KAJIAN BENTUK DAN MAKNA TATA RIAS, BUSANA, DAN AKSESORIS TOKOH DEWI SEKARTAJI PADA UPACARA ADAT CEPROTAN DI DESA SEKAR KOTA PACITAN
DOI:
https://doi.org/10.26740/jtr.v13n3.64880Abstrak
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan makna (1) tata rias wajah (2) penataan rambut (3) busana (4) aksesoris tokoh Dewi Sekartaji pada upacara adat Ceprotan. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian tata rias tokoh Dewi Sekartaji adalah: (1) base makeup, bedak warna light, alis mangot artinya lengkungan indah warna coklat, eyeshadow warna hijau bermakna kesuburan dan warna kuning bermakna bijaksana. Shading hidung warna coklat tua, perona pipi warna merah dan pink. Bulu mata dua tumpuk, eyeliner warna hitam dan putih. Perona bibir warna merah cabai, godeg sungu lembu. Makna tata rias wajah menampilkan karakter Dewi Sekartaji yang penuh pengabdian selama hidupnya. (2) Penataan rambut menggunakan sanggul menjulur keatas bermakna cita-cita yang tinggi dan rambut tergerai menyimbolkan perjalanan jauh yang telah ditempuh. (3) Busana meliputi; kemben, kace,dan rok batik wahyu tumurun bermakna mendapatkan anugerah. Rok penutup. Makna busana bernuansa hijau berarti kesuburan yang melimpah pada desa Sekar. (4) Aksesoris meliputi; gunungan bermakna keagungan Tuhan, mahkota bentuk siger menyimbolkan Dewi Sekartaji menyusuri ke seluruh tanah Jawa, sumping menjulur keatas, kelat bahu sulur-suluran warna merah bermakna kekuatan. Sabuk, gelang, bokongan, sampur, dan selendang. Makna keseluruhan aksesoris warna emas ialah kemakmuran, warna putih menyimbolkan karakter baik hati dan beraura positif serta warna hijau sebagai keserasian pada tata rias dan busana.
Kata Kunci: Tata Rias, Dewi Sekartaji, Upacara Adat Ceprotan
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Abstract views: 432
,
PDF Downloads: 265







