Pembelajaran Tari embelajaran Tari Melalui Program Nyantrik Untuk Meningkatkan Keterampilan Tari Di Sanggar Tari Laras Aji Tulungagung
Kata Kunci:
pembelajaran tari, program nyantrik, sanggar tari laras ajiAbstrak
Pembelajaran tari merupakan proses pengembangan kemampuan bentuk wujud seni yang menggunakan gerakan tubuh secara berirama untuk mengungkapkan keindahan. Alasan ketertarikan sesuai topik penulisan yaitu terletak pada program nyantrik dalam latihan tari di Sanggar Tari Laras Aji. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran tari dan hasil belajar keterampilan tari melalui program nyantrik menganalisis pelaksanaan pembelajaran tari melalui program nyantrik di Sanggar Tari Laras Aji Tulungagung. Metode penelitian yang dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran tari terjadi melalui proses belajar siswa dengan mengamati, menirukan dan dibimbing dalam konteks nyata. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa pelaksanaan proses pembelajaran tari melalui program nyantrik di Sanggar Tari Laras Aji memiliki tujuan utama untuk membentuk siswa yang mampu menguasai materi tari secara menyeluruh, baik dari aspek hafalan gerak, kualitas bentuk, ketepatan teknik, maupun penghayatan. Hasil belajar keterampilan tari secara langsung memberikan perubahan kemampuan menari siswa nyantrik Sanggar Tari Laras Aji untuk meningkatkan keterampilan tari dan pemahaman lebih mendalam tentang seni tari tradisional.
Unduhan
Referensi
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi ke-4, hlm. 1261). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Bloom, B. S. (Ed.). 1956. Taxonomy of educational objectives: The classification of educational goals. Handbook I: Cognitive domain. New York: David McKay Company.
Cote, P. (2006). Content of dance training. Montreal: Canadian Dance Taechers Association.
Dewi, F. C. 2014. Pembelajaran tari pada anak usia dini di Sanggar Sekar Panggung Metro Mall Bandung. Ringkang: e-Journal Seni Tari, 1(1), 45– 52.
Djamarah, S. B. 1995. Guru dan anak didik dalam interaksi edukatif. Jakarta: Rineka Cipta.
Fitriani, A. E. 2013. Nyantrik: Sistem pembelajaran wayang bocah di Padepokan Tjipta Boedaja. Jurnal Seni Pertunjukan, 13(1), 1–10.
Haryono, R. 2014. Estetika Timur: Dari filsafat ke penciptaan seni. Yogyakarta: Jalasutra.
Jazuli, M. 1994. Ilmu tari: Sebuah pendekatan konsep. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Kamil, M. 2010. Kegiatan Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.
Ki Hajar Dewantara. 1977. Pendidikan. Yogyakarta: Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa.
Koentjaraningrat. (1984). Kebudayaan Jawa. Jakarta: Balai Pustaka.
Laban, R. 1950. The Mastery of Movement. London: Macdonald & Evans.
Laban, R. 1963. Modern Education Dance. London: Macdonald & Evans.
Murgiyanto, S. 1983. Koreografi: Pengetahuan dasar komposisi tari. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Moleong, L. J. 2014. Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). Bandung: Remaja Rosdakarya.
Moleong, Lexy J. 2005. Metode dan Pendekatan Penelitian. Jakarta: Universitas Indonesia Press.
Purwati, N., Lestari, S., dan Utami, R. 2019. Strategi pembelajaran tari untuk membentuk karakter siswa melalui penghayatan Gerak. Jurnal Pendidikan Seni, 7(2), 45–52.
Rusliana. 2013. Evaluasi pembelajaran seni tari. Bandung: UPI Press.
Regiagita, D. 2022. “Pembelajaran Tari Jaranan Sentherewe Untuk Anak-Anak Dengan Metode Nyacah Di Sanggar Seni Prana Kesuma Aji Tulungagung”. Surabaya: FBS Universitas Negeri Surabaya.
Salsabila, M. O. S. 2014. Program belajar bersama maestro dalam pengembangan pendidikan seni di SMA. Imaji: Jurnal Seni dan Pendidikan Seni, 22(1), 23– 30.
Soedarsono. 1978. Pengantar pengetahuan dan komposisi tari. Yogyakarta: Akademi Seni Tari Indonesia.
Soedarsono. 1999. Seni pertunjukan: Suatu tinjauan historis dan estetis. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Soedarsono. 2002. Seni pertunjukan Indonesia di era global. Yogyakarta:Gadjah Mada University Press.
Soehardjo. 2005. Sanggar tari sebagai wadah pembinaan seni budaya. Yogyakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Sugandi, M., dan Haryanto, D. 2003. Teori Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.
Sugestiyo, W. 2020. “Penerapan Metode Pembelajaran Seni Tari Pada Kelas B Di Sanggar Raff Dance Company Surabaya”. Surabaya: FBS Universitas Negeri Surabaya.
Sugiyono. 2005. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta
Sugiyono. 2016. Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. 2016. Validitas Data Triangulasi. Bandung: Media Grup.
Sugiyono. 2022. Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Supardi. 2006. Teknik Pengumpulan Data dengan observasi. Jakarta: Universitas Indonesia Press.
Tim Estetika Fakultas Bahasa dan Seni. 2008. Estetika Tari Tradisional. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.
Yuanita, W. K. 2021. “Proses Pembelajaran Seni Tari Di Sanggar Tari Laras Aji Desa Bulus Kabupaten Tulungagung”. Malang: FS Universitas Negeri Malang.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sendratasik

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Abstract views: 0
,
PDF Downloads: 0



