 372–382.

Unduhan

Diterbitkan

2024-07-08

Cara Mengutip

Nunciata, R. R. A. P. (2024) “Analisis Gizi Makro, Kadar Air Dan Kadar Abu Pada Fettuccine Bebas Gluten Berbasis Tepung Sorgum Dengan Substitusi Tepung Kacang Hijau”, Jurnal Gizi dan Kesehatan Nusantara, 4(2), hlm. 621–625. Tersedia pada: https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/GIZIUNESA/article/view/60984 (Diakses: 19 Januari 2026).

Terbitan

Bagian

Artikel
Abstract views: 391 , PDF Downloads: 840