Analisis Kevalidan dan Kepraktisan E-LKPD Fisika Terintegrasi Kearifan Lokal Batik Majapahit Berbasis Discovery Learning pada Materi Suhu dan Kalor
Keywords:
E-LKPD, Discovery Learning, Kearifan Lokal Batik Majapahit, Validitas, KepraktisanAbstract
Rendahnya keterampilan berpikir kritis peserta didik pada materi Suhu dan Kalor menjadi tantangan dalam pembelajaran fisika abad ke-21 sehingga diperlukan media pembelajaran inovatif yang mampu mengatasi permasalahan tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis kevalidan dan kepraktisan E-LKPD Fisika terintegrasi kearifan lokal Batik Majapahit berbasis model Discovery Learning pada materi Suhu dan Kalor. Penelitian menggunakan metode Research and Development dengan model ADDIE yang dibatasi pada tahap analisis, desain, pengembangan, dan implementasi terbatas. Uji coba dilaksanakan di SMAN 1 Gondang Mojokerto pada kelas XI-3 (eksperimen) dan XI-5 (replika), masing-masing 30 peserta didik. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi ahli, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, dan angket respon peserta didik. Hasil penelitian pada tahap analisis (Analysis) menunjukkan kebutuhan peserta didik akan media pembelajaran kontekstual yang mampu melatih keterampilan berpikir kritis; tahap desain (Design) menghasilkan rancangan E-LKPD berdasarkan sintaks Discovery Learning yang diintegrasikan dengan etnosains Batik Majapahit; tahap pengembangan (Development) menghasilkan E-LKPD yang sangat valid dengan rata-rata Percentage of Agreement (PoA) sebesar 94,15% dari tiga validator (dua dosen ahli dan satu guru fisika); serta tahap implementasi terbatas (Implementation) menunjukkan kepraktisan E-LKPD melalui keterlaksanaan pembelajaran yang mencapai rata-rata 91,87% dengan kategori sangat praktis dan respon positif peserta didik sebesar 94,1% pada seluruh aspek penilaian. Dengan demikian, E-LKPD Fisika berbasis kearifan lokal Batik Majapahit dengan model Discovery Learning dinyatakan valid dan praktis sebagai media pembelajaran fisika materi Suhu dan Kalor di tingkat SMA, sehingga berpotensi meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik sekaligus melestarikan kearifan lokal Batik Majapahit dalam pembelajaran fisika di sekolah.
Downloads
References
Anggaraini, M., Distrik, I. W., & Abdurrahman. (2024). Pengembangan e-LKPD berbasis Problem Based
Learning berbantuan aplikasi Thunkable untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta
didik. Unnes Physics Education Journal, 14(2). https://doi.org/10.15294/upej.v14i2.24764
Borich, G. D. (1994). Observation skills for effective teaching (2nd ed.). Macmillan.
BPS (Badan Pusat Statistik). (2023). Kontribusi industri batik terhadap PDB Indonesia. BPS.
Branch, R. M. (2009). Instructional design: The ADDIE approach. Springer. https://doi.org/10.1007/978-0-
387-09506-6
Dwyer, C. P., Hogan, M. J., & Stewart, I. (2014). An integrated critical thinking framework for the 21st
century. Thinking Skills and Creativity, 12, 43–52. https://doi.org/10.1016/j.tsc.2013.12.004
Ennis, R. H. (2011). The nature of critical thinking: An outline of critical thinking dispositions and abilities.
University of Illinois.
Facione, P. A. (2015). Critical thinking: What it is and why it counts. Insight Assessment.
Fadila, R., & Mulyani, S. (2020). Pengembangan e-modul berbasis Discovery Learning untuk meningkatkan
hasil belajar kognitif peserta didik pada materi fisika. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia, 16(2), 112–
120. https://doi.org/10.15294/jpfi.v16i2.24865
Kemendikdasmen. (2025). Laporan hasil TKA Fisika tahun 2025. Kementerian Pendidikan Dasar dan
Menengah.
Kurniawan, R., & Syafriani. (2021). Praktikalitas dan efektivitas penggunaan e-modul fisika SMA berbasis
guided inquiry terintegrasi etnosains untuk meningkatkan berpikir kritis peserta didik. Jurnal Eksakta
Pendidikan (JEP), 5(2), 135–141. https://doi.org/10.24036/jep/vol5-iss2/572
Mulyasa, E. (2011). Menjadi guru profesional: Menciptakan pembelajaran kreatif dan menyenangkan.
Remaja Rosdakarya.
Nugroho, A., Suparmi, A., & Sukarmin, S. (2020). Integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran fisika untuk
meningkatkan pemahaman konsep. International Journal of Science Education, 42(15), 2456–2470.
https://doi.org/10.1080/09500693.2020.1815912
OECD. (2023). PISA 2022 results: What 15-year-olds know and can do. OECD Publishing.
https://doi.org/10.1787/53f23881-en
Pela, S. O., Yuberti, Suryani, Y., & Latifah, S. (2022). Development of e-module physics based on local
wisdom of Lampung written batik on temperature and heat materials. Impulse: Journal of Research
and Innovation in Physics Education, 2(1), 35–45. https://doi.org/10.14421/impulse.2022.21.04
Pratiwi, D. A., & Wilujeng, I. (2021). Integrasi kearifan lokal "Tungku Peleburan Logam" dalam pembelajaran
fisika. Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika, 10(1), 45–56.
Redish, E. F. (2014). Teaching physics with the physics suite. Wiley.
Riduwan. (2015). Skala pengukuran variabel-variabel penelitian. Alfabeta.
Riduwan. (2019). Dasar-dasar statistika. Alfabeta.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian & pengembangan (Research and Development). Alfabeta.
UNESCO. (2009). Indonesian batik. https://ich.unesco.org/en/RL/indonesian-batik-00170
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard
University Press.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Arimbi Sari, Setyo Admoko

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License (CC BY-NC 4.0).
Authors retain the copyright and full publishing rights of their articles without restriction. By submitting and publishing in this journal, the author grants the journal the non-exclusive right to publish and distribute the article, provided that proper attribution is given and the use is non-commercial.
To view a copy of this license, visit https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/
Abstract views: 48
,
PDF Downloads: 11



