Analisis Wacana Kritis Komodifikasi Garam Ruqyah pada Platform Tiktok
Abstract
Abstrak
Penelitian ini dibuat untuk mengetahui mengapa produk garam ruqyah dapat dipercaya oleh pembeli hingga terjual ratusan ribu produk dan apa ideologi yang digunakan oleh penjual garam ruqyah dalam strategi mempromosikan garam ruqyah melalui TikTok. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik purposive sampling dengan memilih 2 akun TikTok penjual garam ruqyah dengan kriteria tertentu, yaitu konsisten membahas garam ruqyah dan memiliki engagement rate tinggi. Analisis menggunakan teknik analisis wacana kritis Teun A. Van Dijk dengan menganalisis 3 aspek dimensi, yaitu dimensi teks, kognisi sosial dan konteks sosial. Hasil penelitian menunjukan produk garam ruqyah berhasil dipercaya secara massal karena penjual melakukan sakralisasi komoditas melalui manipulasi tiga dimensi wacana Teun A. van Dijk. Pada dimensi teks, penjual menggunakan eufemisme religius seperti diksi “wasilah” dan “ikhtiar” untuk mengaburkan motif bisnis, serta menggunakan konjungsi kontras untuk mendelegitimasi otoritas medis. Pada dimensi kognisi sosial, kepercayaan dibangun dengan memanfaatkan otoritas karismatik (sosok ustadz/doa) dan mengubah testimoni pelanggan menjadi "kebenaran kolektif" yang menggeser nalar kritis pembeli. Pada dimensi konteks sosial, fenomena ini tumbuh subur akibat kerentanan psikologis masyarakat tradisional yang menghadapi ketidakpastian ekonomi atau kesehatan, sehingga mencari solusi spiritual yang instan dan praktis di ruang digital (TikTok). Penelitian ini menyimpulkan bahwa penjual cenderung mengadopsi ideologi kapitalisme dalam balutan religiusitas.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Abstract views: 0
,
PDF Downloads: 0