Daya Terima dan Kandungan Gizi Gethuk Lindri dari Tepung Kacang Merah dan Bubuk Rosella Sebagai Snack untuk Remaja Putri Anemia
Kata Kunci:
gethuk lindri, anemia, bubuk rosella, remaja putri, tepung kacang merahAbstrak
Latar Belakang: Gethuk lindri merupakan makanan tradisional berbahan dasar singkong yang tinggi karbohidrat, tetapi rendah protein dan zat besi. Penambahan tepung kacang merah sebagai sumber protein dan zat besi serta bubuk rosella yang kaya antioksidan dan vitamin C diharapkan dapat meningkatkan nilai gizinya sebagai makanan selingan bagi remaja putri anemia. Tujuan: Mengetahui pengaruh penambahan tepung kacang merah dan bubuk rosella terhadap daya terima gethuk lindri serta kandungan gizi formula terbaik. Metode: Penelitian eksperimen menggunakan empat formula, yaitu F1 (10%:5%), F2 (20%:5%), F3 (12%:3%), dan F4 (22%:3%). Uji organoleptik dilakukan pada 35 panelis semi terlatih menggunakan skala hedonik enam poin. Data dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney. Formula terbaik ditentukan menggunakan metode perbandingan eksponensial, De Garmo, dan Bayes. Hasil: Penambahan tepung kacang merah dan bubuk rosella berpengaruh signifikan terhadap warna, tekstur, dan rasa (p<0,05), tetapi tidak berpengaruh terhadap aroma (p>0,05). Formula terbaik adalah F3 (12% tepung kacang merah dan 3% bubuk rosella) dengan kandungan gizi per 100 gram: energi 224,31 kkal, protein 3,62 g, lemak 3,87 g, karbohidrat 43,75 g, dan zat besi 3,94 mg. Kesimpulan: Formula F3 memiliki daya terima terbaik dan berpotensi menjadi alternatif makanan selingan kaya zat besi bagi remaja putri anemia.
Unduhan
Referensi
Badan Pangan Nasional. (2022). Statistik Konsumsi Pangan Tahun 2022. Jakarta: Badan Pangan Nasional
Fardani, R. A., & Satria, H. (2022). Penambahan bubuk bunga rosella (Hibiscus sabdariffa) sebagai antioksidan alami pada minyak goreng curah. Journal of Agritechnology and Food Processing, 2(2), 61–68. https://doi.org/10.31764/jafp.v2i2.12405
Indartanti, D., & Kartini, A. (2014). Hubungan status gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri. Journal of Nutrition College, 3(2), 33–39
Mahrita, L., Wahjuningsih, S. B., & Haryati, S. (2021). Pengaruh penambahan pasta umbi bit sebagai pewarna alami terhadap karakteristik fisikokimia dan sensori getuk lindri. Semarang University
Midayanto, D. N., & Yuwono, S. S. (2014). Penentuan atribut mutu tekstur tahu untuk direkomendasikan sebagai syarat tambahan dalam Standar Nasional Indonesia. Jurnal Pangan dan Agroindustri, 2(4), 259–267.
Moustarah, F. & Daley, S. F. (2024), Dietary Iron, StatPearls
Nasruddin, H., Faisal Syamsu, R., & Permatasari, D. (2021). Angka kejadian anemia pada remaja di Indonesia. Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia, 1(4), 357–364. https://doi.org/10.59141/cerdika.v1i4.66
Norris, S. A., Frongillo, E. A., Black, M. M., Dong, Y., Fall, C., Lampl, M., Liese, A. D., Naguib, M., Prentice, A., Rochat, T., Stephensen, C. B., Tinago, C. B., Ward, K. A., Wrottesley, S. V., & Patton, G. C. (2022). Nutrition in adolescent growth and development. The Lancet, 399(10320), 172–184. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(21)01590-7.
Parwati, P. I., Ma’rifah, B., & Muhlishoh, A. (2023). Formulasi brownies panggang dengan substitusi tepung daun kelor dan tepung kacang hijau sebagai alternatif cemilan sumber zat besi untuk remaja putri anemia. Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan, 7(2), 184–204. https://doi.org/10.22487/ghidza.v7i2.921
Rahayu, N. (2023). Analisis Produk Mie Basah dengan Penambahan Tepung Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L.) dan Tepung Bayam Hijau (Amaranthus hybridus L.) sebagai Alternatif Pangan Pencegah Anemia Remaja Putri. Skripsi. Bekasi: Program Studi S1 Gizi, STIKes Mitra Keluarga
Rahayu, W. S., Hartanti, D., & Hidayat, N. (2009). Pengaruh metode pengeringan terhadap kadar antosian pada kelopak bunga rosela (Hibiscus sabdariffa L.). PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia, 6(2). https://doi.org/10.30595/pji.v6i2.412
Rahma, T. S., Priawantiputri, W., Rosmana, D., Indrihapsari, A., & Suprihartono, F. A. (2022). Analisis mutu churros daun kelor dan tepung kacang merah sebagai alternatif makanan selingan bagi remaja putri anemia. Jurnal Gizi dan Dietetik, 1(2), 69–77. https://doi.org/10.34011/jgd.v1i2.1248
Rizkiyanti, U. (2023). Daya Terima, Analisis Proksimat dan Mineral Besi pada Sosis Analog dengan Penambahan Tepung Kacang Merah dan Tepung Labu Kuning. Skripsi. Universitas Widya Nusantara.
Soekarto, S. T. (2002). Penilaian organoleptik untuk industri pangan dan hasil pertanian. Jakarta: Bhratara Karya Aksara
Susilorini, T. E., & Sawitri, M. E. (2006). Produk olahan susu. Jakarta: Penebar Swadaya.
Syanti, M. I. (2021). Pemanfaatan tepung kacang hijau (Vigna radiata) sebagai sumber protein pada pembuatan opak ketan khas Tasikmalaya, Jawa Barat. Proceedings of the National Seminar on Community Servicet, 2(1), SNPPM2021ST-200–SNPPM2021ST-209.
Winarno, F. G. (2002). Kimia pangan dan gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
World Health Organization. 2022 Edition. 2022. Anaemia in Women and Children: WHO Global Anaemia Estimates
Zakaria, A., & Nurdiani, N. (2019). Pengaruh penambahan variasi konsentrasi tepung rosella (Hibiscus sabdariffa Linn) terhadap sifat organoleptik cookies almond crispy. Agroscience, 9(2), 189–202. https://doi.org/10.35194/agsci.v9i2.783
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Gizi dan Kesehatan Nusantara

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Abstract views: 89
,
PDF Downloads: 32