Vol. 17 No. 4 (2026): AVATARA (Edisi Juli)

					View Vol. 17 No. 4 (2026): AVATARA (Edisi Juli)

Sepuluh artikel yang tersaji dalam edisi ini merepresentasikan keluasan horizon kajian Pendidikan Sejarah yang tidak hanya berorientasi pada rekonstruksi masa lalu, tetapi juga berupaya menjelaskan relevansi sejarah dalam menjawab tantangan masyarakat kontemporer. Beragam tema yang diangkat menunjukkan bahwa sejarah merupakan ruang dialog antara memori kolektif, dinamika sosial, budaya, politik, pendidikan, dan transformasi kehidupan masyarakat. Melalui pendekatan multidisipliner, setiap artikel menawarkan perspektif baru yang memperkaya khazanah historiografi sekaligus memberikan kontribusi terhadap pengembangan pembelajaran sejarah yang lebih kritis, reflektif, dan kontekstual.

Kajian mengenai hubungan sikap demokrasi deliberatif dengan kemampuan berpikir kritis, serta pengaruh model Creative Problem Solving dan Argument-Driven Inquiry terhadap kemampuan berpikir sejarah peserta didik, memperlihatkan pentingnya inovasi pedagogis dalam membentuk generasi yang mampu berpikir analitis, menyusun argumentasi berbasis bukti, dan berpartisipasi secara demokratis dalam kehidupan publik. Di sisi lain, penelitian tentang Menwa UNESA pasca-Orde Baru mengungkap dinamika relasi antara identitas bela negara, perubahan politik, dan stigma sosial pada era reformasi. Perspektif sejarah pendidikan diperkaya melalui kajian mengenai Sekolah Tiong Hoa Hwe Koan di Pasuruan serta implementasi Politik Etis terhadap pendidikan pribumi di MULO Surabaya. Kedua artikel tersebut memperlihatkan bagaimana pendidikan menjadi arena negosiasi kekuasaan, identitas, modernisasi, sekaligus mobilitas sosial pada masa kolonial. Kajian-kajian ini menghadirkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai proses pembentukan masyarakat Indonesia modern.

Penelitian mengenai perkembangan Museum Anjuk Ladang, peran perempuan dalam industri Batik Trenggalek, perkebunan cengkeh mandiri di Desa Bangun, serta Sanggar Seni Lung Ayu di Kabupaten Jombang menunjukkan pentingnya sejarah lokal sebagai sumber pengetahuan yang merekam dinamika ekonomi, budaya, pelestarian warisan, serta pemberdayaan masyarakat. Berbagai studi tersebut menegaskan bahwa sejarah lokal memiliki posisi strategis dalam memperkuat identitas daerah sekaligus memperkaya narasi sejarah nasional yang selama ini cenderung berpusat pada peristiwa-peristiwa besar. Keseluruhan artikel dalam edisi ini mencerminkan keberagaman pendekatan metodologis dan keluasan objek kajian yang menjadi kekuatan utama penelitian sejarah masa kini. Dari ruang kelas hingga museum, dari kebijakan kolonial hingga komunitas seni, dari dinamika organisasi kemahasiswaan hingga ekonomi berbasis masyarakat, seluruh tulisan memperlihatkan bahwa sejarah terus hidup melalui praktik pendidikan, kebudayaan, dan kehidupan sosial. Diharapkan edisi ini menjadi referensi ilmiah yang mendorong lahirnya penelitian-penelitian baru, memperkuat tradisi akademik yang kritis, serta memperluas pemanfaatan sejarah sebagai fondasi pembangunan masyarakat yang demokratis, inklusif, dan berkelanjutan.

 

Published: 2026-07-14

Articles

Articles

Articles

Articles