MEMBONGKAR REPRODUKSI MASKULINITAS PIMPINAN ORGANISASI KEMAHASISWAAN
(Studi Fenomenologi Badan Eksekutif Mahasiswa-Universitas di Perguruan Tinggi Surabaya)
Abstract
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis reproduksi maskulinitas pada pimpinan Badan Eksekutif Mahasiswa-Universitas (BEM-U/DEMA-U) di tiga perguruan tinggi Surabaya, yakni Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, dan Universitas Negeri Surabaya. Berangkat dari fenomena dominasi laki-laki pada posisi puncak kepemimpinan organisasi kemahasiswaan, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi fenomenologi. Kerangka analisis menggunakan perspektif Pierre Bourdieu mengenai arena, habitus, modal, dan reproduksi dominasi simbolik. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap ketua serta wakil ketua organisasi mahasiswa tingkat universitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reproduksi maskulinitas dalam organisasi kemahasiswaan berlangsung melalui tiga mekanisme utama. Pertama, arena pemilihan raya mahasiswa menjadi ruang pertarungan simbolik yang lebih menguntungkan laki-laki melalui kultur politik kampus, koalisi organisasi, dan legitimas i senior. Kedua, kemenangan dan pengakuan kepemimpinan dibentuk oleh akumulasi modal sosial, modal ekonomi, modal budaya, dan modal simbolik yang dalam praktiknya lebih mudah diakses dan dilekatkan pada laki-laki. Ketiga, habitus kepemimpinan yang berkembang di tiga kampus masih memosisikan laki-laki sebagai figur pemimpin ideal, sedangkan perempuan cenderung diarahkan pada peran administratif, pendukung, atau domestik-organisatoris. Dengan demikian, maskulinitas dalam pimpinan organisasi mahasiswa tidak hadir sebagai sifat alamiah, melainkan sebagai hasil reproduksi sosial yang terus diperkuat oleh kebiasaan, persepsi, dan struktur kekuasaan di lingkungan kampus.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Abstract views: 2
,
PDF Downloads: 0