Stigmatisasi Peran Profesi Bapak Rumah Tangga dalam Masyarakat Patriarkis Surabaya

Authors

  • Muhammad Amin Rais State University of Surabaya
  • Muhammad Jacky Universitas Negeri Surabaya

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk stigmatisasi yang dialami oleh Bapak Rumah Tangga (BRT) serta strategi pengelolaan identitas yang mereka gunakan di tengah tatanan masyarakat patriarkis. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam dan studi lapangan, penelitian ini membedah data primer yang bersumber dari pengalaman langsung BRT, pasangan, dan tokoh masyarakat, yang dianalisis menggunakan Teori Stigma Erving Goffman. Hasil penelitian menunjukkan adanya diskrepansi antara ekspektasi ideal masyarakat (virtual social identity) dan realitas domestik pelaku (actual social identity). Ketidaksesuaian ini memicu enacted stigma berupa sanksi sosial dan pelabelan peyoratif (blemishes of individual character) seperti sebutan "suami pemalas" atau "mokondo". Tekanan eksternal tersebut memicu felt stigma yang berwujud krisis identitas maskulinitas dan rasa bersalah. Untuk merespons stigma ini, BRT menerapkan strategi information management melalui penutupan identitas profesi (covering/fabrication), penarikan diri dari ruang publik (social withdrawal), serta pembentukan wacana tandingan (counter-discourse) bersama pasangan dan komunitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa BRT tidak hanya mengurus ranah domestik, tetapi juga aktif merekonstruksi harga diri dan definisi maskulinitas yang mereka yakini.

Keywords: Bapak Rumah Tangga; Erving Goffman; Maskulinitas; Patriarki; Stigmatisasi.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-08-01

How to Cite

Rais, M. A., & Jacky, M. (2026). Stigmatisasi Peran Profesi Bapak Rumah Tangga dalam Masyarakat Patriarkis Surabaya. Paradigma, 15(2), 1–10. Retrieved from https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/paradigma/article/view/81972
Abstract views: 0 , PDF Downloads: 0