Konstruksi Realitas Berita Kekerasan Seksual Di Pondok Pesantren Pada Media Online
(Studi Kasus Kekerasan Seksual oleh Mas Bechi di Jombang)
Abstract
Abstract
Online media are web-based platforms that operate through internet websites. Online media have become one of the main sources for the public to obtain news in an easy and fast manner. One of the most frequently accessed online media outlets in Indonesia is detik.com, which was established as a pioneer of online journalism in the country by providing actual and continuously updated content. As reported by Detiknews.com, news emerged regarding the case of Moch Subchi Azal Tsani, widely known as Mas Bechi, in Jombang, who was charged with sexual abuse and rape at an Islamic boarding school. With the emergence of online news coverage, each media outlet has its own attributes or approaches in constructing and presenting news content. This study aims to analyze the framing of news coverage on sexual violence in Islamic boarding schools, focusing on the case of Mas Bechi in Jombang as reported by the online media outlet detik.com. This research employs a qualitative approach using the Gamson and Modigliani framing analysis model to examine how the media construct meaning through the emphasis on issues, actors, and solutions presented in the news. The data were collected from online news articles published by detik.com and analyzed using framing elements such as frame identification, framing devices (metaphors, exemplars, catchphrases, depictions, and visual images), and reasoning devices (roots, appeals to principles, and consequences). The findings indicate that detik.com frames the case as a legal process characterized by changes and legal debates within the courtroom. The main focus of detik.com’s coverage lies in reporting the progression of the trial proceedings.
Keywords: online media; framing analysis; sexual violence; Islamic boarding school
Abstrak
Media online adalah media yang diperkenalkan berbasis web pada sebuah situs internet. Media online menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk mengetahui suatu berita yang sedang terjadi dengan cara yang mudah dan cepat. Salah satu media online yang sering dikunjungi masyarakat adalah detik.com yang lahir dan menjadi pelopor media online di Indonesia dengan konten real time dan update. Dilansir dari Detiknews.com muncul berita kasus Moch Subchi Azal Tsani atau dikenal sebagai Mas Bechi di Jombang yang ditetapkan atas kasus pencabulan dan pemerkosaan di Pesantren. Dengan munculnya berita online tersebut, setiap media memiliki atributnya sendiri atau berbagai pendekatan untuk mengarang dan menyampaikan pemberitaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis framing pemberitaan kasus kekerasan seksual di lingkungan pesantren pada kasus Mas Bechi di Jombang yang dimuat di media online detik.com. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model analisis framing Gamson & Modigliani untuk mengkaji cara media membangun makna melalui penekanan isu, aktor, dan solusi yang ditampilkan dalam berita. Data diperoleh dari sumber media online (detik.com) yang kemudian dianalisis melalui elemen framing seperti identifikasi frame, struktur framing device (metaphors, exemplars, catchphrases, depictions, visual images), dan struktur reasoning device (roots, appeals to principles, consequences). Hasil penelitian menunjukkan bahwa detik.com membingkai kejadian ini sebagai proses hukum yang penuh perubahan dan perdebatan hukum di ruang sidang. Fokus utama dalam pemberitaan detik.com terletak pada jalannya persidangan.
Kata Kunci: media daring; analisis framing; kekerasan seksual; pesantren
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Abstract views: 17
,
PDF Downloads: 13