Penguatan Resiliensi Generasi Z melalui Kesenian Sandur di Sanggar Sayap Jendela Indonesia Art’s Laboratory
Abstract
Generasi Z menghadapi berbagai tantangan di era digital, seperti tekanan psikologis, perbandingan sosial, perundungan siber, serta permasalahan kesehatan mental yang berpotensi memengaruhi perkembangan psikososial mereka. Penguatan resiliensi menjadi penting untuk membantu Generasi Z beradaptasi secara positif terhadap berbagai tantangan kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis internalisasi nilai budaya lokal dalam kesenian Sandur sebagai strategi penguatan resiliensi Generasi Z serta mendeskripsikan bentuk resiliensi yang tercermin melalui keterlibatan mereka dalam kegiatan Sandur di Sanggar Sayap Jendela Indonesia Art’s Laboratory. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi dengan melibatkan pengelola sanggar, pelatih, serta anggota Generasi Z. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai budaya lokal dalam kesenian Sandur, seperti kebersamaan, tanggung jawab, solidaritas, disiplin, keberanian, dan penghormatan terhadap tradisi, diinternalisasikan melalui proses latihan, pementasan, pendampingan, dan interaksi sosial di sanggar. Keterlibatan dalam kegiatan Sandur juga mencerminkan bentuk resiliensi Generasi Z berupa kemampuan regulasi emosi, kepercayaan diri, optimisme, empati, adaptasi, dan keterhubungan sosial. Kesenian Sandur tidak hanya berfungsi sebagai sarana pelestarian budaya, tetapi juga menjadi media pendidikan nonformal yang berkontribusi dalam penguatan resiliensi Generasi Z.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Abstract views: 1
,
PDF Downloads: 0




