Studi Fenomenologi Persepsi Remaja terhadap Kekerasan Seksual Digital
DOI:
https://doi.org/10.26740/cjpp.v13n01.p414-430Kata Kunci:
Persepsi, Kekerasan seksual digital remaja, remajaAbstrak
Perkembangan teknologi informasi, khususnya media sosial, meningkatkan paparan remaja terhadap risiko di ruang digital, termasuk kekerasan seksual digital. Tingginya intensitas interaksi daring membuat remaja sebagai pengguna aktif berada pada posisi rentan terhadap berbagai bentuk kekerasan seksual digital. Penelitian ini bertujuan memahami persepsi remaja terhadap kekerasan seksual digital, meliputi pemahaman, makna, bentuk-bentuk yang dikenal, serta faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Partisipan adalah remaja pertengahan berusia 15–18 tahun yang aktif menggunakan media sosial. Teknik analisis data menggunakan Interpretative phenomenological analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh partisipan memandang kekerasan seksual digital sebagai tindakan yang melanggar batas pribadi dan berdampak negatif secara psikologis dan sosial. Remaja mampu mengenali berbagai bentuk kekerasan seksual digital meskipun belum memahami istilah akademik. Persepsi tersebut dipengaruhi oleh lingkungan sosial, pola asuh orang tua, edukasi atau sosialisasi, paparan tidak langsung, serta media sosial sebagai sumber informasi, yang membentuk persepsi remaja melalui proses sosial dan paparan informasi digital.
Unduhan
Referensi
Adiarti, D. I., & Fadhilah, N. (2025). Membangun ketahanan digital remaja desa: Analisis kekerasan seksual digital melalui perspektif perkembangan anak dan gender. Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan, 3(1), 6–17. https://jurnal.unusultra.ac.id/index.php/jisdik
Aflah, F. R., & Murhayati, S. (2025). Penelitian fenomenologis. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(2), 13099–13109. https://doi.org/10.31004/jptam.v9i2.27068
Andina, A. N. (2019). Hedonisme berbalut cinta dalam musik K-POP.
Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Budaya, 3(1), 45–54. Arianto, B. (2024). Triangulasi metoda penelitian kualitatif. Borneo Novelty Publishing. ISBN: 978-623-10-41654
Anggoro, L. S. (2025). Media Sosial dan Identitas Diri: Dampaknya terhadap Kesehatan Mental Remaja di Era Digital . Jurnal Psikologi Insight, 9(1), 1–10.
APJII. (2024). APJII Jumlah Pengguna Internet Indonesia Tembus 221 Juta Orang.
Arianto, B. (2024). Triangulasi metoda penelitian kualitatif. Borneo
Novelty Publishing.
Chronaki, D., Dudek, D., & Woodley, G. (2025). Young people’s perceptions of harm from accessing online sexual content. SageJournal, 27(5), 2457–2472. https://doi.org/10.1177/14614448251333746
Cricenti, C., Pizzo, A., Quaglieri, A., Mari, E., Cordellieri, P., Bonucchi, C., Torretta, P., Giannini, A. M., & Lausi, G. (2022). Did they deserve it? Adolescents’ perception of online harassment in a real-case scenario. International Journal of Environmental Research and Public Health, 19(24), 17040. https://doi.org/10.3390/ijerph192417040
Cyber Safe. (2017). Cyber Violence Against Women & Girls Report.
