Media Challenge TikTok Sebagai Pendorong Minat Belajar Ekstrakurikuler Tari Tradisional SMP Santo Carolus Surabaya

Penulis

  • Bertha Septiayu Wilujeng Universitas Negeri Surabaya
  • Warih Handayaningrum Universitas Negeri Surabaya

Kata Kunci:

Tiktok, media challenge, minat belajar, ekstrakurikuler, tari tradisional

Abstrak

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat siswa terhadap tari tradisional akibat dominasi budaya populer dan perkembangan tari modern di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan media TikTok challenge dalam pembelajaran ekstrakurikuler tari tradisional, mengetahui dampaknya terhadap minat belajar siswa, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, guru seni, pembina ekstrakurikuler, dan 15 siswa. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta divalidasi dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media TikTok challenge diterapkan dalam empat pertemuan menggunakan tari Gambyong Mari Kangen, mulai dari pengenalan gerak dasar hingga pembuatan video challenge. Penggunaan media tersebut memberikan dampak positif terhadap minat belajar siswa yang ditunjukkan melalui rasa senang, ketertarikan, perhatian, dan keterlibatan. Selain itu, media ini mendorong kreativitas, kepercayaan diri, motivasi, dan keterlibatan orang tua. Kendala yang ditemukan meliputi keterbatasan waktu, sarana prasarana, dan kesiapan siswa yang beragam. Dengan demikian, TikTok challenge dapat menjadi inovasi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan minat siswa terhadap tari tradisional.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Adi, G. K. H. (2019). Korean Wave (Studi tentang pengaruh budaya Korea pada penggemar K-Pop di Semarang) (Doctoral dissertation). Fakultas Ilmu Budaya.

Ainley, M., Hidi, S., & Berndorff, D. (2002). Interest, learning, and the psychological processes that mediate their relationship. Journal of Educational Psychology, 94(3), 545.

Arikunto, S., & Yuliana, L. (2012). Manajemen pendidikan, dalam Karimah (2022). Prosiding Pendidikan.

Arsyad, A. (2011). Media pembelajaran. Rajawali Pers.

Djamarah, S. B., Zain, A., & rekan-rekan (2006). Strategi belajar mengajar. Rineka Cipta.

Hamalik, O. (1992). Administrasi dan supervisi pengembangan kurikulum. Mandar Maju.

Handayaningrum, W., Trisakti, Rahayu, E. W., Mariati, P., & Valentina, A. (2024). Produksi konten kreatif di sosial media (TikTok, YouTube, Instagram).

Hidajat, R. (2019). Tari pendidikan: Pengajaran seni tari untuk pendidikan. Media Kreativa Yogyakarta.

Nasrullah, R. (2017). Etnografi virtual: Riset komunikasi budaya sosioteknologi di internet. Simbiosa Rekatama Media.

Sanjaya, W. (2006). Strategi pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan. Kencana.

Sinta, T., Ambarwati, D. D., & Utina, U. T. (2022). Pengaruh dance challenge pada media sosial TikTok terhadap minat menari remaja Kabupaten Blora di era pandemi Covid-19. Jurnal Seni Tari, 11(1), 22–35.

Sari, M. P., & Lubis, E. E. (2017). Fenomena penggunaan media sosial Instagram sebagai komunikasi pembelajaran agama Islam oleh mahasiswa. Universitas Riau.

Sumiati, & Asra (2009). Metode pembelajaran. CV Wacana Prima.

Badaruddin, S., & Firdaus (2025). Android-based Cikeruhan dance multimedia to improve students' self-directed learning. Journal of Education, 6(4), 819–836.

Esraini, R., et al. (2020). [Dance education and aesthetic development in adolescents].

Fauziah, D. A., Supraptono, E., & Kartono, R. (2018). Pengembangan ensiklopedi digital tari daerah Jawa Tengah berbasis Android dengan metode Linear Sequential Model. Jurnal IPTEKKOM, 20(1), 77–91.

Harefa, A., Dalimunthe, R. A., Lubis, A. N., Bancin, E., & Dalimunthe, S. F. (2024). Pemanfaatan TikTok sebagai media pembelajaran seni tari tradisi Nusantara di sekolah. Journal of Interactive Culture, 527–534.

Hashemi, C. (2024). What is e-learning? Importance, benefits and use cases. TechTarget.

Hikmat, M. M. (2011). Metode penelitian: Dalam perspektif ilmu komunikasi dan sastra. Graha Ilmu.

Hutasoit, C. O., Siahaan, M., & Pardede, S. (2024). Optimalisasi pemanfaatan media pembelajaran berbasis TikTok sebagai upaya meningkatkan hasil belajar siswa. Indo-MathEdu Intellectuals Journal, 5(5).

Irwandani, I., & Juariyah, S. (2016). Pengembangan media pembelajaran berupa komik fisika berbantuan sosial media Instagram sebagai alternatif pembelajaran. Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-Biruni, 5(1), 33–42.

Iswarani, M. P., & Gautama, M. I. (2022). Penggunaan aplikasi TikTok sebagai ajang eksistensi diri bagi remaja (Studi kasus siswa SMAN 5 Bukittinggi kelas XI IPS). Jurnal Perspektif, 5(1), 37–46.

Kasiyan (2019). Pendidikan seni dan pembentukan karakter bangsa. UNY Press.

Mulianti, R. (2023). Implikasi penggunaan media sosial terhadap minat belajar anak usia remaja (Studi kasus pada Desa Blang Sebel Kabupaten Simeulue). UIN Ar-Raniry Repository.

Muslim, M. (2024). Edukasi di era TikTok: Studi literatur tentang perubahan pola belajar di media sosial. Journal of Education Technology and Civic Literacy, 5(1), 21–32.

Ricardo, R., & Meilani, R. I. (2017). Impak minat dan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa. Jurnal Pendidikan Manajemen Perkantoran, 2(2), 188–201.

Safari (2003). Indikator minat belajar. Rineka Cipta.

Slameto (2010). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Rineka Cipta.

Sugiyono (2014). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sugiyono (2024). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.

Towpek, H., & Suriani, I. (2025). Content analysis of short videos as the dominant format for audience engagement on TikTok, IG Reels, and YouTube Shorts: A literature review. International Journal of Economic Literature, 2(12), 2192–2200.

Diterbitkan

2026-10-20 — Diperbaharui pada 2026-10-20

Cara Mengutip

Wilujeng, B. S., & Handayaningrum, W. (2026). Media Challenge TikTok Sebagai Pendorong Minat Belajar Ekstrakurikuler Tari Tradisional SMP Santo Carolus Surabaya. Jurnal Pendidikan Sendratasik, 14(2). Diambil dari https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-sendratasik/article/view/82915
Abstract views: 6 , PDF Downloads: 0

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 > >> 

Artikel Serupa

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.