Social Anxiety Pada Mantan Pelaku Tujah Di Provinsi Sumatera Selatan

Penulis

  • Elza Febiola Universitas Negeri Surabaya
  • Qurrota A'yuni Fitriana Universitas Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.26740/cjpp.v13n01.p348-358

Kata Kunci:

Social anxiety, tujah, mantan pelaku

Abstrak

Fenomena tujah sebagai bentuk kekerasan interpersonal di Sumatera Selatan tidak hanya berdampak pada korban, tetapi juga menimbulkan konsekuensi psikologis jangka panjang bagi pelakunya setelah menjalani proses hukum dan kembali ke masyarakat. Salah satu dampak yang rentan dialami adalah social anxiety, terutama dalam konteks reintegrasi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika social anxiety pada mantan pelaku tujah serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus dengan desain single case. Partisipan terdiri dari mantan pelaku tujah yang telah menyelesaikan masa hukuman. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan adanya tema utama meliputi ketakutan terhadap penilaian negatif, stigma sosial, kesulitan membangun kembali relasi sosial, serta strategi koping yang digunakan subjek dalam menghadapi social anxiety. Temuan ini menunjukkan bahwa pengalaman kriminalitas dan respons sosial pasca-pemidanaan berkontribusi signifikan terhadap munculnya social anxiety. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan intervensi psikologis dan program pendampingan bagi mantan pelaku kekerasan dalam proses reintegrasi sosial.

Abstract

The phenomenon of tujah as a form of interpersonal violence in South Sumatra not only affects victims but also has long-term psychological consequences for perpetrators after completing their legal sentences and returning to society. One psychological impact that is particularly vulnerable is social anxiety, especially during social reintegration. This study aims to explore the dynamics of social anxiety among former tujah perpetrators and the contributing factors. This research employed a qualitative approach with a phenomenological method. Participants were former tujah perpetrators who had completed their sentences. Data were collected through in-depth interviews and analyzed using thematic analysis. The findings revealed key themes including fear of negative evaluation, social stigma, difficulties in rebuilding social relationships, and coping strategies used to manage social anxiety. These findings indicate that criminal experiences and post-incarceration social responses significantly contribute to social anxiety. This study provides insights for developing psychological interventions and support programs for former perpetrators during social reintegration.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

AI-MRC Journal. (2025). Fenomenologi reintegrasi sosial mantan narapidana di Indonesia. Asian Interdisciplinary Research in Criminology, 4(1), 101–115.

Astana, I. G. A. M. Y., & Subroto, S. H. (2023). Optimalisasi pembinaan intramural kepada narapidana pada peningkatan reintegrasi sosial (studi kasus di Lapas Kelas IIB Tuban). Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(4), 2513–2518. https://doi.org/10.54371/jiip.v6i4.1868

Cahyoko, B., & Damanik, A. (2023). The impact of social rehabilitation on prisoners in Narcotics Prison Class IIA Pematang Siantar. ANAYASA: Journal of Legal Studies, 2(1), 10–16. https://doi.org/10.61397/ays.v2i1.65

Clague, C. A., Laugeson, E. A., & MacLeod, C. (2023). Social anxiety and its maintaining factors: Accounting for cognitive and personality influences. Journal of Psychopathology and Behavioral Assessment, 45, 345–359. Retrieved from https://www.researchgate.net/publication/369973891_Social_Anxiety_and_Its_Maintaining_Factors_Accounting_for_the_Role_of_Neuroticism

Hayati, S. A., & Tohari, S. (2022). Cognitive behavioral therapy (CBT) dalam menurunkan social anxiety disorder (SAD) dan obsessive compulsive disorder (OCD) pada remaja. Bulletin of Counseling and Psychotherapy, 4(1), 153–159. https://doi.org/10.51214/bocp.v4i1.199

Hayya, R. N. (2023). Assertive communication skills group intervention for adolescents with social anxiety. Psikostudia: Jurnal Psikologi, 12(3), 401–408. https://doi.org/10.30872/psikostudia.v12i3.11264

