Kontruksi Kecantikan Warna Kulit Perempuan Indonesia (Studi Kasus di Surabaya)

Authors

  • Adelia Fitrasari Universitas Negeri Surabaya
  • Refti Handini Listyani

Abstract

Abstract

                In essence, beauty is a subjective, flexible and varied thing. Every individual has various perspectives on the essence of beauty itself, but in fact beauty itself has objective and universal judgment qualifications. Many aspects affect the qualification, one of the aspects that plays a central role of the beauty value itself is skin colour. The construction of skin colour assessment also occurs in Indonesia, especially in the city of Surabaya, the issue of skin colour beauty construction has become a hot topic in the community. The purpose of this research is to analysis the construction of the community regarding the issue of skin colour beauty and analysis the social impact caused by women in the city of Surabaya. The method used in this study is qualitative with the perspective of Peter L Berger's social construction theory and supported by Naomi Wolf's beauty myth theory, this data analysis technique uses the Grounded Theory Technique. Social construction of society on the issue of skin colour beauty construction there are three moments, namely internalization where the construction of beauty arises from the people closest to them, then there is objectification where the understanding begins to be justified and accepted, then externalized through the repetition of the understanding to others into something true. So that with this construction, beauty standards continue to grow and become a valid one in society.

 

Keywords: Beauty, Women; social construction; Society; colorism.

 

Abstrak

            Pada hakekatnya, kecantikan adalah suatu hal yang bersifat subyektif, fleksibel dan bervariasi. Setiap individu memiliki berbagai macam perspektif mengenai hakikat cantik itu sendiri, namun nyatanya kecantikan itu sendiri memiliki kualifikasi penilaian yang bersifat obyektif dan universal. Banyak aspek yang mempengaruhi kualifikasi tersebut, salah satu aspek yang memainkan peran sentral dari nilai kecantikan itu sendiri adalah warna kulit. Kontruksi penilaian warna kulit ini juga terjadi di Indonesia, khususnya di Kota Surabaya, isu kontruksi kecantikan warna kulit menjadi topik hangat di Masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kontruksi Masyarakat mengenai isu kecantikan warna kulit serta menganalisis dampak sosial yang ditimbulkan dari bagi Perempuan di Kota Surabaya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif dengan perspektif teori kontruksi sosial Peter L Berger dan didukung dengan teori mitos kecantikan Naomi Wolf, Teknik analisis data ini menggunakan Teknik Grounded Theory. Kontruksi sosial Masyarakat tentang isu kontruksi kecantikan warna kulit terdapat tiga momen yakni internalisasi yang mana kontruksi kecantikan timbul dari orang-orang terdekat, kemudian terdapat obyektivasi yang mana pemahaman tersebut mulai dibenarkan dan terima, kemudian dieksternalisasikan melalui pengulangan pemahaman tersebut kepada orang lain menjadi sesuatu yang benar. Sehingga dengan adanya kontruksi tersebut maka standart kecantikan terus tumbuh dan menjadi suatu yang valid di Masyarakat.

 

Kata Kunci : Kecantikan, Perempuan; kontruksi sosial; Masyarakat; warnaisme.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2024-07-28

How to Cite

Fitrasari, A., & Listyani, R. H. (2024). Kontruksi Kecantikan Warna Kulit Perempuan Indonesia (Studi Kasus di Surabaya). Paradigma, 13(3), 61–70. Retrieved from https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/paradigma/article/view/63300
Abstract views: 84 , PDF Downloads: 153

Most read articles by the same author(s)

> >>