Studi Kasus Gangguan Keterlambatan Berbicara pada Anak Usia Dini: Perspektif Teori Belajar Sosial

Penulis

  • Sintha Dewi Nurhayati Universitas Negeri Surabaya
  • Qurrota A'yuni Fitriana Universitas Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.26740/cjpp.v13n01.p431-439

Kata Kunci:

Keterlambatan berbicara, orang tua, belajar sosial, komunikasi

Abstrak

Di Indonesia, keterlambatan berbicara pada anak usia dini menunjukkan prevalensi berada pada kisaran 5–8% per 100 anak. Masalah inilah yang akan memengaruhi aspek komunikasi, sosial, emosional bahkan masa depan anak jika tidak segera ditangani. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika psikologis anak dengan gangguan keterlambatan berbicara dengan pendekatan teori belajar sosial Albert Bandura. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan studi kasus. Partisipan penelitian ini adalah anak perempuan berusia 3 tahun 3 bulan yang didiagnosis keterlambatan berbicara. Data diperoleh melalui wawancara (alloanamnesa), observasi perilaku, dan dokumentasi rekam medis.  Hasil  penelitian  menunjukkan bahwa  gangguan  keterlambatan berbicara dengan pendekatan teori belajar sosial muncul akibat partisipan kurang mendapatkan model yang baik untuk komunikasi dua arah dengannya. Orang tua membiarkan partisipan bermain sendiri, minimnya komunikasi dan interaksi sosial, bahkan  hanya punya 1 teman bermain yang belum berbicara juga. Implikasi penelitian  ini menunjukkan  pentingnya  memiliki model yang baik agar partisipan dapat meniru sehingga dapat mencegah gangguan keterlambatan berbicara pada anak usia dini.

Abstract

In Indonesia, speech delay in early childhood shows a prevalence of around 5–8% each 100 children. This problem will affect communication, social, emotional, and even the child's future if not immediately addressed. This study aims to understand the psychological dynamics of children with speech delay disorders using Albert Bandura's social learning theory approach. The method used is a qualitative case study. The study participants were girls aged 3 years and 3 months diagnosed with speech delay. Data were obtained through interviews (alloanamnesis), behavioral observations, and medical record documentation. The results of the study indicate that speech delay disorders, using the social learning theory approach, arise due to the participants' lack of good models for two-way communication with them. Parents let the participants play alone, with minimal communication and social interaction, and even only have one playmate who has not yet spoken. The implications of this study show the importance of having good models for participants to imitate and thus prevent speech delay disorders in early childhood.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Aini, Q., & Alifia, P. (2022). Gangguan Keterlambatan Berbicara (Speech delay) Pada Anak Usia 6 Tahun Di RA An-Nuur Subang Qurotul. Ash-Shobiy: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Dan Al- Qur’an, 1(1), 8–17. https://doi.org/10.33511/ash-shobiy.v1n1.8-17

Alfira, D., & Siregar, M. F. Z. (2024). Pentingnya Peran Orang Tua dalam Memajukan Keterampilan Berbahasa Anak Usia Dini melalui Komunikasi. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1(4), 1–15. https://doi.org/10.47134/paud.v1i4.641

Azizah, I. N., Windarsih, C. A., & Alam, S. K. (2024). Dampak Negatif Penggunaan Gadget terhadap Perkembangan Bicara pada Anak Usia Dini. Ceria (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif), 7(5), 579–586. https://journal.ikipsiliwangi.ac.id/index.php/ceria/article/view/25110

Desiarna, S., Nafila, U., Restiani, & Fatmawati. (2023). Gangguan Keterlambatan Berbicara (Speech delay) pada Anak Usia Dini. SAJAK: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Sastra, Bahasa, Dan Pendidikan, 2(2), 97–105. https://doi.org/10.25299/s.v2i2.11743

Fiantika, F. R., Wasil, M., Jumiyati, S., Honesti, L., Wahyuni, S., Mouw, E., Jonata, Mashudi, I., Hasanah, N., Maharani, A., Ambarwati, K., Noflidaputri, R., Nuryami, & Waris, L. (2022). Metodologi Penelitian Kualitatif. PT. Global Eksekutif Teknologi.

Indonesia, K. K. R. (2022). Pedoman Pelaksanaan: Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak di Tingkat Pelayanan Kesehatan Dasar.

Indonesia, K. K. R. (2024). Strategi Komunikasi Efektif dan Stimulasi Perkembangan Bicara Anak pada Pasien dengan Gangguan Speech delay. https://lms.kemkes.go.id/courses/e43dd296-8130-4962-a040-e1ea0009487f

Irama, D., Sutarto, & Risal, S. (2024). Implementasi Teori Belajar Sosial Menurut Albert Bandura dalam Pembelajaran PAI. Jurnal Literasiologi, 12, 129–139. https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/819

Mardiah, L. Y., & Ismet, S. (2021). Implementasi Metode Bernyanyi dalam Mengembangkan Kemampuan Berbicara Anak Usia 4-6 Tahun. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(1), 402–408. https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/962/866

Mariyono, D. (2024). Menguasai Penelitian kualitatif Metode, Analisis Terapan, dan Arah Masa Depan. Cipta Media Nusantara.

