PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PELESTARIAN KESENIAN WAYANG TIMPLONG DI KABUPATEN NGANJUK

Penulis

  • Youland Ichya Al Ghozali Universitas Negeri Surabaya
  • Dr. Oksiana Jatiningsih, M.Si Universitas Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.26740/kmkn.v14n3.p266-278

Kata Kunci:

Pemberdayaan masyarakat, Pelestarian budaya, Wayang Timplong

Abstrak

Wayang Timplong merupakan salah satu kesenian tradisional khas Kabupaten Nganjuk yang memiliki nilai historis, edukatif, sosial, dan budaya yang tinggi. Kesenian ini lahir pada tahun 1910 dan menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Nganjuk yang diwariskan secara turun-temurun. Namun, pola hiburan masyarakat menyebabkan eksistensi Wayang Timplong semakin terancam. Menurunnya jumlah pementasan, rendahnya minat generasi muda, serta terbatasnya jumlah seniman aktif menjadi tantangan serius dalam upaya pelestarian kesenian tersebut. Oleh karena itu, diperlukan upaya pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan untuk menjaga keberadaan Wayang Timplong. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemberdayaan masyarakat dalam pelestarian kesenian Wayang Timplong di Kabupaten Nganjuk. Latar belakang penelitian didasarkan pada menurunnya eksistensi Wayang Timplong akibat perkembangan modernisasi, berkurangnya jumlah seniman, serta rendahnya minat generasi muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi. Informan penelitian meliputi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Nganjuk, pelaku seni, serta masyarakat Desa Kepanjen. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dalam pelestarian Wayang Timplong dilakukan melalui tiga aspek utama, yaitu perlindungan, pemeliharaan, dan pewarisan budaya. Peran pemerintah sebagai fasilitator diwujudkan melalui pembinaan, pengajuan warisan budaya, serta penyelenggaraan pertunjukan. Pelaku seni berperan sebagai agen pewarisan nilai budaya, sedangkan masyarakat berpartisipasi dalam menjaga keberlangsungan tradisi melalui kegiatan sosial budaya. Meskipun demikian, terdapat kendala berupa minimnya regenerasi seniman dan pengaruh budaya modern. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, seniman, dan masyarakat untuk menjaga keberlanjutan kesenian Wayang Timplong sebagai identitas budaya lokal.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Arifin, Z., & Dewi, M. (2023). Strategi Pelestarian Budaya di Era Globalisasi: Studi pada Masyarakat Lokal Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 12(2), 77–89.

Adina, A.B., Handoko, F.F., Setyarini, I.I., Septisetyani, E.P., Riyanto, S. dan Meiyanto, E. 2008. Ethanolic Extract Litrus aurantifolia Increase Sensitivity MCF7 Cell line towards Doxorubicin, Proceeding, Yogyakarta: Kongres Ilmiah ISFI ke-16, ISBN:978-979-95107-6-2. Hal. 55-629

Auliyaazahra, A., & Mulyono, S. E. (2024). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Produksi Batik Pring Sedapur di KUBE (Kelompok Usaha Bersama) Mukti Rahayu Kabupaten Magetan. Bersatu: Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika, 2(3), 214-224.

Bagus Indrawan. Bentuk dan Fungsi Pertunjukan Musik Pengiring Seni Sintren Lais di Desa Balapulang Kulon Kabupaten Tegal. Jurnal Tambuleng: Seni dan Budaya, Vol. 4(2), 2024

Koentjaraningrat. (2023). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta. (Edisi terbaru, revisi teori unsur kebudayaan).

Kuswanto, K., Refnida, R., & Anderson, I. (2023). Pemberdayaan Potensi Masyarakat dalam Melestarikan Budaya Daerah Jambi (Kesenian Kompangan) di Desa Mendalo Indah, Jambi. Dimasejati: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(3), 1-10.

