IMPLEMENTASI POLITIK ETIS TERHADAP PENDIDIKAN PRIBUMI DI MULO SURABAYA TAHUN 1914-1942
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Politik Etis terhadap pendidikan pribumi di MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) Surabaya pada tahun 1914–1942. Fokus penelitian meliputi proses seleksi pelajar pribumi untuk memasuki MULO serta bentuk implementasi Politik Etis dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah tersebut. Penelitian menggunakan metode sejarah dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui tahapan heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Sumber yang digunakan terdiri atas arsip kolonial, surat kabar berbahasa Belanda, dokumen resmi, serta berbagai literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akses pendidikan MULO bagi pribumi tetap bersifat selektif melalui ujian masuk, sistem pemeringkatan berdasarkan nilai, serta persyaratan kemampuan berbahasa Belanda. Implementasi Politik Etis di MULO diwujudkan melalui pembangunan sistem pendidikan modern dengan kurikulum yang berorientasi pada kebutuhan administrasi dan industri kolonial. Di sisi lain, pendidikan MULO juga memberikan peluang mobilitas sosial bagi sebagian pribumi melalui kesempatan bekerja sebagai pegawai administrasi, guru, maupun tenaga perkantoran. Selain itu, MULO turut melahirkan kelompok pribumi terdidik yang memiliki kesadaran sosial dan politik, sehingga sekolah ini tidak hanya berfungsi sebagai instrumen kekuasaan kolonial, tetapi juga menjadi ruang yang secara tidak langsung mendorong tumbuhnya nasionalisme di kalangan pribumi.
Downloads
Downloads
Published
Versions
- 2026-07-15 (3)
- 2026-07-14 (2)
- 2026-07-14 (1)
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Avatara: Jurnal Pendidikan Sejarah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Abstract views: 12
,
PDF Downloads: 12
Avatara-E Journal Pendidikan Sejarah Unesa