Analisis Kandungan Karbohidrat, Protein dan Air pada Peanut cookies Substitusi Kacang Merah dan Wijen Sebagai Alternatif Snack untuk Balita
Kata Kunci:
peanut cookies, kacang merah, wijenAbstrak
Latar Belakang: Pengembangan produk makanan peanut cookies adalah salah satu alternatif dalam mengatasi masalah gizi kurang pada balita. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan karbohidrat, protein, dan air peanut cookies substitusi kacang merah dan wijen. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni (true experiment). Metode penelitian eksperimen ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yaitu 3 perlakuan dan 1 kontrol. Proporsi kacang merah dan wijen pada setiap perlakuan yaitu 40%:10%, 35%:15%, dan 30%:20%. Analisis kandungan karbohidrat, protein dan air dilakukan di Laboratorium Analisis Pangan Politeknik Negeri Jember. Metode analisis kandungan zat gizi yang digunakan sesuai SNI 01-2891-1992 yaitu karbohidrat menggunakan metode Luff Schoorl, protein dengan metode kjeldahl, dan air menggunakan metode oven. Data kandungan zat gizi dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil: Hasil analisis kandungan gizi menunjukkan bahwa pada perlakuan pertama terdapat kandungan karbohidrat sebesar 41,31%, protein sebesar 11,31% dan air sebesar 3,63%. Pada perlakuan kedua terdapat kandungan karbohidrat sebesar 38,04%, protein sebesar 12,66%, dan air sebesar 3,73%. Sedangkan pada perlakuan ketiga terdapat kandungan karbohidrat sebesar 34,58%, protein sebesar 13,82%, dan air sebesar 3,77%. Kesimpulan: Dari semua perlakuan, ketiga kandungan zat gizi tersebut telah memenuhi syarat mutu cookies menurut SNI 2973:2022.
Unduhan
Referensi
BALITBANGKES. (2018). Laporan Nasional RISKESDAS 2018. In Kementerian Kesehatan RI. https://www.kemkes.go.id/article/view/19093000001/penyakit-jantung-penyebab-kematian-terbanyak-ke-2-di-indonesia.html
Claudiana, N. N., & Budiono, I. (2022). Pengembangan Produk Biskuit Berbahan Dasar Ikan Kuniran (Upeneus sulphureus) Sebagai Makanan Tambahan (PMT) Untuk Alternatif Upaya Perbaikan Gizi Balita. Indonesian Journal of Public Health and Nutrition, 2(3), 365–371. https://doi.org/10.15294/ijphn.v2i3.56547
Diniyyah, S. R., & Nindya, T. S. (2017). Asupan Energi, Protein dan Lemak dengan Kejadian Gizi Kurang pada Balita Usia 24-59 Bulan di Desa Suci, Gresik. Amerta Nutrition, 1(4), 341. https://doi.org/10.20473/amnt.v1i4.7139
Kartiningsih, Solichah, K. M., & Fauzia, F. R. (2023). Nilai Gizi Dan Daya Terima Cookies Wikara (Wijen Kacang Merah) Untuk Mencegah Anemia Defisiensi Besi. Journal Health and Nutritions, 9(2), 80. https://doi.org/10.52365/jhn.v9i2.790
Mahan, L. K., & Raymond, J. L. (2017). Krause ’ s Food & the Nutrition Care Process (14th ed.). Leff Patterson.
Makahity, H., Tuhumury, H. C. D., & Palijama, S. (2024). The Effects of Margarine Substitution with Peanut Paste on The Characteristics of Sago Cookies. Journal of Applied Agricultural Science and Technology, 8(2), 159–174. https://doi.org/10.55043/jaast.v8i2.276
Millah, I. I. I., Wignyanto, & Dewi, I. A. (2013). Pembuatan Cookies (Kue Kering) dengan Kajian Penambahan Apel Manalagi (Mallus Sylvestris Mill) Subgrade dan Margarin. 1–11.
Mostashari, P., & Khaneghah, A. M. (2024). Sesame Seeds: A Nutrient-Rich Superfood. MDPI Foods Journal.
Nurhayati, D. R., Yudono, P., Taryono, & Hanudin, E. (2016). The Application of Manure on Sesame (Sesamum indicum L.) under Coastal Sandy Land Area in Yogyakarta, Indonesia. International Research Journal of Engineering and Technology (IRJET), 3(4), 2047–2051.
Nurlita, N., & Hermanto, H. (2017). Pengaruh Penambahan Tepung Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L) dan Tepung Labu Kuning (Cucurbita moschata) terhadap Penilaian Organoleptik dan Nilai Gizi Biskuit. Jurnal Sains Dan Teknologi Pangan, 2, 3.
Ophart, C. E. (2003). Virtual Chembook. College Press.
Putri, W. A. E., Yusa, N. M., & Sugitha, I. M. (2023). Pengaruh Perbandingan Terigu dan Tepung Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L) terhadap Karakteristik Kue Semprit. Jurnal Ilmu Dan Teknologi Pangan (ITEPA), 12(2), 396. https://doi.org/10.24843/itepa.2023.v12.i02.p14
Ramadiani, A., & Indrawati, V. (2024). Daya Terima dan Kandungan Gizi Cookies Substitusi Tepung Kacang Merah dan Kurma sebagai Alternatif Makanan Tambahan untuk Anak Sekolah (6 – 12 tahun). HARENA : Jurnal Gizi, 4(2), 81–90. https://doi.org/10.25047/harena.v4i2.4981
SNI. (2011). “Cara uji kadar air total agregat dengan pengeringan.” Badan Standarisasi Nasional, 1–11.
Statistik, B. P. (2020). Produksi Tanaman Sayuran2020. https://www.bps.go.id
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. ALFABETA.
Yasmin, G., & Madanijah, S. (2010). Perilaku Penjaja Pangan Jajanan Anak Sekolah Terkait Gizi dan Keamanan Pangan di Jakarta dan Sukabumi. Jurnal Gizi Dan Pangan, 5(3).
Zuhairiah, N., Ginting, E. B., Romatua, D. G., & Fahdi, F. (2019). Identifikasi Kadar Glukosa dan Sukrosa pada Madu Hutan. Jurnal Penelitian Farmasi Herbal, 1(2).
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Gizi dan Kesehatan Nusantara

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Abstract views: 103
,
PDF Downloads: 180