Lestari, A. D., Septi, L., Izzah, N., & Harahap, K. A. (2022). Upaya Pelestarian Kesenian Karawitan Lewat Paguyuban Karawitan Sido Laras Desa Sidakangen Kecamatan Kalimanah Kabupaten Purbalingga. Kampelmas, 1(2), 787-798.

Mahmudah, S. (2023). Kebudayaan dalam Perspektif Antropologi Koentjaraningrat. Jurnal Antropologi Indonesia, 44(2), 145–157.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2018). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (4th ed.). Sage Publications.

Nadhianty, A., & Arifin, A. A. (2020). Analisis Nilai-Nilai Kearifan Lokal Dari Wayang Timplong Dalam Perspektif Karakter. Seminar Pendidikan IPS (Vol. 1, No. 1).

Nurjanah, N. (2023). Pelestarian Budaya Lokal sebagai Upaya Menjaga Identitas Nasional di Era Globalisasi. Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan, 7(1), 45–56.

Nursanty, E., & Susilowati, I. (2024). Cultural Sustainability, Uniqueness and the Power of Productive Living Heritage in Cirebon, Indonesia. Journal of Urban Culture Research, 28(1), 93–110.

Prasetyo, A. (2023). Wayang sebagai Warisan Budaya Takbenda: Upaya Pelestarian di Era Globalisasi. Jurnal Seni dan Budaya Nusantara, 5(2), 112–124

Rahayu, D., Solfema, S., & Putri, L. D. (2025). Mempertahankan budaya Jawa di daerah transmigrasi melalui kesenian Kuda Lumping. Mutiara: Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah, 3(1), 31-37.

Ratna Puspita Fauzi & Nooryan Bahari. “The Wayang Golek Performance as One of the Variety of the Artists of the Pup that Are Available on the Island of Java”. Runtas: Journal of Arts And Culture, Vol. 1, No. 1 (2024).

Salsabilla, S. (2024). Perlindungan Pengetahuan Tradisional Dan Ekspresi Budaya Berdasarkan Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan. Jurnal Syntax Admiration, 5(6), 2113-2127.

Samongilailai, H. N., & Utomo, A. B. (2024). Strategi Melestarikan Budaya Indonesia di Era Modern. Wissen: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 2(4), 157-168.

Soini, K., & Dessein, J. (2016). Culture-Sustainability Relation: Towards a Conceptual Framework. Sustainability, 8(2), 167.

Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Wibisono, A. (2023). Wayang Timplong: Kesenian Tradisional dalam Tradisi Bersih Desa di Kabupaten Nganjuk. Jurnal Seni Pertunjukan Indonesia, 12(2), 85–97.

Windah, A., Nurhaida, I., Afriani, L., Budiharjo, B., & Aryanti, N. Y. (2024). Community Organization-Based Literacy Empowerment for Women to Support the Acceleration of Indonesian Digital Civilization Index. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia, 3(3), 120–129.

Wulandari, P. A. R., Ridho, K., Sabina, M. K., & Ramadhani, S. (2025). Pewarisan Kultur Kedaerahan Betawi Melalui Sinergi Masyrakat Adat Dan Pemerintah Derah. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(03), 302-316.

Direktorat Pelindungan Kebudayaan. 15 Desember 2022. Sebanyak 1728 Warisan Budaya Tak benda (WBTb) Indonesia..Ditetapkan. http://kebudayaan.kemdikbud.go.id/dpk/sebanyak 1728-warisan-budaya-takbenda-wbtb-indonesia ditetapkan/ Diakses pada 20 September 2025.

Diterbitkan

2026-10-10

Cara Mengutip

Youland Ichya Al Ghozali, & Oksiana Jatiningsih. (2026). PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PELESTARIAN KESENIAN WAYANG TIMPLONG DI KABUPATEN NGANJUK. Kajian Moral Dan Kewarganegaraan, 14(3), 266–278. https://doi.org/10.26740/kmkn.v14n3.p266-278
Abstract views: 22 , PDF Downloads: 14