Hubungan Praktik Cuci Tangan dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 6-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Bungah Kabupaten Gresik
Kata Kunci:
Balita, Praktik cuci tangan, StuntingAbstrak
Latar Belakang: Stunting merupakan salah satu masalah gizi yang masih banyak terjadi pada kelompok balita. Kondisi ini dipengaruhi oleh kekurangan asupan gizi dalam jangka waktu yang lama serta penyakit infeksi yang terjadi berulang. Risiko infeksi dapat meningkat apabila praktik cuci tangan tidak dilakukan dengan benar. Oleh sebab itu, penerapan cuci tangan pakai sabun menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mendukung pencegahan stunting. Tujuan: Menganalisis hubungan praktik cuci tangan dengan kejadian stunting pada balita usia 6-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Bungah Kabupaten Gresik. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan case-control. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah sampel sebanyak 52 responden yang terdiri atas 26 kelompok kasus dan 26 kelompok kontrol. Data praktik cuci tangan diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner yang mengacu pada SKI 2023, sedangkan status gizi balita ditentukan berdasarkan hasil pengukuran antropometri. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Sebanyak 32 responden (61,5%) telah menerapkan praktik cuci tangan dengan benar. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa praktik terkait cuci tangan berhubungan signifikan dengan kejadian stunting pada balita(p = 0,023; OR = 3,889; 95% CI: 1,178–12,841). Kesimpulan: Praktik cuci tangan berhubungan secara signifikan dengan kejadian stunting pada balita usia 6–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Bungah, Kabupaten Gresik.
Kata Kunci: Balita, Praktik cuci tangan, Stunting
Unduhan
Referensi
Abdullah, A., dr Iwan Ariawan, K., Razak Thaha, dr A., Nur Indrawati Lipoeto, dr, Witoelar, F., Ahmad Syafiq, I., & Avenzora, A. (2025). Survei Status Gizi Inonesia 2024.
Adzura, M., Fathmawati, F., & Yulia, Y. (2021). Hubungan Sanitasi, Air Bersih dan Mencuci Tangan dengan Kejadian Stunting pada Balita di Indonesia. 21(1), 79–89.
Datunsolang, S. W., Badjuka, B. Y., & Ali, I. H. (2024). Hubungan Kualitas Fisik Air Bersih dan Kebiasaan Cuci Tangan Pakai Sabun dengan Kejadian Stunting. Journal of Noncommunicable Disease, 4(1), 42–54.
Daud, S. S., Muhamad, Z., Nikmathul, R., & Ali, H. (2025). Faktor Resiko Yang Mempengaruhi Kejadian Stunting Pada Balita Di Puskesmas Limboto. Borneo Nursing Journal (BNJ), 8(1), 1439–1451. https://bnj.akys.ac.id/BNJ
Opu, S., Hidayat, & Khaer, A. (2021). Hubungan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dengan Upaya Penurunan Angka Stunting Balita (Studi Literatur). Jurnal Sulolipu : Media Komunikasi Sivitas Akademika Dan Masyarakat, 21(1), 140–152.
Rahmadhita, K. (2020). Permasalahan Stunting dan Pencegahannya Stunting Problems and Prevention. Juni, 11(1), 225–229. https://doi.org/10.35816/jiskh.v10i2.253
Rahmawati, D., Handayani, R. D., & Fauzzia, W. (2018). Hygiene dan Sanitasi Lingkungan di Obyek Wisata Kampung Tulip. In Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Vol. 1, Number 1). http://ejournal.bsi.ac.id/ejurnal/index.php/abdimas
UNICEF. (2021). UNICEF Conceptual Framework on Maternal and Child Nutrition. UNICEF.
Wulandari, Y., & Arianti, M. (2023). FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA Yanti Wulandari1, Mery Arianti2 (Vol. 5, Number 1).
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Gizi dan Kesehatan Nusantara

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Abstract views: 34
,
PDF Downloads: 14