Markhamah, Vinansih, S. T., Romhaningsih, Setyaningsih, V. I., & Devi, A. V. (2022). Kajian Bahasa: Perspektif Multidisiplin. Muhammadiyah University Press.

Mifthania, G., & Darmiyanti, A. (2023). Meningkatkan kemampuan bahasa anak usia 3-4 tahun melalui gadget. Jurnal Bastra, 8(2). https://bastra.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/159/197

Mubin, M. N., Ikhasan, B. M. N., & Putro, K. Z. (2021). Pendekatan kognitif-sosial perspektif albert bandura pada pembelajaran pendidikan agama islam. Edureligia, 05(01), 92–103. https://ejournal.unuja.ac.id/index.php/edureligia/article/view/1792

Munandar, A., & Samadi. (2024). Evaluasi Pembelajaran dalam Geografi. Uwais Inspirasi Indonesia.

Muslimat, A. F., Lukman, & Hadrawi, M. (2020). Faktor dan Dampak Keterlambatan Berbicara (Speech delay) Terhadap Perilaku Anak Studi Kasus Anak Usia 3-5 Tahun: Kajian Psikolinguistik. Jurnal Al- Qiyam, 1(2), 1–10. https://doi.org/10.33648/alqiyam.v1i1.122

Nurhikmah, Darwis, & Dewi, I. (2023). Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Speech delay Pada Balita Usia 3-5 Tahun. JIMPK : Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan, 3(5), 83–92. https://doi.org/ 10.35892/jimpk.v3i5.968

Putri, A. B. E., & Kamali, N. A. (2023). Perkembangan berbicara anak usia dini. Smart Kids Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia DIni, 5(1), 35–45. https://doi.org/10.30631/smartkids.v5i1.131

Sardi, M., Suryana, D., & Mahyuddin, N. (2023). Studi Kasus Strategi dalam Menangani Speech delay Anak di Taman Kanak-kanak Kemala Bhayangkari 07 Aceh Selatan. Jurnal Pendidikan Dan Konseling, 5(1), 2154–2158. https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jpdk/article/view/11280

Sari, P. P., Khanza, R. P., Ardi, V. R., & Fatmawati. (2024). Peran Orang Tua Dalam Mencegah Keterlambatan Berbicara Pada Anak. Bahterasia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 5(3), 1–6.

Sekaran, U., & Bougie, R. (2016). Research Methods for Business": A Skill-Building Approach (Seventh). John Wiley & Sons Ltd.

Solihah, L., Iqbal, A. M., IBrahim, S. F., & Dzalzirih, H. (2024). Perkembangan Peserta Didik Teori Dan Penerapannya. Edu Publisher.

Susilo, E., Solehudin, & Kusuma, R. (2023). Pengaruh Penggunaan Gadget Sejak Dini Terhadap Keterlambatan Bicara Pada Anak Balita. Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan, 1(4), 45–53. https://doi.org/10.59841/jumkes.v1i4.220

Wahyono, H. (2024). Dasar-Dasar Terampil Berbicara. Deepublish.

Wahyuni, N., & Fitriani, W. (2022). Relevansi Teori Belajar Sosial Albert Bandura dan Metode Pendidikan Keluarga dalam Islam. Qalam: Jurnal Ilmu Kependidikan, 11(2), 60–66. https://doi.org/10.33506/jq.v11i2.2060

Wati, D. R. (2021). Gadget Dan Pengaruhnya Pada Keterlambatan Berbicara ( Speech delay ) Pada Anak Usia Dini : Literature Review. Jurnal Kesehatan Tujuh Belas, 2(2), 228–233. https://ojs.stikestujuhbelas.ac.id/index.php/jurkestb/article/view/48

Zamzani, S. N., Zelfia, & Ahdan. (2022). Hubungan Intensitas Penggunaan Media Gadget Dengan Speech delay Pada Anak Balita Di Kelurahan Pannampu Kota Makassar. Respon: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ilmu Komunikasi, 3(3), 26–46. https://doi.org/10.33096/respon.v3i3.71

Diterbitkan

2026-01-31

Cara Mengutip

Nurhayati, S. D., & Fitriana, Q. A. (2026). Studi Kasus Gangguan Keterlambatan Berbicara pada Anak Usia Dini: Perspektif Teori Belajar Sosial. Character Jurnal Penelitian Psikologi, 13(01), 431–439. https://doi.org/10.26740/cjpp.v13n01.p431-439
Abstract views: 0 , PDF Downloads: 0

Artikel Serupa

<< < 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.