Hubungan Pemberian Vitamin A Dengan Kejadian Stunting Pada Bayi Usia 6-23 Bulan Di Indonesia (Analisis Data Sekunder SSGI 2022)
Kata Kunci:
Stunting, Anak usia 6-23 bulan, vitamin aAbstrak
Latar Belakang: Stunting merupakan masalah kesehatan di masyarakat yang kian memprihatinkan dengan prevalensi 21,6% pada tahun 2022. Balita yang mengalami stunting akan cenderung lebih rentan terhadap penyakit serta mengalami penurunan kecerdasan dimasa mendatang. Salah satu upaya pencegahan stunting adalah dengan rutin memberikan suplemen Vitamin A.
Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pemberian vitamin A dengan kejadian stunting pada bayi usia 6-23 bulan di Indonesia
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitic-survey dengan data sekunder dari Survei Status Gizi Indonesia 2022. Sampel penelitian ini adalah seluruh bayi yang berusia 6-23 bulan di Indonesia. Data kemudian dianalisis dengan menggunakan uji Chi-Square dan uji regresi logistic
Hasil: Prevalensi kejadian stunting adalah 13.4% (13.346 bayi). Adapun suplementasi vitamin A, sebanyak 18.5% menerima setidaknya satu dosis vitamin A, serta 58.2% mengikuti suplementasi vitamin A secara lengkap. Terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian vitamin A dengan kejadian stunting pada bayi yang berusia 6-23 bulan di Indonesia Kesimpulan: Dengan demikian suplementasi Vitamin A sebagai salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh para orang tua untuk mencegah kejadian stunting pada balita di Indonesia.
Unduhan
Referensi
Chusna, N. N., & Fauzi, L. (2021). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kesembuhan Tuberkulosis pada Penderita Tuberkulosis di Kota Semarang. Indonesian Journal of Health Community, 2(1), 8. https://doi.org/10.31331/ijheco.v2i1.1625.
Gebreayohanes, M., & Dessie, A. (2022). Prevalence of stunting and its associated factors among children 6–59 months of age in pastoralist community, Northeast Ethiopia: A community-based cross- sectional study. PLOS ONE, 17(2), e0256722. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0256722
Huo, J., Huang, Y., Sun, J., Huang, J., Dong, J., Sun, Y., & Feng, X. L. (2024). Malnutrition in infants aged 6-23 months in China’s poorest rural counties from 2016 to 2021: cross sectional study. BMJ, e079499. https://doi.org/10.1136/bmj-2024-079499
Ilham, A. M. (2024). Prevalensi Stunting Pada Anak Usia 0-5 Tahun Di Kelurahan Cail, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba. Universitas Hasanuddin.
Kemenkes. (2020). Peraturan Menteri Kesehatan RI No 2 Tahun 2020 Tentang Standar Antropometri Anak. Satukan Tekad Menuju Indonesia Sehat, 3, 1–78.
Kementerian Kesehatan. (2016). Panduan Manajemen Terintegrasi Suplementasi Vitamin A.
Kementerian Kesehatan. (2024). Sehat dengan Vitamin A.
Kementerian Kesehatan. (2025a). SSGI 2024 Dalam Angka (K. Kesehatan, Ed.).
Kementerian Kesehatan. (2025b). SSGI 2024: Prevalensi Stunting Nasional Turun Menjadi 19,8%.
Khairani, F. (2024). Hubungan Kurang Energi Kronik (KEK) dengan Kejadian Stunting Pada Balita 2-4 Tahun di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pringgarata. Cahaya Mandalika, 5(1).
Menteri Kesehatan RI. (2015). Permenkes No 21 Tahun 2015 Tentang Standar Pemberian Vitamin A (p. 6).
Mutumba, R., Pesu, H., Mbabazi, J., Greibe, E., Olsen, M. F., Briend, A., Mølgaard, C., Ritz, C., Nabukeera-Barungi, N., Mupere, E., Filteau, S., Friis, H., & Grenov, B. (2023). Correlates of Iron, Cobalamin, Folate, and Vitamin A Status among Stunted Children: A Cross- Sectional Study in Uganda. Nutrients, 15(15), 3429. https://doi.org/10.3390/nu15153429
Natassya, P., & Soesanto, S. (2024). Pengaruh stunting terhadap perkembangan kognitif pada balita hingga remaja. Jurnal Kedokteran Gigi Terpadu, 6(1). https://doi.org/10.25105/jkgt.v6i1.19137
Nemerimana, M., & Gbadamosi, M. A. (2025). Trends in the prevalence of concurrent anaemia and stunting among infants and young children in Rwanda: a cross-sectional study from 2010 to 2020. Global Health Action 18(1). https://doi.org/10.1080/16549716.2025.2466281
Putri, N. M. (2025). Hubungan Anemia Ibu Hamil Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 6-23 Bulan di Tuban Novita Mahera Putri. In Journal Scientific of Mandalika (jsm) e-ISSN (Vol. 6, Issue 7).
Rai, R. K. (2022). Estimated effect of vitamin A supplementation on anaemia and anthropometric failure of Indian children. Pediatric Research, 91(5), 1263–1271. https://doi.org/10.1038/s41390-022-01969-1
Rahmadani, S., & Lubis, S. (2023). Evaluasi peran pemerintah dalam menentukan angka stunting berdasarkan perpres 72 tahun 2021. Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia, 9(1), 188. https://doi.org/10.29210/1202322804
Sahiledengle, B., Agho, K. E., Tekalegn, Y., Gomora, D., Atlaw, D., Zenbaba, D., Desta, F., Teferu, Z., Beressa, G., Mesfin, T., Sintayehu, Y., & Mwanri, L. (2025). Factors associated with childhood undernutrition in poor Ethiopian households: Implications for public health interventions. PLOS One, 20(5), e0323332. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0323332
Samosir, T. R., Sinaga, R., & Batubara, Z. (2023). Faktor-Faktor Yang Berkaitan Dengan Pemberian Vitamiin A Pada Balita di Posyandu Desa Kelambir Kec. Pantai Labu Kab. Deli Serdang. Calory Journal: Medical Laboratory Journal, 1(3).
Siti, Akrom, Nurkhasanah, & Zuniarto, A. A. (2024). Intake of Vitamin A, Calcium, and Zink Between Stunted and Non-Stunted Children in Cirebon. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 10(7), 4058–4065. https://doi.org/10.29303/jppipa.v10i7.7687
Ssentongo, P., Ba, D. M., Ssentongo, A. E., Fronterre, C., Whalen, A., Yang, Y., Ericson, J. E., & Chinchilli, V. M. (2020). Association of vitamin A deficiency with early childhood stunting in Uganda: A populationbased cross-sectional study. PLoS ONE, 15(5), 1– 16.https://doi.org/10.1371/journal.pone.0233615
WHO. (2023). Levels and Trends in Child Malnutrition: UNICEF/WHO/World Bank Group Joint Child Malnutrition Estimates: Key Findings of The 2023 Edition.
Yuniarti, A., Setiarini, A., & Asih Setiarini. (2024). Konsumsi Vitamin A untuk Mencegah Kejadian Stunting : Systematic Review. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 7(3), 588–595. https://doi.org/10.56338/mppki.v7i3.478 4
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Gizi dan Kesehatan Nusantara

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Abstract views: 7
,
PDF Downloads: 2