PENGARUH JUMLAH CROSSLINKER TERHADAP PERSEN EKSTRAKSI PADA SINTESIS MOLECULARLY IMPRINTED POLYMER SEBAGAI ADSORBEN UNTUK KLORAMFENIKOL THE EFFECT OF CROSSLINKER AMOUNT TO THE PERCENT EXTRACTION IN MOLECULARLY IMPRINTED POLYMER SYNTHESIS AS AN ADSORBEN

  • Neli Kartika Asni Universitas Negeri Surabaya
  • Maria Monica Sianita Universitas Negeri Surabaya

Abstract

Kloramfenikol (CAP) adalah salah satu antibiotik yang sering digunakan karena berspektrum luas dan ketersediaannya yang mudah, tetapi dalam penggunaan jangka panjang dapat meninggalkan residu pada jaringan atau organ bahkan suatu produk makanan. Residu yang tertinggal dalam konsentrasi rendah memerlukan teknik pemekatan yang sesuai sebelum dianalisis menggunakan instrument High-Performance Liquid Chromatography. Salah satu teknik pemekatan yang dapat digunakan untuk menganalisis sampel berkonsentrasi rendah adalah menggunakan MIP (Molecularly Imprinted Polymer). MIP disintesis melalui polimerisasi template, monomer, dan crosslinker dengan suatu porogen. Dalam penelitian ini digunakan variasi jumlah mol ethylene glycol dimethacrylate (EGDMA) sebagai crosslinker dengan CAP sebagai template, asam metakrilat (MAA) sebagai monomer, dan asetonitril sebagai porogen menggunakan metode presipitasi serta dilakukan karakterisasi menggunakan instrumen FT-IR. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dan komposisi terbaik dari jumlah EGDMA terhadap persen ekstraksi serta menganalisis keberadaan gugus NO2 dari polimer terbaik yang dikarakterisasi menggunakan instrumen FT-IR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah mol crosslinker mempengaruhi persen ekstraksi dan komposisi terbaik antara CAP:MAA:EGDMA yaitu 1:3:18 yang menghasilkan persen ekstraksi paling tinggi yaitu 67,14%. Dari hasil karakterisasi FT-IR menunjukkan bahwa MIP masih mengandung CAP ditandai dengan munculnya serapan gugus –NO2 yang tidak tajam pada bilangan gelombang 1357,07 cm-1. Serapan gugus –NO2 pada NIP (Non Imprinted Polymer)terlihat tajam pada bilangan gelombang 1520,30 cm-1 dan 1377,76 cm-1serta spektra PB (Polimer Blanko) tidak terdapat serapan gugus –NO2 karena tidak mengandung kloramfenikol.

 

Kata kunci : Kloramfenikol, Molecularly Imprinted Polymer, metode presipitasi

 

Chloramphenicol (CAP) is one of antibiotics that’s often be used because of its broad spectrum and easy availability, but in long-term use it can leave residue in tissues or organs and even on a food product. Residues left in low concentrations require an appropriate preconcentration technique before being analyzed using the High Performance Liquid Chromatography  instrument. One of preconcentration technique that can be used is using MIP (Molecularly Imprinted Polymer). MIP is synthesized through polymerization of templates, monomers, and crosslinkers with a porogen. This research used variations in the number of moles of ethylene glycol dimethacrylate (EGDMA) as a crosslinker with CAP as a template, methacrylic acid (MAA) as a monomer, and acetonitrile as porogen using the precipitation method and characterization using FT-IR instruments. The purpose of this research was to determine the effect and the best composition of the amount of EGDMA to the percent extraction and analyze the presence of –NO2 groups of the best polymers that were characterized using FT-IR instruments. The results showed that the moles number of crosslinkers affected the percent extraction and the best composition between CAP: MAA: EGDMA is 1: 3: 18 which produces the highest percent extraction at 67,14%. The FT-IR characterization results show that MIP still contains a CAP marked by the weakened uptake of the –NO2 group at wave number 1357.07 cm-1. The uptake of the –NO2 group at NIP (Non Imprinted Polymer) was strong at wave numbers 1520.30 cm-1 and 1377.76 cm-1, and PB (Blank Polymer) spectra there’s no uptake of the -NO2 group because it doesn’t contain chloramphenicol.

 

Key words: Chloramphenicol, Molecularly Imprinted Polymer, precipitation method

Published
2020-11-29
Section
Articles
Abstract View: 114
PDF Download: 135