Hwang, Y. J. (2025). “Place-finding” as the key to reintegration after release from prison in older age: A transdisciplinary, holistic and strengths-based reintegration framework using grounded theory. PLOS ONE, 20(6), e0325497. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0325497

Ilhami, M. W., Nurfajriani, W. V., Mahendra, A., Sirodj, R. A., & Afgani, M. W. (2024). Penerapan metode studi kasus dalam penelitian kualitatif. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(9), 462–469. https://doi.org/10.5281/zenodo.11180129

Isabella, I., & Periansyah, P. (2021). Upaya pencegahan faham radikalisme dan terorisme melalui kearifan lokal di Sumatera Selatan. Jurnal Pemerintahan dan Politik, 6(1). https://doi.org/10.36982/jpg.v6i1.1314

Konovalova, I., Antolin, J. V., Bolderston, H., & Gregory, N. J. (2021). Adults with higher social anxiety show avoidant gaze behaviour in a real world social setting: A mobile eye tracking study. PLoS ONE, 16(10), e0259007. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0259007

La Greca, A. M., & Lopez, N. (1998). Social anxiety. Guilford Press.

Missasi, V. (2023). Analisis model kecemasan sosial pada mahasiswa. Jurnal An-Nur, 12(2), 87–94. Retrieved from https://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/Annur/article/view/28912

Morin, C. R. W., & Rahardjo, W. (2021). Kecemasan sosial, kecenderungan alexithymia dan adiksi internet pada mahasiswa. Psikoislamika: Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam, 14(1), 53–66. https://doi.org/10.35760/psi.2021.v14i1.3439

Olson, C. M. (2021). Familial factors in the development of social anxiety disorder. Journal of Psychosocial Nursing and Mental Health Services, 59(7), 23–34. https://doi.org/10.3928/02793695-20210219-01

Oktaviawati, M., & Sa’adah, N. (2024). Online counseling: Pendekatan teknik cognitive behavioral therapy (CBT) untuk memberikan dukungan bagi individu dengan gangguan kecemasan sosial (social anxiety disorder). Jurnal Edukasi: Jurnal Bimbingan Konseling, 10(1), 117–127. https://doi.org/10.21831/educounseling.v10i1.67503

Pasma, A., Van Ginneken, E. F. J. C., Palmen, H., & Nieuwbeerta, P. (2023). Professional support for ex prisoners: Pathways to successful reintegration. International Journal of Offender Therapy and Comparative Criminology. Retrieved from https://journals.sagepub.com/doi/abs/10.1177/17488958231161432

Samara, M., Yulianto, A., & Ratu, V. (2024). Pembinaan tahap akhir bagi narapidana perempuan di Kupang: Kesiapan menghadapi reintegrasi sosial. Jurnal Kriminologi Indonesia, 20(1), 77–90.

Sasmita, D. E., Kriswanto, E. S., & Jhody, I. (2022). Peran Balai Pemasyarakatan Semarang dalam reintegrasi sosial masyarakat klien pemasyarakatan narkotika. Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik, 4(5), 1618–1629. https://doi.org/10.38035/jihhp.v4i5.2327

Septiana, N. N., Khoiriyah, Z., & Shaleh, A. (2024). Metode penelitian studi kasus dalam pendekatan kualitatif. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 10(4), 233–243. https://doi.org/10.36989/didaktik.v10i04.5181

Wang, Y., Zhang, G., & Liu, H. (2022). The relationship between perfectionism and social anxiety: A moderated mediation model. PLoS ONE, 17(6), e0267677. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0267677

Diterbitkan

2026-01-31

Cara Mengutip

Febiola, E., & Fitriana, Q. A. (2026). Social Anxiety Pada Mantan Pelaku Tujah Di Provinsi Sumatera Selatan. Character Jurnal Penelitian Psikologi, 13(01), 348–358. https://doi.org/10.26740/cjpp.v13n01.p348-358
Abstract views: 53 , PDF Downloads: 8

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

Artikel Serupa

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.