Damanik, F. H. S., Sukmana, O., Rianto, A., Kauli, I., Salmin, & Susilo, R. K. D. (2025). Persepsi dan pengalaman siswa terhadap kekerasan seksual daring di SMA Harapan Mandiri Medan. Jurnal Sosiologi USK: Media Pemikiran & Aplikasi, 19(1), 54–65. https://doi.org/10.24815/jsu.v19i1.45577
Ely, K., Anindita, F., Febrina, C., & Bustani, S. (2025). Tindak pidana pemerasan dalam perspektif budaya hukum. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(3), 1418–1425. https://doi.org/10.61104/alz.v3i3.1346
Fino Ardiansyah, Matsna Wilda Muqorona, Fariskha Yulfa Nurahma, & Muhammad Dodik Prasityo Ardiansyah, F., Muqorona, M. W., Nurahma, F. Y., & Prasityo, M. D. (2023). Strategi penanganan pelecehan seksual di kalangan remaja: Tinjauan literatur. Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas, 7(2), 81–90. https://doi.org/10.22146/jkkk.78215
Hidayati, N., Jannah, H., & Halijah, S. (2022). Popular culture among students as Fujoshi in English literature. Jurnal Karya Ilmiah Mahasiswa (KIMA), 1(3), 201–208. https://jurnal.fs.umi.ac.id/index.php/KIMA/issue/view/12
Jenusi, N. A. G., & Kristianingsih, S. A. (2025). Hubungan Dukungan Sosial Teman Sebaya dengan Kepercayaan Diri Pada Siswa Papua di Salatiga. INNOVATIVE: Journal Of Social Science Research, 10366–10381. https://doi.org/10.31004/innovative.v5i4.21100
Jurasz, O., & Barker, K. (2021). Sexual violence in the digital age: A criminal law conundrum? German Law Journal, 22(5), 784–799. https://doi.org/10.1017/glj.2021.39
Kahija, Y. La. (2017). Penelitian Fenomenologi: Jalan Memahami Pengalaman Hidup. PT Kanisius.
Kamil, R., & Laksmi. (2023). Generasi Z, pustakawan dan vita activa kepustakawanan. Jurnal Dokumentasi Dan Informasi, Special Issue: Festschrift for Blasius Sudarsono. https://doi.org/10.55981/baca.2023.1119
Komnas Perempuan. (2021). Perempuan dalam Himpitan Pandemi: Lonjakan Kekerasan Seksual, Kekerasan Siber, Perkawinan Anak, dan Keterbatasan Penanganan di Tengah Covid-19.
Komnas Perempuan. (2024). Catahu 2023 : Peluang Penguatan Sistem Penyikapan di Tengah Peningkatan Kompleksitas Kekerasan Terhadap Perempuan.
Komnas Perempuan. (2025). Catahu 2024: Menata Data, Menajamkan Arah: Refleksi Pendokumentasian dan Tren Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan.
Kusuma, R. A. (2021). Persepsi remaja terhadap sexting di media sosial. Mediova: Journal of Islamic Media Studies, 1(1), 81–98. https://doi.org/10.32923/medio.v1i1.1697
Kusumaisna, K., & Wuri Satwika, Y. (2023). Hubungan antara Intensitas Penggunaan Media Sosial dengan Fear of Missing Out(FoMO) pada Dewasa Awal Pengguna Aktif Media Sosial di Kota Surabaya. Character : Jurnal Penelitian Psikologi, 10(02), 749–764.
Marantika, E. (2017). Makna dokumentasi bagi staf di lingkungan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nganjuk: Studi Interpretative Phenomenological Analysis (IPA).
Nufus, T. Z., Najmudin, D., & Azazy, Y. (2025). Cyber sexual harassment terhadap perempuan di media sosial perspektif hukum pidana positif dan hukum pidana Islam. Al-Wijdan: Journal of Islamic Law and Humanities, 10(1), 67–82. https://jurnal.ucy.ac.id/index.php/awtjhpsa/article/view/2861
Nur, H., Zahra, M. S., Nurmala, Solihah, S., Salsabilla, H., Maesaroh, S., Syahla, A. K., & Adawiah, I. R. (2025). Perlindungan anak dari eksploitasi di dunia digital: Kajian terhadap kejahatan online (Pasal 76I Jo. Pasal 88 UU No. 35 Tahun 2014 dan UU No. 11 Tahun 2008 tentang ITE). Customary Law Journal, 2(3), 1–13. https://doi.org/10.47134/jcl.v2i3.3925
Nurhaeni, I. D. A., Kurniawan, Y., Nugroho, R. A., & Putri, I. S. (2022). Information and communication technology-facilitated sexual violence (ICTFSV) on adolescents: Experience in Indonesia. Society, 10(2), 419–440. https://doi.org/10.33019/society.v10i2.288
Nurtjahyo, L. I. (2025). Dinding Rapuh Pelindungan Korban Kekerasan Seksual Berbasis Digital The Fragile Walls of Digital Sexual Violence Victims’ Protection. Jurnal Perempuan , 29(1), 31–45. https://doi.org/10.34309/jp.v29i1.983
Pasenrigading, A. R., Nur, H., & Daud, M. (2025). Pengaruh Media Sosial Terhadap Persepsi Diri dan Pembentukan Identitas Remaja . Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 2(9), 68–81.
