Hubungan antara Asupan Kalium, Magnesium dan Serat dengan Tekanan Darah pada Pra-Lansia Wanita di Desa Getas, Tanjunganom, Nganjuk
Kata Kunci:
Kalium, magnesium, pra-lansia, serat, tekanan darahAbstrak
Latar Belakang: Masa pra-lansia (usia 45–59 tahun) merupakan fase transisi yang rentan terhadap penyakit degeneratif, salah satunya adalah hipertensi. Asupan mikronutrien seperti kalium, magnesium, dan serat memiliki peran penting dalam regulasi tekanan darah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara asupan kalium, magnesium, dan serat dengan tekanan darah pada wanita pra-lansia di Desa Getas, Tanjunganom, Nganjuk. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 102 pra-lansia usia 45–59 tahun yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Data asupan kalium, magnesium, dan serat diperoleh menggunakan Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), sedangkan data tekanan darah diperoleh melalui pengukuran langsung menggunakan tensimeter. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman-rho. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki asupan kalium kurang dengan rata-rata 1.697,04 mg/hari, asupan magnesium kurang dengan rata-rata 243,8 mg/hari, dan asupan serat kurang dengan rata-rata 12,6 g/hari. Sebagian besar responden juga memiliki tekanan darah tinggi (90,2%). Hasil uji Spearman-rho menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara asupan kalium dengan tekanan darah (p<0,001) dan r=-0,613, asupan magnesium dengan tekanan darah (p<0,001) dan r=-0,594, serta asupan serat dengan tekanan darah (p<0,001) dan r=-0,762. Kesimpulan: Asupan kalium, magnesium, dan serat berhubungan dengan tekanan darah pada pra-lansia. Peningkatan konsumsi pangan sumber kalium, magnesium, dan serat diperlukan sebagai upaya pencegahan hipertensi pada kelompok pra-lansia.
Unduhan
Referensi
Briawan, D., & Listiaty, S. F. (2023). Asupan serat pangan pada penduduk dewasa di Indonesia. IPB University Repository.
Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk. (2023). Profil Kesehatan Kabupaten Nganjuk Tahun 2023. Nganjuk: Pemerintah Kabupaten Nganjuk.
Fiorentini, D., Cappadone, C., Farruggia, G., & Prata, C. (2021). Magnesium: Biochemistry, nutrition, detection, and social impact of diseases linked to its deficiency. Nutrients, 13(4), 1136. [https://doi.org/10.3390/nu13041136]
Fitri, D. Y., Puteri, A. D., & Widawati. (2023). Asupan protein, serat, natrium, dan hipertensi pada dewasa pertengahan 45–59 tahun (middle age) di Desa Palung Raya, Kampar, Riau. Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik, 2(3),199–206. [https://doi.org/10.25182/jigd.2023.2.3.199-206]
Jones, D. W., Ferdinand, K. C., Taler, S. J., et al. (2025). 2025 AHA/ACC guideline for the prevention, detection, evaluation and management of high blood pressure in adults: American Heart Association joint committee on clinical practice guidelines. Circulation.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Survei Kesehatan Indonesia 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan RI. 2018. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Maulidya, Y., Qonitun, U., & Ristanti, I. K. (2024). Hubungan asupan kalium dengan kejadian hipertensi pada perempuan usia >45 tahun. Jurnal Kesehatan Masyarakat.
North American Menopause Society. (2022). The 2022 Hormone Therapy Position Statement of The North American Menopause Society. Menopause, 29(7), 767–794.
Sangadah, K. (2023). Hubungan Asupan Zat Gizi (Natrium, Kalium, Kalsium, Magnesium) dan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Hipertensi. Nutrizione: Nutrition Research And Development Journal, 2(3), 12-20. https://doi.org/10.15294/nutrizione.v2i3.61280
World Health Organization (WHO). 2023. Hipertensi. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hypertension
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Gizi dan Kesehatan Nusantara

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Abstract views: 44
,
PDF Downloads: 41