FITOREMEDIASI AIR LIMBAH RUMAH SAKIT MENGGUNAKAN ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes): STUDI KASUS AMONIA DAN pH
Isi Artikel Utama
Abstrak
Air limbah rumah sakit mengandung berbagai senyawa berbahaya seperti amonia (NH3) yang dapat menurunkan kualitas lingkungan perairan apabila tidak dikelola dengan baik. Berdasarkan hasil pengujian Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) rumah sakit pada bulan September 2025, kadar amonia pada effluent melebihi standar baku mutu sebesar 0,26 mg/L akibat kerusakan pada sistem aerasi (blower). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas tanaman eceng gondok (Eichhornia cassipes) dalam menurunkan kadar amonia dan pH pada air limbah. Penelitian menggunakan rancangan Quasi-Eksperimental Design dengan pendekatan deskriptif, model pretest-posttest with control group yang dilakukan selama 7 hari. Sebagian besar sampel yang diberi perlakuan mengalami penurunan pH mendekati netral. Persentase penurunan terbesar pada sampel P2 dengan persentase -7,17%. Pada pengujian amonia, sebagian besar sampel mengalami penurunan kadar amonia yang ditunjukkan pada H0 kadar amonia sebesar >2ppm menjadi 0 ppm pada H7. Hal ini menunjukkan bahwa tanaman eceng gondok (Eichhornia cassipes) mampu menurunkan kadar amonia dan menurunkan kadar pH mendekati pH netral.
Kata kunci : fitoremediasi, amonia, pH, air limbah
Unduhan
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Referensi
D. Maniksulistya dan I. M. Djaja, “Gambaran pengelolaan limbah cair di Rumah Sakit X Jakarta,” Kesehatan Lingkungan, Dep, vol. 10, hlm. 60–63, 2006.
[2] C. R. W. Indrawati, S. P. Arso, dan R. T. Budiyanti, “Analisis Manajemen Sumber Daya Manusia Di Instalasi Central Sterile Supply Departement Rumah Sakit X Kota Semarang Dalam Memenuhi Standar Kompetensi Dan Kewenangan Staf Akreditasi Rumah Sakit,” Jurnal Kesehatan Masyarakat, vol. 11, no. 6, hlm. 573–583, Nov 2023, doi: 10.14710/jkm.v11i6.37514.
[3] Republik Indonesia, “Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit,” 2009.
[4] M. K. Baeti, M. Raharjo, N. A. Yunita Dewanti, dan S. Sulistiyani, “Efektivitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Rumah Sakit Umum Roemani Muhammadiyah Semarang,” Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip), vol. 10, no. 3, hlm. 281–289, Mei 2022, doi: 10.14710/jkm.v10i3.32736.
[5] Gubernur Jawa Timur, “Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 72 Tahun 2013 tentang Baku Mutu Air Limbah bagi Usaha dan/atau Kegiatan, Lampiran III angka 6: Air Limbah bagi Usaha dan/atau Kegiatan Rumah Sakit,” 2013.
[6] A. Hasan dan H. Kadarusman, “Pengaruh Aerasi Terhadap Pengolahan Limbah Cair Rumah Sakit Dengan Metode Constructed Wetland,” Ruwa Jurai: Jurnal Kesehatan Lingkungan, vol. 16, no. 1, hlm. 41, Mei 2022, doi: 10.26630/rj.v16i1.3157.
[7] W. N. Putri, L. Barus, M. Ahyanti, N. Prianto, F. Masra, dan S. Indarwati, “Kemampuan Eceng Gondok (Eichhornia Crassipes) Sebagai Fitoremediasi dalam Pengolahan Limbah Cair Industri Tempe,” MJ (Midwifery Journal), vol. 3, no. 3, hlm. 137–145, Sep 2023.
[8] H. Herniwanti, Fitoremediasi Pengelolaan Limbah Air Asam Tambang (AAT). Solok: Penerbit Mitra Cendekia Media, 2021. Diakses: 29 Desember 2025. [Daring]. Tersedia pada: https://www.researchgate.net/publication/355666655.
[9] A. N. Kusrinah dan N. Nurhayati, “Pelatihan dan Pendampingan Pemanfaatan Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) Menjadi Pupuk Kompos Cair Untuk Mengurangi Pencemaran Air dan Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Desa Karangkimpul Kelurahan Kaligawe Kecamatan Gayamsari Kotamadya Semarang,” Jurnal DIMAS, vol. 6, no. 1, hlm. 27–48, Mei 2016.
[10] Muhklisani, P. D. M. Karti, dan I. Prihantoro, “Aklimatisasi dan Respon Pertumbuhan Mutan Leucaena Leucocephala Varietas Tarramba Teradaptasi Asam,” Jurnal Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, vol. 19, no. 3, hlm. 66–70, Des 2021, doi: 10.29244/jintp.19.3.66-70.
[11] W. N. Putri, L. Barus, M. Ahyanti, N. Prianto, F. Masra, dan S. Indarwati, “Kemampuan Eceng Gondok (Eichhornia Crassipes) Sebagai Fitoremediasi dalam Pengolahan Limbah Cair Industri Tempe,” MJ (Midwifery Journal), vol. 3, no. 3, hlm. 137–145, Sep 2023.
[12] N. Roney, F. Llados, S. S. Little, dan D. B. Knaebel, “Toxicological Profile for Ammonia,” Federal Register, U.S. Department of Health and Human Services Public Health Service Agency for Toxic Substances and Disease Registry, 2004.
[13] M. Azizah dan M. Humairoh, “Analisis Kadar Amonia (NH₃) Dalam Air Sungai Cileungsi,” Nusa Sylva, vol. 15, 2015.
[14] H. Y. Sriyana, “Kemampuan Eceng Gondok dalam Menurunkan Kadar Pb(II) dan Cr(VI) pada Limbah dengan Sistem Air Mengalir dan Sistem Air Menggenang,” Yogyakarta, 2006.
[15] Irmanto dan Suyata, “Penurunan Kadar Amonia, Nitrit, dan Nitrat Limbah Cair Industri Tahu Menggunakan Arang Aktif dari Ampas Kopi,” Kimia, vol. 4, no. 2, hlm. 105–114, 2009.
[16] U. M. Tang, Fisiologi Hewan Air. Pekanbaru: Unri press, 2010.