Putri, N. A., & Apriyani, M. N. (2025). Pertanggungjawaban pidana pelaku kekerasan seksual berbasis elektronik artificial intelligence (deep fake porn). Wajah Hukum, 9(1), 348–358. https://doi.org/10.33087/wjh.v9i1.1725
Ruhtiani Maya, Naili Yuris Tri, Fajri Pujangga Candrawijayaning, & Rahmawati Apitta Fitria. (2025). Edukasi Hukum dan Literasi Digital Generasi Z: Pendekatan Interaktif Melawan Kekerasan Seksual di Era Kecerdasan Buatan di SMA Negeri 1 Wangon. Nusantara Mengabdi Kepada Negeri, 2(2), 16–28. https://doi.org/10.62383/numeken.v2i2.1090
Sakellari, E., Berglund, M., Santala, E., Bacatum, C. M. J., Sousa, J. E. X. F., Aarnio, H., Kubiliutė, L., Prapas, C., & Lagiou, A. (2022). The perceptions of sexual harassment among adolescents of four European countries. Children, 9(10), 1551. https://doi.org/10.3390/children9101551
Santosa Lia Wanadriani. (2025). DKI ingatkan peluang terjadinya kekerasan berbasis gender via daring. ANTARA.
Subhaktiyasa, P. G. (2024). Menentukan populasi dan sampel: Pendekatan metodologi penelitian kuantitatif dan kualitatif. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 9(4), 2721–2731. https://doi.org/10.29303/jipp.v9i4.2657
Sugiyanto, O. (2021). Perempuan dan Revenge Porn: Konstruksi Sosial Terhadap Perempuan Indonesia dari Perspektif Viktimologi. Jurnal Wanita dan Keluarga, 2(1), 22-31. DOI:10.22146/jwk.2240 Jurnal Universitas Gadjah Mada
Sulistiyo, U. (2023). Metode penelitian kualitatif. PT Salim Media Indonesia.
Tamarit, A., Schoeps, K., Hernández, M. P., & Castilla, I. M. (2021). The Impact of Adolescent Internet Addiction on Sexual Online Victimization: The Mediating Effects of Sexting and Body SelfEsteem. International Journal of Environmental Research and Public Health, 10–17. https://doi.org/10.3390/ijerph18084226
Waruwu, M. (2023). Pendekatan penelitian pendidikan: Metode penelitian kualitatif, metode penelitian kuantitatif dan metode penelitian kombinasi (mixed method). Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(1), 2896–2910.
We Are Social & DataReportal. (2022). Digital 2022: Indonesia. DataReportal.
Wulan Puspa Ira Dewi Candra, Noor Faiz Nesa Aulia, Perdana Danis Putra, & PormesRofiq Fauzi, R. (2024). Pelatihan Digital Forensic penyelesaian kasus pelecehan seksual pada anggota Paskibraka di Kesbangpol Kota Salatiga. Kacanegara Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 7(3), 401–408.
Wulansari, Y. D., Afcarina, J. S., & Afifah, W. (2024). Pengaruh Media Sosial Terhadap Konstruksi Identitas Mahasiswa Universitas Jember. Akademik: Jurnal Mahasiswa Humanis, 4(2), 336–346. https://doi.org/10.37481/jmh.v4i2.768
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Savira Pramesti Dian Wardani

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish in this journal agree to the following terms:
Copyright in any article is held by the author.
The author grants the journal, publication rights with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors may enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., posting it to an institutional repository or publishing it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in an institutional repository or on their website) prior to and during the submission process, as this can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
Abstract views: 49
,
PDF Downloads: 6