Efektivitas Intervensi Edukasi Gizi terhadap Status Anemia pada Remaja Perempuan : Literature review

Penulis

  • Sabrina Destiasyavitrie Legawa Universitas Negeri Surabaya
  • Salma Shafrina Aulia Universitas Negeri Surabaya

Kata Kunci:

Anemia, Edukasi gizi, Hemoglobin, Remaja Perempuan, Narrative Review

Abstrak

Anemia merupakan masalah gizi mikro yang masih banyak dijumpai pada remaja perempuan, terutama di negara berkembang. Intervensi edukasi gizi telah banyak digunakan sebagai pendekatan preventif untuk menurunkan prevalensi anemia namun efektivitasnya terhadap perubahan kadar hemoglobin masih menunjukkan hasil yang bervariasi. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis hasil-hasil studi intervensi edukasi gizi terhadap status anemia pada remaja perempuan dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan intervensi tersebut. Pencarian artikel dilakukan melalui PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar dengan kriteria inklusi meliputi studi intervensi yang mengukur perubahan kadar hemoglobin setelah edukasi gizi pada remaja perempuan dan diterbitkan antara 2015-2024 dan diperoleh 9 artikel terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa adanya peningkatan kadar hemoglobin setelah diberikan intervensi. Faktor-faktor seperti durasi intervensi, metode penyampaian, dan dukungan sosial terbukti mempengaruhi efektivitas edukasi gizi. Program yang berlangsung dalam beberapa minggu dengan pendekatan partisipatif dan melibatkan lingkungan sekitar peserta menunjukkan hasil yang lebih konsisten dalam meningkatkan kadar hemoglobin. Sebaliknya, intervensi singkat dan pasif cenderung kurang efektif. Maka dari itu, edukasi gizi memiliki potensi besar sebagai strategi penanggulangan anemia apabila dirancang secara komprehensif dan menyesuaikan latar sosial.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Ayupir, A. (2021). Pendidikan Kesehatan dan Terapi Tablet Zat Besi (Fe) terhadap Hemoglobin Remaja Putri. HIGEIA Journal Of Public Health Research And Development, 5(3), 441–451. https://journal.unnes.ac.id/sju/higeia/article/view/44135

Grover, K., & Choudhary, M. (2017). Effectiveness of long term community based nutrition intervention for prevention and management of anaemia among adolescent girls. Asian Journal of Dairy and Food Research, 36(03), 235–240. https://doi.org/10.18805/ajdfr.v36i03.8961

Islam, M. S., Rahman, S. S., Kamruzzaman, M., Raza, S., Saifuzzaman, M., Aktar, M. J., & Hossain, M. S. (2015). Impact of Nutrition Education on Nutritional Status of Adolescent Girls in South-west Region of Bangladesh. American Journal of Nutrition and Food Science, 2(1), 1–6. https://doi.org/10.12966/ajnfs.01.01.2015

Jalambo, M., Karim, N., Naser, I., & Sharif, R. (2018). Effects of iron supplementation and nutrition education on haemoglobin, ferritin and oxidative stress in iron-deficient female adolescents in Palestine: randomized control trial. Eastern Mediterranean Health Journal, 24(6), 560–568. https://doi.org/10.26719/2018.24.6.503

Jeihooni, A. K., Hoshyar, S., Harsini, P. A., & Rakhshani, T. (2021). The effect of nutrition education based on PRECEDE model on iron deficiency anemia among female students. BMC Women’s Health, 1–9. https://doi.org/10.1186/s12905-021-01394-2

Kamalaja, T., Prashanthi, M., & Rajeswari, K. (2018). Effectiveness of Health and Nutritional Education Intervention to Combat Anemia Problem among Adolescent Girls. International Journal of Current Microbiology and Applied Sciences, 7(09), 3152–3162. https://doi.org/10.20546/ijcmas.2018.709.393

Kaur, S., & Sangha, J. K. (2016). Effect of Iron Supplementation Along with Vitamin C and Nutrition Counseling on the Anaemic Status of Adolescent Girls. International Journal of Health Sciences & Research (Www.Ijhsr.Org), 6(February 2019), 279. www.ijhsr.org

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS). In Lembaga Penerbit Balitbangkes. https://repository.badankebijakan.kemkes.go.id/id/eprint/3514/1/Laporan Riskesdas 2018 Nasional.pdf

Patimah, S. (2022). Pendidikan Gizi & Promosi Kesehatan (Vol. 1).

Sasmita, A. P., Mubashir, A., & Vijaya, N. (2022). Impact of nutritional education on knowledge, attitude and practice regarding anemia among scholl childeren in Belgaum, India. Global Health Journal, 6(2), 91–94.

Singh, M., Rajoura, O. P. H., & Appasaheb, R. (2020). Assessment of Weekly Iron – Folic Acid Supplementation with and without Health Education on Anemia in Adolescent Girls : A Comparative Study. International Journal of Preventive Medicine, 11(203), 66–69. https://doi.org/10.4103/ijpvm.IJPVM

Sudfeld, C. R., Rai, R. K., Barik, A., Valadez, J. J., & Fawzi, W. W. (2020). Population-level effective coverage of adolescent weekly iron and folic acid supplementation is low in rural West Bengal, India. Public Health Nutrition, 23(15), 2819–2823. https://doi.org/10.1017/S1368980020000932

Wiafe, M. A., Apprey, C., & Annan, R. A. (2023). Impact of nutrition education and counselling on nutritional status and anaemia among early adolescents: A randomized controlled trial. Human Nutrition and Metabolism, 31(2023), 1–7. https://doi.org/10.1016/j.hnm.2022.200182

Widhiyastuti, E. (2019). Hubungan Antara Anemia dan Prestasi Belajar dengan Indeks Massa Tubuh pada Remaja Putri Kelas VIII di Surakarta. Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy), 6(1, Oktober), 20–27. https://doi.org/10.37013/jf.v6i1.42

World Health Organization. (2025). Anaemia in women and children. https://www.who.int/data/gho/data/themes/topics/anaemia_in_women_and_children

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-30

Cara Mengutip

Legawa, S. D. dan Aulia, S. S. (2026) “Efektivitas Intervensi Edukasi Gizi terhadap Status Anemia pada Remaja Perempuan : Literature review”, Jurnal Gizi dan Kesehatan Nusantara, 5(3), hlm. 106–113. Tersedia pada: https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/GIZIUNESA/article/view/73571 (Diakses: 6 Mei 2026).

Terbitan

Bagian

Artikel
Abstract views: 0 , PDF Downloads: 0