Hubungan Tingkat Asupan Zat Gizi Makro dan Pola Pemberian Makan dengan Status Gizi Balita Usia 25 – 59 Bulan di Desa Bambe, Kabupaten Gresik

Penulis

  • shalsyabilla hana farelia Program Studi S1 Gizi, Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan, Universitas Negeri Surabaya
  • Choirul Anna Nur Afifah

Kata Kunci:

Balita, Zat Gizi Makro, Status Gizi, Pola Pemberian Makan

Abstrak

Latar Belakang: Balita merupakan kelompok usia dengan pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat sehingga disebut sebagai masa emas (golden age). Pada periode ini, balita rentan mengalami masalah gizi yang dapat berdampak jangka pendek maupun jangka panjang. Status gizi balita dipengaruhi oleh tingkat asupan zat gizi makro (karbohidrat, protein, dan lemak) serta pola pemberian makan oleh ibu atau pengasuh. Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat asupan zat gizi makro dengan status gizi balita dan pola pemberian makan dengan status gizi balita. Metode: Metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel berjumlah 77 balita yang diambil dengan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil: Tingkat asupan karbohidrat tidak berhubungan dengan status gizi balita indikator BB/U (p = 0,053) dan BB/TB (p = 0,437). Tingkat asupan protein tidak berhubungan dengan status gizi balita indikator BB/U (p = 0,107) dan BB/TB (p = 0,491). Tingkat asupan lemak juga tidak berhubungan dengan status gizi balita indikator BB/TB (p = 0,814), namun berhubungan dengan status gizi balita indikator BB/U (p = 0,039). Pola pemberian makan tidak berhubungan dengan status gizi balita indikator BB/U (p = 0,855), akan tetapi berhubungan nyata dengan status gizi balita indikator BB/TB (p = 0,008). Kesimpulan: Tingkat asupan zat gizi yang berhubungan dengan status gizi balita adalah lemak, namun tidak demikian dengan karbohidrat dan protein. Pola pemberian makan berkaitan erat dengan status gizi balita (BB/TB).

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

A. Aziz Alimul Hidayat, & Gita Marini. (2020). Laporan Penelitian Hibah Internal .

Ahmad Faridi, Neta Hikmatul Bayyinah, & Andra Vidyarini. (2023). Hubungan Asupan Energi dan Zat Gizi Makro, Pengetahuan Ibu Terkait Gizi Pola Asuh Dengan Gizi Kurang Balita. Jurnal Pustaka Padi.

Anwar, K., & Setyani, L. I. (2022). Hubungan Perilaku Pengelolaan Air Minum dan Tingkat Kecukupan Zat Gizi Makro dengan Status Gizi Balita. Print) Anwar and Setyani| Amerta Nutrition, 6(1), 306–313. https://doi.org/10.20473/amnt.v6i1SP.2022.306

Badan Meteorologi, K. dan G. (BMKG). (2025). Prediksi Musim Hujan 2025/2026 di Indonesia.

Bungsu Nur Khomsah. (2020). Hubungan Tingkat Konsumsi Zat Gizi Makro dengan Status Gizi Anak Balita di Desa Cangkol Kabupaten Sukoharjo. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Cindy Dwi Arianti. (2025). Hubungan Pola Asuh Ibu, Tingkat Kecukupan Energi dan Protein, Serta Durasi Screen time Balita dengan Status Gizi Balita Usia 24-59 Bulan di Puskesmas Putat Jaya Kota Surabaya. Universitas Negeri Surabaya.

Darmawi, D. (2022). Hubungan Pola Pemberian Makan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 12-59 Bulan Di Desa Arongan. Jurnal Biology Education, 10(1).

Dewi Endah Kusumaningtyas, dkk. (2017). Pola Pemberian Makanan Terhadap Status Gizi Usia 12-24 Bulan pada Ibu Bekerja. Public Health Perspective Journal 2 (2).

Farantika, I., & Indrawati, V. (2023). Hubungan Keaktifan Ibu Dalam Kegiatan Posyandu Dan Pola Pemberian - Makan dengan Status Gizi Usia 24- 59 Bulan di Desa Klampisan, Kecamatan Geneng, Kabupaten

Ngawi. Jurnal Teknologi Pangan Dan Gizi, 22(2).

Febriani, E., Wahyudi, A., & Haya, M. (2019). Pengetahuan Ibu dan Asupan Zat Gizi Makro Berhubungan dengan Kejadian Gizi Kurang pada Anak Usia 12-24 Bulan. Jurnal Ilmu Teknologi Kesehatan.

Hashifah Zhafirah, & Lailatul Muniroh. (2023). Hubungan Berat Badan Lahir dan Tingkat Kecukupan Zat Gizi Makro dengan Status Gizi Balita. JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI, 4(4).

Hidayati, T., & Sary. (2019). Pendamping Gizi Pada Balita. Deepublish.

