Analisis Validitas EMAR – (E-Module Augmented Reality Stationary) WAVE sebagai Media Pembelajaran untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik SMA

Validity Analysis of EMAR – (E-Module Augmented Reality Stationary) WAVE as a Learning Media to Improve Critical Thinking Skills of High School Students

Authors

  • Radika Septi Radisti Artika Universitas Negeri Surabaya
  • Imam Sucahyo Universitas Negeri Surabaya
  • Oka Saputra Universitas Negeri Surabaya

Keywords:

Augmented Reality, deep learning, E-Module, stationary wave, validity

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong perlunya inovasi media pembelajaran yang mampu memvisualisasikan konsep fisika abstrak serta memfasilitasi kemampuan berpikir kritis peserta didik. Materi gelombang stasioner merupakan salah satu materi fisika yang memiliki tingkat abstraksi tinggi sehingga memerlukan media pembelajaran yang interaktif dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis validitas EMAR-(E-Module Augmented Reality Stationary) WAVE berbasis Deep Learning sebagai media pembelajaran fisika pada materi gelombang stasioner untuk peserta didik SMA. Produk yang dikembangkan berupa e-modul digital interaktif yang mengintegrasikan materi pembelajaran, visualisasi berbasis Augmented Reality, video pembelajaran, simulasi PhET, latihan soal berbasis indikator kemampuan berpikir kritis Ennis, serta kegiatan refleksi pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development) menggunakan model ADDIE yang dilaksanakan hingga tahap development. Validasi produk dilakukan oleh tiga validator ahli yang terdiri atas dua dosen Pendidikan Fisika dan satu guru fisika SMA. Instrumen penelitian berupa lembar validasi menggunakan skala Likert empat tingkat yang mencakup aspek materi, penyajian, bahasa, visual, integrasi Augmented Reality, dan kemudahan penggunaan. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa EMAR-WAVE memperoleh nilai validitas rata-rata sebesar 90,27% dengan kategori sangat valid. Persentase validitas pada aspek materi sebesar 89,58%, penyajian 86,46%, bahasa 95,00%, visual 90,28%, integrasi Augmented Reality 90,00%, dan kemudahan penggunaan 91,67%, sehingga seluruh aspek memenuhi kriteria sangat valid. Hasil tersebut menunjukkan bahwa EMAR-WAVE layak digunakan sebagai media pembelajaran fisika pada materi gelombang stasioner setelah dilakukan penyempurnaan berdasarkan masukan validator. Temuan ini mengimplikasikan bahwa integrasi e-modul, teknologi Augmented Reality, dan pendekatan Deep Learning dapat menjadi alternatif solusi bagi guru fisika dalam mengatasi keterbatasan visualisasi konsep abstrak, khususnya pada materi gelombang stasioner, sekaligus menjadi acuan bagi pengembang media pembelajaran lain dalam merancang produk sejenis pada materi fisika abstrak lainnya. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menguji kepraktisan dan efektivitas media dalam pembelajaran

Downloads

Download data is not yet available.

References

Akbar, S. (2013). Instrumen perangkat pembelajaran. PT Remaja Rosdakarya.

Apriliana, S., Mahmada, S., & Ahtar, M. A. P. (2026). Merdeka Belajar di era digital: Strategi implementasi Kurikulum Merdeka untuk kompetensi abad 21. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 11(2). https://doi.org/10.23969/jp.v11i02.49968

Andani, S. R., Sari, S. Y., Akmam, A., & Sundari, P. D. (2023). The urgency of interactive learning media in improving students' physics learning outcomes. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 8(4), 2415–2419. https://doi.org/10.29303/jipp.v8i4.1814

Branch, R. M. (2009). Instructional design: The ADDIE approach. Springer.

Cahyani, A., Nikmatillah, Z., Da Lopez, M. A., Gunawan, G., & Nisrina, N. (2026). Effectiveness and characteristics of interactive e-modules in physics learning in the Merdeka Curriculum: A systematic literature review (2022–2025). Indonesian Journal of Innovation and Educational Technology, 1(1), 47–56.

