Efektivitas Intervensi Edukasi Gizi terhadap Status Anemia pada Remaja Perempuan : Literature review
Kata Kunci:
Anemia, Edukasi gizi, Hemoglobin, Remaja Perempuan, Narrative ReviewAbstrak
Anemia merupakan masalah gizi mikro yang masih banyak dijumpai pada remaja perempuan, terutama di negara berkembang. Intervensi edukasi gizi telah banyak digunakan sebagai pendekatan preventif untuk menurunkan prevalensi anemia namun efektivitasnya terhadap perubahan kadar hemoglobin masih menunjukkan hasil yang bervariasi. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis hasil-hasil studi intervensi edukasi gizi terhadap status anemia pada remaja perempuan dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan intervensi tersebut. Pencarian artikel dilakukan melalui PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar dengan kriteria inklusi meliputi studi intervensi yang mengukur perubahan kadar hemoglobin setelah edukasi gizi pada remaja perempuan dan diterbitkan antara 2015-2024 dan diperoleh 9 artikel terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa adanya peningkatan kadar hemoglobin setelah diberikan intervensi. Faktor-faktor seperti durasi intervensi, metode penyampaian, dan dukungan sosial terbukti mempengaruhi efektivitas edukasi gizi. Program yang berlangsung dalam beberapa minggu dengan pendekatan partisipatif dan melibatkan lingkungan sekitar peserta menunjukkan hasil yang lebih konsisten dalam meningkatkan kadar hemoglobin. Sebaliknya, intervensi singkat dan pasif cenderung kurang efektif. Maka dari itu, edukasi gizi memiliki potensi besar sebagai strategi penanggulangan anemia apabila dirancang secara komprehensif dan menyesuaikan latar sosial.
Unduhan
Referensi
Ayupir, A. (2021). Pendidikan Kesehatan dan Terapi Tablet Zat Besi (Fe) terhadap Hemoglobin Remaja Putri. HIGEIA Journal Of Public Health Research And Development, 5(3), 441–451. https://journal.unnes.ac.id/sju/higeia/article/view/44135
Grover, K., & Choudhary, M. (2017). Effectiveness of long term community based nutrition intervention for prevention and management of anaemia among adolescent girls. Asian Journal of Dairy and Food Research, 36(03), 235–240. https://doi.org/10.18805/ajdfr.v36i03.8961
Islam, M. S., Rahman, S. S., Kamruzzaman, M., Raza, S., Saifuzzaman, M., Aktar, M. J., & Hossain, M. S. (2015). Impact of Nutrition Education on Nutritional Status of Adolescent Girls in South-west Region of Bangladesh. American Journal of Nutrition and Food Science, 2(1), 1–6. https://doi.org/10.12966/ajnfs.01.01.2015
Jalambo, M., Karim, N., Naser, I., & Sharif, R. (2018). Effects of iron supplementation and nutrition education on haemoglobin, ferritin and oxidative stress in iron-deficient female adolescents in Palestine: randomized control trial. Eastern Mediterranean Health Journal, 24(6), 560–568. https://doi.org/10.26719/2018.24.6.503
Jeihooni, A. K., Hoshyar, S., Harsini, P. A., & Rakhshani, T. (2021). The effect of nutrition education based on PRECEDE model on iron deficiency anemia among female students. BMC Women’s Health, 1–9. https://doi.org/10.1186/s12905-021-01394-2
Kamalaja, T., Prashanthi, M., & Rajeswari, K. (2018). Effectiveness of Health and Nutritional Education Intervention to Combat Anemia Problem among Adolescent Girls. International Journal of Current Microbiology and Applied Sciences, 7(09), 3152–3162. https://doi.org/10.20546/ijcmas.2018.709.393
Kaur, S., & Sangha, J. K. (2016). Effect of Iron Supplementation Along with Vitamin C and Nutrition Counseling on the Anaemic Status of Adolescent Girls. International Journal of Health Sciences & Research (Www.Ijhsr.Org), 6(February 2019), 279. www.ijhsr.org
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS). In Lembaga Penerbit Balitbangkes. https://repository.badankebijakan.kemkes.go.id/id/eprint/3514/1/Laporan Riskesdas 2018 Nasional.pdf
Patimah, S. (2022). Pendidikan Gizi & Promosi Kesehatan (Vol. 1).
Sasmita, A. P., Mubashir, A., & Vijaya, N. (2022). Impact of nutritional education on knowledge, attitude and practice regarding anemia among scholl childeren in Belgaum, India. Global Health Journal, 6(2), 91–94.
Singh, M., Rajoura, O. P. H., & Appasaheb, R. (2020). Assessment of Weekly Iron – Folic Acid Supplementation with and without Health Education on Anemia in Adolescent Girls : A Comparative Study. International Journal of Preventive Medicine, 11(203), 66–69. https://doi.org/10.4103/ijpvm.IJPVM
Sudfeld, C. R., Rai, R. K., Barik, A., Valadez, J. J., & Fawzi, W. W. (2020). Population-level effective coverage of adolescent weekly iron and folic acid supplementation is low in rural West Bengal, India. Public Health Nutrition, 23(15), 2819–2823. https://doi.org/10.1017/S1368980020000932
Wiafe, M. A., Apprey, C., & Annan, R. A. (2023). Impact of nutrition education and counselling on nutritional status and anaemia among early adolescents: A randomized controlled trial. Human Nutrition and Metabolism, 31(2023), 1–7. https://doi.org/10.1016/j.hnm.2022.200182
Widhiyastuti, E. (2019). Hubungan Antara Anemia dan Prestasi Belajar dengan Indeks Massa Tubuh pada Remaja Putri Kelas VIII di Surakarta. Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy), 6(1, Oktober), 20–27. https://doi.org/10.37013/jf.v6i1.42
World Health Organization. (2025). Anaemia in women and children. https://www.who.int/data/gho/data/themes/topics/anaemia_in_women_and_children
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Gizi dan Kesehatan Nusantara

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Abstract views: 0
,
PDF Downloads: 0