Jumiatun, J. (2020). Hubungan Pola Pemberian Makanan dengan Status Gizi Balita Umur 1-5 Tahun di Desa Ngampel Kulon Kecamatan Ngampel Kabupaten Kendal. Jurnal Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan, .

Kementrian Kesehatan Indonesia Badan Kebijakan Pembangunan Indonesia. (2023). Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023.

Lestari Natalina, S., Maulida, F., Nisa, K., Ilmu Kesehatan, F., & Mohammad Natsir Bukittinggi, U. (2023). Hubungan Asupan Zat Gizi Makro Dengan Status Gizi Anak Usia 2-5 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Kuamang Kecamatan Panti Kabupaten Pasaman. 4(3).

Mersi S Agow, Nancy S.H Malonda, & Nelly Mayulu. (2020). Hubungan antara Pola Asuh dengan Status Gizi pada Anak Usia 24-59 Bulan di Kecamatan Touluaan Kabupaten Minahasa Tenggara.

Nurhayati, L., Mardiah, W., & Setyorini, D. (2020). Status gizi dan asupan zat gizi makronutrien anak stunted dan tidak stunted 1-3 tahun. Jurnal Kesehatan, 11(2), 83–92.

Nurhidayah, Endy Bebasari, & Asri Indah Lestari. (2022). Hubungan Asupan Protein Hewani Dengan Status Gizi (TB/U) pada Anak Balita di Dusun Pondok Prasi Kelurahan Bintaro Ampenan Kota Mataram. Prima Jurnal Kesehatan.

Permenkes RI. (2014). No.41 Tahun 2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang. http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK No. 41 ttg Pedoman Gizi Seimbang.pdf

Prakhasita Ridha. (2018). Hubungan Pola Pemberian Makan dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 12-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Tambak Wedi Surabaya. Universitas Airlangga.

Prastika, B., & Waruwu, N. (2025). Hubungan Asupan Zat Gizi Makro Dan Pemberian Makanan Tambahan Terhadap Status Gizi Balita Usia 6-23 Bulan di Puskesmas Cirimekar. 2(3), 1635–1657.

Riezky Faisal Nugroho, & Erika Martining Wardani. (2022). Kebiasaan Konsumsi Teh, Kopi dan Tablet Fe Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil di Sidoarjo. Pancasakti Journal of Public Health Science and Research, 2, 51–56. https://doi.org/10.47650/pjphsr.v2i1.321

Risky Fatikasari, Anggray Duvita Wahyani, & Diah Ratnasari. (2022). Hubungan Berat Bayi Lahir dan Status Gizi Balita Usia 24-59 Bulan di Desa Pesantunan, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes. Jurnal Ilmiah Gizi Dan Kesehatan (JIGK) , 4(1).

Risnah, Lestari, B., Sutria, E., & Irwan, M. (2021). Pola Pemberian Makan Pada Balita Stunting Berdasarkan Teori Transcultural Nursing : Literature Review. Indonesian Journal of Clinical Nutrition Physician, 4(1).

Sakti, S. (2020). Pengaruh Stunting pada Tumbuh Kembang Anak Periode Golden Age. Iormatika : Jurnal Ilmiah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, 6(1), 169–175. https://doi.org/https://doi.org/10.35569/biormatika.v6i1.709

Sukmiati, E., & Nafisah, N. A. (2021). Hubungan Pola Pemberian Makan Dengan Status Gizi Balita Di Posyandu Kemuning. Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika, 7(2).

Sumartini, Gurnida, Fadlyana, Susiarno H, Rusmil K, & Effendi J.S. (2019). Stunting Determinant on Toddler Age of 12– 24 Months in Singaparna Public Health Center Tasikmalaya Regency. Global Medical and Health Communication, 7(3).

Susanti, R., Aliviani Putri, R., Kebidanan Program Sarjana, P., & Kesehatan, F. (2023). Hubungan Pola Pemberian Makan Balita dengan Status Gizi di Posyandu Karang Jati. In Risma Aliviani Putri Journal of Holistics and Health Sciences (Vol. 5, Number 2).

Tanjung, N. U., & Nazara, E. N. (2023). Hubungan Asupan Gizi Makro dan Riwayat Infeksi Dengan Malnutrisi Pada Balita di Puskesmas Lotu. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 15(1).

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-30

Cara Mengutip

farelia, shalsyabilla hana dan Afifah , C. A. N. (2026) “Hubungan Tingkat Asupan Zat Gizi Makro dan Pola Pemberian Makan dengan Status Gizi Balita Usia 25 – 59 Bulan di Desa Bambe, Kabupaten Gresik ”, Jurnal Gizi dan Kesehatan Nusantara, 6(1), hlm. 30–40. Tersedia pada: https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/GIZIUNESA/article/view/76170 (Diakses: 6 Mei 2026).

Terbitan

Bagian

Artikel
Abstract views: 0 , PDF Downloads: 0

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama