MAKNA KEINTIMAN PADA PEREMPUAN DEWASA AWAL YANG BELUM MENIKAH

  • Syahrul Badar Universitas Negeri Surabaya
  • Ira Darmawanti Universitas Negeri Surabaya

Abstract

This purpose of this study was to explore how single young adult women make meaning of a
partner, how the intimacy experienced by was based on the current phenomenon of the single
young adult women in the age of thirties who have different opinion in defining the intimacy
with there partners. Based on the case, being single is the problem on achieving an intimacy.
This study used a qualitative method with a phenomenological approach. There were five
single young adult women recruited as the respondent. In choosing the respondents this study
used purposive sampling and snowball sampling techniquest. Data were collected using semi
structural interviews and analyzed using an interpretative phenomenological analysis (IPA).
The result of this study shows that the respondents feel that having a partner helped them
achieving the intimacy, but they also worry about restraints and violence that may be done by
their partner. This study also found that in order to keep a good intimacy, the respondents do
good activities with their partners. They also believe that in the future of their realitionships,
will continue to the marriage stage.

Key Words: Intimacy, young adult, single

Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalan mengenai bagaimana perempuan
dewasa awal yang belum menikah memahami arti sebuah pasangan, bagaimana keintiman
yang dialami oleh perempuan dewasa awal yang belum menikah, serta memahami bagaimana
perempuan dewasa awal yang belum menikah memandang suatu hubungan di masa depan.
Penelitian ini diangkat dari fenomena yang terjadi dilapangan pada perempuan dewasa awal
berusia tiga puluhan yang belum menikah dimana mereka akan lebih berfariasi dalam

memaknai sebuah keintiman dengan lawan jenisnya. Berdasarkan hal tersebut maka alasan
belum menikah adalah sebuah persoalan dalam mencapai sebuah keintiman. Penelitian ini
menggunakan metode kualitatif dengan teknik pendekatan fenomenologi. Partisipan
penelitian ini menggunakan lima orang perempuan dewasa awal yang belum menikah,
pengambilan partisipan menggunakan teknik purposive sampling dengan bantuan key person,
dan dua partisipan yang lain diambil menggunakan teknik snowball sampling. Teknik analisis
data dilakukan dengan menggunakan interpretative phenomenological analysis (IPA). Hasil
penelitian ini mengungkapkan bahwa partisipan merasa diuntungkan dengan adanya seorang
pasangan dan mereka juga memiliki kekhawatiran akan sebuah kekangan dan kekerasan yang
dilakukan pasangan terhadap mereka. Partisipan melakukan aktifitas yang berkualitas
bersama kekasih dan menjaga hubungan keintiman supaya tetap baik, mereka juga
memandangan hubungan di masa depan sehingga mereka memiliki kesiapan untuk menujuh
ke jenjang pernikahan.


Kata kunci: Keintiman, dewasa awal, belum menikah

 



Published
2016-02-28
Abstract Views: 31
PDF Downloads: 48