dan Fungsi Musik Pengiring Tari Kembang Mahameru dalam Kajian Etnomusikologi

Penulis

  • Wahyu Paskabahakti Universitas Negeri Surabaya

Kata Kunci:

etnomusikologi, fungsi musik, struktur musik, Tari Kembang Mahameru, musik pengiring tari tradisional

Abstrak

Penelitian ini mengkaji struktur penyajian dan fungsi musik pengiring Tari Kembang Mahameru dalam perspektif etnomusikologi. Tari Kembang Mahameru merupakan karya seni pertunjukan khas Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, yang terinspirasi dari keagungan Gunung Semeru dan memadukan tradisi gamelan Jawa Timur dengan unsur musik jaranan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data utama berupa rekaman audiovisual pertunjukan pada Festival Karya Tari Jawa Timur 2016 yang diakses melalui platform YouTube. Analisis dilakukan melalui observasi audiovisual berulang dan analisis komputasional data intensitas audio (RMS) menggunakan perangkat lunak FFmpeg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur musik pengiring terbagi menjadi empat bagian utama: introduksi (0:00–1:34), pengembangan (1:34–2:52), klimaks (2:52–5:19), dan penutup (5:19–6:46). Setiap bagian memiliki karakter musikal yang berbeda melalui perubahan tempo, ritme, dinamika, dan penggunaan instrumen yang meliputi balungan, kendang, gong, terompet jaranan, dan vokal. Berdasarkan teori fungsi musik Merriam (1964), musik pengiring menjalankan enam fungsi dominan: ekspresi emosional, kenikmatan estetis, hiburan, komunikasi, representasi simbolik, dan respons fisik. Hubungan erat antara perubahan musikal dan gerak tari terwujud melalui konsep wirama dalam estetika pertunjukan Jawa. Penelitian ini berkontribusi pada dokumentasi dan pelestarian seni pertunjukan daerah Jawa Timur.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Adam Nasution, A. A. (2017). Kajian bentuk dan fungsi musik iringan tari Gambyong di Sanggar Tari Jawa Cipto Budaya Helvetia Medan [Skripsi, Universitas Negeri Medan].

Banoe, P. (2003). Kamus musik. Kanisius.

Barz, G., & Cooley, T. J. (2008). Shadows in the field: New perspectives for fieldwork in ethnomusicology (2nd ed.). Oxford University Press.

Blacking, J. (1973). How musical is man? University of Washington Press.

DeNora, T. (2015). Music in everyday life. Cambridge University Press.

Hall, S. (1997). Representation: Cultural representations and signifying practices. Sage Publications.

Harnish, D. (2016). Sacred and secular music of Indonesia. University of Hawai‘i Press.

Hood, M. (1971). The ethnomusicologist. McGraw-Hill.

Jamalus. (1988). Pengajaran musik melalui pengalaman musik. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Kunst, J. (1949). Music in Java (Vol. 1). Martinus Nijhoff.

Merriam, A. P. (1964). The anthropology of music. Northwestern University Press.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). Sage Publications.

Murgiyanto, S. (1983). Koreografi: Pengetahuan dasar komposisi tari. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Nettl, B. (2005). The study of ethnomusicology: Thirty-one issues and concepts. University of Illinois Press.

Nurmalita Sari, A. (2021). Fungsi musik pengiring tari Zapin Api Desa Teluk Rhu Kecamatan Rupat Utara Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau [Skripsi, Universitas Islam Riau].

Pelupessy, S. D. (2014). Kajian musik pengiring pada tari Cakalele di Medan [Skripsi, Universitas Negeri Medan].

Perlman, M. (2004). Unplayed melodies: Javanese gamelan and the genesis of music theory. University of California Press.

Pigeaud, T. G. T. (1938). Javaanse volksvertoningen. Volkslectuur.

Prier, K. E. (2011). Ilmu bentuk musik. Pusat Musik Liturgi.

Pulungan, M. A. (2020). Musik iringan tari persembahan di Lembaga Seni Semenda [Skripsi, Universitas Negeri Medan].

Samosir, H. (2024). Analisis musik pengiring tari Piring Lenggok Si Anak Dagang di Sanggar Tri Arga Medan ciptaan Iskandar Muda, M.Sn [Skripsi, Universitas Negeri Medan].

Soedarsono. (2002). Seni pertunjukan Indonesia di era globalisasi. Gadjah Mada University Press.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sunjata, P. (2008). Mitologi gunung dalam tradisi Jawa. Narasi.

Supanggah, R. (2018). Bothekan karawitan II: Garap. ISI Press.

Yohannes Panjaitan. (2016). Bentuk penyajian dan fungsi musik pengiring tari Barongsai dalam acara ulang tahun Viharra Kuan Theng Bio ke-11 pada Group Viharra Setia Buddha Binjai [Skripsi, Universitas Negeri Medan].

Diterbitkan

2026-06-10 — Diperbaharui pada 2026-06-10

Versi

Cara Mengutip

Paskabahakti, W. (2026). dan Fungsi Musik Pengiring Tari Kembang Mahameru dalam Kajian Etnomusikologi. Jurnal Pendidikan Sendratasik, 16(01). Diambil dari https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-sendratasik/article/view/78228
Abstract views: 17 , PDF Downloads: 1

Artikel Serupa

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.