Optimisme Pernikahan pada Perempuan Dewasa Awal yang Fatherless Akibat Perceraian
DOI:
https://doi.org/10.26740/cjpp.v11i1.61586Keywords:
Optimisme pernikahan, fatherless, perceraianAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran optimisme pernikahan pada perempuan dewasa awal yang fatherless akibat perceraian orang tua. Dewasa awal dengan rentang usia 20-30 tahun merupakan masa dimana individu harus memenuhi tugas perkembangan menurut Erik Erikson yaitu intimacy versus isolation. Oleh karena itu, optimisme pernikahan penting diterapkan wanita dewasa awal agar mereka memiki keinginan untuk menikah. Pada masa ini individu dituntut untuk memilih pasangan hidup dan menjalin pernikahan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan dengan wawancara semiterstruktur, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Wawancara dilakukan pada dua orang partisipan yang berinisial AL dan IR. Hasil wawancara dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kedua partisipan memiliki optimisme terhadap pernikahan meskipun mengalami kondisi fatherless. Optimisme ini dibuktikan dengan adanya nilai harapan yang positif dan keyakinan yang mengarah pada keinginan untuk menikah. Harapan tersebut adalah harapan ingin memiliki keharmonisan dengan pasangan kelak dan harapan ingin membentuk keluarga yang bahagia. Harapan-harapan tersebut juga didukung oleh keyakinan partisipan untuk dapat mewujudkannya.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors who publish in this journal agree to the following terms:
Copyright in any article is held by the author.
The author grants the journal, publication rights with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors may enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., posting it to an institutional repository or publishing it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in an institutional repository or on their website) prior to and during the submission process, as this can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.

