ANALISIS KUALITAS AIR SUNGAI DI SEKITAR PT MERTEX MOJOKERTO BERDASARKAN PARAMETER FISIKA, KIMIA, DAN LOGAM BERAT
Isi Artikel Utama
Abstrak
Sungai merupakan sumber daya penting bagi kehidupan, namun aktivitas industri berpotensi menurunkan kualitas air melalui pencemaran organik, nutrien, maupun logam berat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air sungai di sekitar PT Mertex Mojokerto dengan mengukur parameter pH, TDS, DO, amonia (NH₄⁺), nitrat (NO₃⁻), serta kandungan logam berat, kemudian membandingkannya dengan baku mutu air menurut PP No. 22 Tahun 2021 dan Permenkes No. 32 Tahun 2017. Metode penelitian meliputi pengambilan sampel air sungai dan analisis laboratorium menggunakan pH meter, TDS meter, DO test kit, serta test kit untuk logam berat, amonia, dan nitrat. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pH (7,4–7,6), TDS (156 ppm), dan DO (7,5 ppm) masih berada dalam kisaran baku mutu. Amonia terdeteksi 0 ppm, sementara nitrat mencapai 50 ppm yang melebihi ambang batas (10 ppm). Sebagian besar logam berat berbahaya tidak terdeteksi, namun seng (Zn) tercatat sebesar 5 mg/L, jauh di atas batas maksimum 0,05 mg/L. Dengan demikian, secara umum kualitas air sungai di sekitar PT Mertex masih tergolong cukup baik, tetapi terdapat indikasi pencemaran akibat tingginya konsentrasi nitrat dan seng yang berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem perairan.
Unduhan
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Referensi
[1] N. E. Hamid, A., Nofrifaldi, and Patitis, “Analisis Warna, Bau, pH, Kekeruhan dan TDS Air Gambut Desa Rimbo Panjang.,” J. Sains dan Ilmu Terap, vol. 6, pp. 1, 2023.
[2] V. Sisca, “Penentuan Kualitas Air Minum Isi Ulang Terhadap Kandungan Nitrat, Besi, Mangan, Kekeruhan, pH, Bakteri E. coli dan Coliform,” Chempublish, vol. 1, no. 2, 2016.
[3] K. Ngibad, “Penentuan Konsentrasi Ammonium dalam Air Sungai Pelayaran Ngelom,” Medicra (Journal Med. Lab. Sci., vol. 2, no. 1, pp. 37–42, 2019.
[4] M. R. G. Nadi, C. Ruskandi, and R. S. Pamungkas, “Desain Sistem Deteksi Kualitas Air Berbasi Multi Sensor Ph, Dissolved Oxygen, Suhu Dan Konduktivitas,” JoP, vol. 5, no. 1, pp. 48–56, 2019.
[5] Peraturan Pemerintah, “Lampiran VI tentang Baku Mutu Air Nasional - PP Nomor 22 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup,” Sekr. Negara Republik Indonesia, vol. 1, no. 078487A, pp. 483, 2021, [Online]. Tersedia pada: http://www.jdih.setjen.kemendagri.go.id/
[6] Menteri Kesehatan Republik Indonesia, “Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2017 Tentang Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan Dan Persyaratan Kesehatan Air Untuk Keperluan Higiene Sanitasi, Kolam Renang, Solus Per Aqua dan Pemandian Umum,” Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, pp. 1–20, 2017.
[7] W. Zhang, S. Han, D. Zhang, B. Shan, and D. Wei, “Variations in dissolved oxygen and aquatic biological responses in China’s coastal seas,” Environmental Research, vol. 223, 2023, Art. no. 115418.
[8] X. Liu, A. H. W. Beusen, H. J. M. van Grinsven, J. Wang, W. J. van Hoek, X. Ran, J. M. Mogollón, and A. F. Bouwman, “Impact of groundwater nitrogen legacy on water quality,” Nature Sustainability, vol. 7, no. 7, pp. 891–900, 2024.
[9] G. A. V. Price, J. L. Stauber, A. Holland, D. J. Koppel, E. J. Van Genderen, A. C. Ryane, and D. F. Jolley, “The influence of hardness at varying pH on zinc toxicity and lability to a freshwater microalga, Chlorella sp.,” Environmental Science: Processes & Impacts, vol. 24, no. 5, pp. 783–793, 2022.
[10] B. Paylar, S. Asnake, V. Sjöberg, D. Ragnvaldsson, J. Jass, and P.-E. Olsson, “Influence of water hardness on zinc toxicity in Daphnia magna,” Journal of Applied Toxicology, vol. 42, no. 10, pp. 1510–1523, 2022.