Pembelajaran Tari Jamuran sebagai Stimulasi Motorik Kasar pada Komunitas Cinta ABK di Puskesmas Sukomulyo Kabupaten Gresik

stimulasi motorik kasar untuk anak berkebutuhan khusus

Penulis

  • Rachel Tahta Maulida Rachel Universitas Negeri Surabaya
  • Welly Suryandoko Universitas Negeri Surabaya

Kata Kunci:

ABK, tari jamuran, motorik kasar, puskesmas sukomulyo, gresik

Abstrak

Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) memerlukan penanganan khusus tidak hanya dalam aspek medis, tetapi juga aspek psikososial dan motorik. Di Puskesmas Sukomulyo, Kabupaten Gresik, terdapat wadah bernama "Komunitas Cinta ABK" yang menaungi orang tua dan anak-anak istimewa. Permasalahan mitra adalah minimnya variasi kegiatan terapi yang bersifat rekreatif dan melestarikan budaya lokal, di mana kegiatan seringkali terpaku pada terapi medis yang monoton. Pengabdian ini menawarkan solusi berupa pembelajaran Tari Dolanan "Jamuran". Tari Jamuran dipilih karena mengandung unsur gerak motorik kasar (berjalan memutar, bergandengan tangan, jongkok, berdiri) dan interaksi sosial yang intens. Metode pelaksanaan pengabdian ini meliputi: (1) Persiapan dan survei lokasi, (2) Sosialisasi kepada wali murid/komunitas, (3) Pelatihan dan pendampingan gerak tari (kerja lapangan), dan (4) Evaluasi serta pertunjukan sederhana. Proses pembelajaran dilakukan dengan pendekatan joyful learning (belajar yang menyenangkan) dan repetisi (pengulangan) mengingat karakteristik ABK yang beragam (Autis, Down Syndrome, Tunagrahita). Hasil dari pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan antusiasme anak dalam bergerak, kemampuan motorik kasar yang lebih terstimulasi melalui gerakan dinamis tari Jamuran, serta meningkatnya ikatan emosional (bonding) antara anak, orang tua, dan teman sebaya. Tari Jamuran terbukti efektif sebagai media terapi alternatif berbasis budaya lokal yang menyenangkan bagi Komunitas Cinta ABK di Puskesmas Sukomulyo.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Astuti, K. (2018). Terapi Bermain Bagi Anak Berkebutuhan Khusus. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Dharmamulya, S. (2008). Permainan Tradisional Jawa. Yogyakarta: Kepel Press.

Hadis, F. A. (2006). Psikologi Perkembangan Anak. Jakarta: Gadjah Mada University Press.

Kurniawan, H. (2016). Kreativitas Tari dalam Pendidikan Inklusi. Jurnal Seni Tari, 5(2), 112-120.

Lestari, W. (2019). Pengaruh Permainan Tradisional Jamuran Terhadap Kemampuan Sosial Anak. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(1), 45-55.

Payne, H. (1992). Dance Movement Therapy: Theory and Practice. London: Routledge.

Rahayu, T. (2015). Stimulasi Motorik Kasar Melalui Tari Kreatif. Jurnal Pendidikan Khusus, 7(1).

Sunardi, & Sunaryo. (2007). Intervensi Dini Anak Berkebutuhan Khusus. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Widyastutik, R. (2020). Pemberdayaan Komunitas Orang Tua ABK Melalui Art Therapy. Abdimas Mahakam Journal, 4(1), 22-30.

Yulianti, R. (2017). Tari Sebagai Media Terapi Bagi Anak Tunagrahita. Jurnal Sendratasik, 6(3).

Diterbitkan

2026-07-08

Cara Mengutip

Rachel, R. T. M., & Suryandoko, W. (2026). Pembelajaran Tari Jamuran sebagai Stimulasi Motorik Kasar pada Komunitas Cinta ABK di Puskesmas Sukomulyo Kabupaten Gresik: stimulasi motorik kasar untuk anak berkebutuhan khusus. Jurnal Pendidikan Sendratasik, 16(01). Diambil dari https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-sendratasik/article/view/80059
Abstract views: 0 , PDF Downloads: 0

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

Artikel Serupa

<< < 1 2 3 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.