The PROSES PRODUKSI LAGU DIVERT DALAM INDUSTRI MUSIK INDIE KARYA FALLEN ROSE BAND LOKAL ASAL SURABAYA

Penulis

  • Rachell Sevilya Putri Universitas Negeri Surabaya
  • senyum sadhana Univesitas Negeri Surabaya

Kata Kunci:

Fallen Rose, Produksi Musik, musik independen, home recording, publikasi

Abstrak

Fallen Rose merupakan band lokal asal Surabaya yang ber-subgenre alternative rock dan berdiri secara independen tanpa berada di bawah naungan label rekaman. Salah satu karya yang dihasilkan oleh band tersebut adalah lagu “Divert”, yang diproduksi secara mandiri menggunakan konsep home recording untuk menjaga eksistensinya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses produksi lagu “Divert” serta upaya publikasi dan pemasaran yang dilakukan Fallen Rose dalam industri musik independen. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Narasumber penelitian terdiri atas Dirham Satia selaku penulis lagu dan leader Fallen Rose, Hayyan Sabitah selaku sound engineer, Akmal sebagai pemberi ide kreatif, serta Harlan sebagai penikmat musik indie. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses produksi lagu “Divert” melalui tiga tahapan utama, yaitu pra-produksi, produksi, dan pasca-produksi. Tahap pra-produksi meliputi penciptaan lagu, penyusunan konsep musik, dan persiapan teknis produksi. Tahap produksi dilakukan melalui proses tracking, recording, editing, serta penggunaan perangkat Digital Audio Workstation (DAW) Studio One. Tahap pasca-produksi meliputi mixing, mastering, distribusi digital, serta publikasi melalui berbagai platform media sosial dan layanan streaming musik. Strategi pemasaran yang dilakukan Fallen Rose memanfaatkan media digital, komunitas musik, serta penampilan langsung dalam berbagai acara musik independen. Temuan penelitian menunjukkan bahwa produksi musik secara independen memungkinkan musisi memiliki kontrol penuh terhadap karya yang dihasilkan sekaligus menjadi alternatif yang efektif dalam menghadapi perkembangan industri musik digital.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Biografi Penulis

Rachell Sevilya Putri, Universitas Negeri Surabaya

Universitas Negeri Surabaya

Referensi

Arikunto, S. (2002). Metodelogi Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.

Assauri, S. (2011). Manajemen Pemasaran: Dasar, Konsep, dan Strategi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Chakti, A. G. (2019). The Book of Digital Marketing. Celebes Perkasa Media.

Fawaid, M. A. (2022). Musik Indie: Alternatif Musik Tanpa Label (Tinjauan Produksi Karya Band Silampukau). Reportoar Journal.

Gerry Wahyu Dewatara, S. M. (2019). Pemasaran Musik Pada Era Digital: Digitalisasi Industri Musik Dalam Industri 4.0 di Indonesia. Wacana: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, 1–10.

Iskandar. (2008). Metodelogi Penelitian Pendidikan dan Sosial (Kualitatif dan Kuantitatif). Jakarta: Gaung Persada Press.

Kaelan. (2012). Metode Penelitian Kualitatif Interdisipliner Bidang Sosial, Budaya, Filsafat, Seni, Agama dan Humaniora. Yogyakarta: Paradigma.

Kotler, P., & Keller, K. L. (2008). Manajemen Pemasaran (Jilid 12). Jakarta: PT Kelompok Gramedia.

Komaruddin. (2002). Prosedur Penelitian. Bandung: Kappa Sigma.

Marshal, A. (2014). Identitas Musik Dalam Indie Label Studi Kasus Band White Shoes And The Couples Company. Institutional Repository Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

Moleong, L. J. (2001). Metodelogi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosda Karya.

Murphy, S. T. (2015). Independent Music Marketing in the Digital Age. Lismore: Southern Cross University.

Naldo. (2012). Musik Indie Sebagai Perlawanan Terhadap Industri Musik Mainstream Indonesia (Studi Kasus Resistensi Band Mocca dalam Menyikapi Industri Musik Indonesia). Universitas Indonesia Library.

Krypton, C. G. (2021). Analisa Proses Pemasaran Berbasis Komunitas: Studi Kasus Musik Indie. Jurnal Sosial Humaniora Terapan, 1–8.

Pradnya, R. A. (2024). Proses Produksi Musik Pada Lagu “Mati Sepi Sendiri” Dalam Industri Musik Independen Sebagai Musisi Lokal Asal Surabaya. Reportoar Journal, 1–10.

Prey, R. (2018). Nothing Personal: Algorithmic Individuation on Music Streaming Platforms. Media, Culture & Society, 1086–1100.

Puput Pramuditya, A. P. (2023). Proses Produksi Musik pada Lagu Tyok Satrio di Studio DS Records. Journal of Music Science, Technology, and Industry, 1–18.

Hepworth-Sawyer, R., & Golding, C. (2010). What is Music Production? A Producer’s Guide: The Role, The People, The Process. Routledge.

Hepworth-Sawyer, R., & Hodgson, J. (2019). Audio Mastering: The Artist, Discussions From Pre-Production to Mastering. Oxford: Routledge.

Santosa, H. A. (2018). Strategi Pemasaran Musik Indie di Era Digital (Studi Kasus: Multatuli).

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sukmadinata, N. S. (2009). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Zagorski-Thomas, S., & Frith, S. (2016). The Art of Record Production. Taylor & Francis.

Diterbitkan

2026-06-24

Cara Mengutip

Putri, R. S., & sadhana, senyum. (2026). The PROSES PRODUKSI LAGU DIVERT DALAM INDUSTRI MUSIK INDIE KARYA FALLEN ROSE BAND LOKAL ASAL SURABAYA. Jurnal Pendidikan Sendratasik, 16(01). Diambil dari https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-sendratasik/article/view/79425
Abstract views: 0 , PDF Downloads: 0

Artikel Serupa

1 2 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.