Damayanti, E. D., Suwarma, I. R., & Muslim. (2023). The influence of STEM-based physics module to enhance critical thinking skills. Unnes Science Education Journal, 12(3). https://doi.org/10.15294/usej.v12i3.72443

Fadhilah, J., Anggraeni, D. E., Akmaludin, J., Ikhsan, M., Cantika, M., & Pratiwi, R. H. (2025). Pengaruh media pembelajaran berbasis teknologi dalam pembelajaran fisika SMA. Jurnal Dinamika Pendidikan. https://doi.org/10.64540/psx1sk85

Ibáñez, M. B., & Delgado-Kloos, C. (2022). Augmented reality for STEM learning: A systematic review. IEEE Transactions on Learning Technologies, 15(2), 123–138. https://doi.org/10.1109/TLT.2022.3145123

Kemendikbudristek. (2024). Naskah akademik pembelajaran mendalam (Deep Learning). Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

Lestari, D. A., Nulhakim, L., & Setiawan, A. (2023). Pengembangan e-modul interaktif berbasis flipbook untuk meningkatkan kemandirian dan hasil belajar peserta didik. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 9(8), 6357–6365.

Likert, R. (1932). A technique for the measurement of attitudes. Archives of Psychology, 22(140), 1–55.

Nieveen, N. (1999). Prototyping to reach product quality. In J. van den Akker, R. Branch, K. Gustafson, N. Nieveen, & T. Plomp (Eds.), Design approaches and tools in education and training (pp. 125–135). Kluwer Academic Publishers.

Plomp, T. (2013). Educational design research: An introduction. Netherlands Institute for Curriculum Development (SLO).

Putri, N. A., Wiyanto, W., & Ellianawati, E. (2023). Development of augmented reality learning media to improve students' conceptual understanding of physics. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 9(5), 3562–3571.

Rahma, H., Armaidi, I. E., Yusuf, A., Kurniawan, E., Ngabiyanto, Sholeh, M., & Raharjo, T. J. (2026). Analisis efektivitas media pembelajaran berbasis digital terhadap minat belajar dan capaian akademik siswa sekolah dasar. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 11(2). https://doi.org/10.23969/jp.v11i02.45640

Rahmi, Z., & Mufit, F. (2025). Design and validity of e-modules based on cognitive conflict in measurement materials for Grade X Senior High School/Madrasah Aliyah. Physics Learning and Education, 3(4).

Rusilowati, A., Negoro, R. A., Aji, M. P., & Subali, B. (2023). Development of waves critical thinking test: Physics essay test for high school student. European Journal of Educational Research, 12(4), 1781–1794. https://doi.org/10.12973/eu-jer.12.4.1781

Sari, D. P., Yulkifli, Y., & Asrizal, A. (2024). Interactive digital learning media in physics learning: Its effect on conceptual understanding and student engagement. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 10(2), 1045–1055.

Sriyani, D., Koto, I., Defianti, A., Sakti, I., & Uliyandari, M. (2023). The effect of interactive learning media on students' conceptual understanding. Journal of Teaching and Learning Physics, 8(2), 111–124. https://doi.org/10.15575/jotalp.v8i2.27705

Ummah, D. N., & Nadlir. (2023). Kurikulum Merdeka dan integrasi media pembelajaran berbasis digital pada jenjang SD/MI. Elementeris: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Islam, 5(1). https://doi.org/10.33474/elementeris.v5i1.18907

Downloads

Published

22-08-2026

How to Cite

Radisti Artika, R. S., Sucahyo, I., & Saputra, O. (2026). Analisis Validitas EMAR – (E-Module Augmented Reality Stationary) WAVE sebagai Media Pembelajaran untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik SMA: Validity Analysis of EMAR – (E-Module Augmented Reality Stationary) WAVE as a Learning Media to Improve Critical Thinking Skills of High School Students. Inovasi Pendidikan Fisika, 15(1), 76–86. Retrieved from https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/inovasi-pendidikan-fisika/article/view/82235
Abstract views: 488 , PDF Downloads: 21

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.