ISOLASI SENYAWA FENOLIK DARI EKSTRAK ETIL ASETAT KULIT BATANG BIDARA (Ziziphus mauritiana Lamk) DAN UJI AKTIVITASNYA SEBAGAI ANTIJAMUR Candida albicans

  • SITI NAFSIYAH ROKHMANIA
  • NURUL HIDAJATI

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan struktur molekul senyawa hasil isolasi dari ekstrak etil asetat kulit batang bidara (Ziziphus mauritiana Lamk) serta untuk mengetahui aktivitasnya sebagai antijamur terhadap Candida albicans. Isolasi senyawa dilakukan secara bertahap diawali dengan ekstraksi menggunakan metode maserasi, ekstrak yang dihasilkan diuji fitokimia, pemisahan dilakukan dengan metode kromatografi cair vakum (KCV) dan kromatografi kolom gravitasi (KKG) yang dimonitoring dengan kromatografi lapis tipis (KLT), pemurnian senyawa dilakukan dengan metode rekristalisasi, dan penentuan struktur molekul menggunakan metode spektroskopi UV-Vis, FT-IR, dan GC-MS, serta pengujian aktivitas antijamur dengan metode difusi cakram. Hasil uji fitokimia menunjukkan adanya kandungan senyawa golongan alkaloid, fenolik, flavonoid, saponin, tanin, dan steroid. Hasil analisis data spektroskopi UV-Vis, FT-IR, dan GC-MS menunjukkan isolat yang diperoleh diduga merupakan senyawa 2,4-di-tert-butilfenol. Hasil uji aktivitas antijamur terhadap Candida albicans menunjukkan isolat dengan konsentrasi 0,9% tidak memiliki aktivitas antijamur, pada konsentrasi 2,6%, 5,2%, 7,6%, dan 9,8% diperoleh diameter zona hambat berturut-turut sebesar 0,5 mm, 1 mm, dan 2,125, dan 3,25 mm yang termasuk dalam kategori lemah dalam menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans.

Kata kunci:Ziziphus mauritiana Lamk, etil asetat, 2,4-di-tert-butilfenol, aktivitas antijamur.
Published
2020-04-18
Section
Articles
Abstract View: 25
PDF Download: 116