Rekoreografi tari kiprah lengger karya peni priyono

Sebagai upaya pelestarian budaya pendhalungan

Penulis

  • Diah Syavira Mutihan Universitas Negeri Surabaya
  • Retnayu Prasetyanti Sekti

Kata Kunci:

budaya lokal

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep
dan proses rekoreografi Tari Kiprah Lengger karya Peni Priyono
sebagai upaya pelestarian seni tradisi Pendhalungan di Kota
Probolinggo. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya proses
pemadatan dan penataan ulang pada Tari Kiprah Lengger yang
dilakukan tanpa menghilangkan identitas, karakter, dan nilai-nilai
budaya yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif.
Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian
data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teori
metode konstruksi Jacqueline Smith (1985) untuk menganalisis
proses rekoreografi serta teori konsep koreografi yang meliputi
unity, variation, repetition, contrast, transition, sequence, climax,
balance, dan harmony untuk menganalisis konsep Tari Kiprah
Lengger.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep rekoreografi
Tari Kiprah Lengger tetap berpijak pada semangat pelestarian seni
tradisi dengan mempertahankan esensi, karakter, dan identitas dasar tari. Berdasarkan analisis konsep koreografi, Tari Kiprah
Lengger menunjukkan adanya unsur kesatuan (unity) pada
keterpaduan gerak, musik, tata rias dan busana; variasi (variation)
pada pengembangan motif gerak; pengulangan (repetition),
kontras (contrast), transisi (transition), urutan (sequence), klimaks
(climax), keseimbangan (balance), dan harmoni (harmony) yang
membentuk struktur penyajian tari secara utuh. Sementara itu,
berdasarkan teori metode konstruksi Jacqueline Smith, proses
rekoreografi dilakukan melalui tahapan rangsang tari,
pengembangan motif gerak, serta penataan ulang struktur
koreografi. Rekoreografi diwujudkan melalui pemilihan dan
pemadatan gerak, penyederhanaan bagian yang berulang,
penggabungan motif yang memiliki kemiripan, serta penyesuaian
bentuk pertunjukan agar lebih efektif dan komunikatif. Hasil
rekoreografi menghasilkan bentuk penyajian yang lebih ringkas
dan efisien, namun tetap mempertahankan nilai estetika, karakter,
dan ruh budaya yang melekat pada Tari Kiprah Lengger.
Kata kunci: rekoreografi, pemadatan gerak, Tari Kiprah Lengger,
Pendhalungan, pelestarian seni tradisi.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Hadi, Y. Sumandiyo. (2016). Koreografi: Bentuk, Teknik, dan Isi. Cipta

Media

Diterbitkan

2026-07-08

Cara Mengutip

Mutihan, D. S., & Sekti, R. P. (2026). Rekoreografi tari kiprah lengger karya peni priyono: Sebagai upaya pelestarian budaya pendhalungan. Jurnal Pendidikan Sendratasik, 16(01). Diambil dari https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-sendratasik/article/view/80449
Abstract views: 0 , PDF Downloads: 0

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama